Yualita Widyadari, SH, satu-satunya calon atau bakal calon Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia (INI), makin mengesankan penampilannya di depan publik. Semula ia dipandang sebelah mata karena menjadi “orang kedua” di INI, namun kini mulai berubah.Ketika berpidato pun sempat menyita perhatian. Berikut komentar Alya Rohali dan Albert Albert Ricci Aruan yang sudah tidak asing lagi bagi publik notaris.


Alya Rohali, SH, Mkn
Notaris Kota Depok, Mantan Puteri Indonesia

Kesan saya, melihat pidato Yualita saat acara sosialisasi bakal calon Ketua Umum IPPAT beberapa waktu lalu di Tangerang, yang terlihat adalah karisma seorang wanita yang anggun, tenang dan percaya diri.Selain itu ia sangat menguasai topik yang disampaikan dalam pidatonya. Bahkan terlihat, pidatonya sempat mencuri perhatian hadirin ketika ia memulai pidatonya menyapa pendukungnya dengan “Salam L”. Pendukungnya pun menyambut dengan teriakan serempak, “Yualita, Yualita...Yes.”
Yualita berpidato dengan suara lembut tapi tegas. Ia pun dengan tegas meyakinkan pada hadirin akan bahaya money politic dalam pelaksanaan Kongres. Ketegasan seorang pemimpin yang dibutuhkan saat ini untuk Ikatan Notaris Indonesia yang lebih baik.

"UNTUK KEBANGGAAN ORGANISASI & KEJAYAAN PROFESI"

Albert Ricci Aruan, SH, LLM, MKN
Notaris, Tinggal di Jakarta

Pemimpin itu...
adalah orang yang mau berada di depan atau di belakang.
Pemimpin itu...
adalah orang yang rentang tangannya dipergunakan untuk merangkul orang-orang di sekelilingnya.
Pemimpin itu...
adalah orang yang mau mendukung sahabat-sahabat muda penerusnya, namun tak lupa menyebut sahabat-sahabat lamanya.
Dan pemimpin itu...
adalah orang yang berbesar hati, yaitu melupakan persaingan masa lalu, menerima kekalahan dan kemudian mengajak bergandengan tangan yang mengalahkannya, untuk kejayaan bersama.
Penampilan Yualita dalam pidato-pidatonya telah merangkum semuanya. Tanpa keraguan dan tanpa beban. Yualita menempatkan dirinya berbeda, baik secara personal maupun secara performanya.
Tidak ada kepongahan.
Jelas dengan pandangan ke depan dan misinya mengembangkan organisasi.
Tidak ada gading yang tak retak.
Apa yang kulihat, aku sangat menikmatinya : “gading ayu” dibalut busana putih. Ia meresapi nilai-nilai yang diucapkannya. Tidak hanya di mulut, tapi nilai-nilai yang diucapkannya terwujud pada keseluruhan kualitas dirinya.
ARA
”Salam L”



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Kirim Komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas