MEMANDANG KOTA BATU DARI SEULAWAH

untuk menerima kiriman artikel silakan invite WA 0812 8131 8151, follow twitter @medianotaris, dan facebook : medianotaris
Indonesia English

Problematika

Mamiek: Maintain the Existence of Public Notary

14 November 2019 | 23:26:00

Meanwhile in the Common Law system there is no authentic deed known. ...

Tidak Ada Kata Sepi Bila Ikatan Alumni Dinakhodai Notaris

14 November 2019 | 23:26:00

Namun kondisi sepinya kegiatan alumni ini tidak berlaku saat pengurusnya diketuai seorang notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah. ...

PERBEDAAN PENGATURAN PERJANJIAN KAWIN ANTARA KUH PERDATA DAN UU PERKAWINAN

14 November 2019 | 23:26:00

dalam penerapan hukum terhadap perjanjian kawin wajib hukum nya menerapkan dan menggunakan ketentuan pasal 29 yang diubah dengan Putusan MK RI 69/2015 juncto pasal 35 dan pasal 36 UU 1/1974. ...

Garuda di Kartu Namaku

14 November 2019 | 23:26:00

Larangan penggunaan lambang negara ini membuat beberapa pihak merasa dirugikan hak kontitusionalnya. ...

Hamud M. Balfas : Hubungan Masyarakat Lebih Condong ke Sistem Hukum Kodifikasi.

14 November 2019 | 23:26:00

Dalam dunia yang sudah sangat terkoneksi seperti saat ini sangat mungkin beberapa prinsip hukum common law berlaku dalam hubungan bisnis di Indonesia ...

Mamiek : Jagalah Eksistensi Notaris

14 November 2019 | 23:26:00

Sementara itu dalam sistem common law tidak dikenal akta otentik. Dalam sistem ini semua dokumen cukup dibuat di bawah tangan ...

SEMINAR AKTA NOTARIS PERJANJIAN BOT

14 November 2019 | 23:26:00

SEMINAR AKTA NOTARIS PERJANJIAN BOT ...

Caleg DPR RI Banten III Fera Sinambela

14 November 2019 | 23:26:00

...

KIAGUS - SAYA TIDAK MAU DIKATAKAN HAUS KEKUASAAN

14 November 2019 | 23:26:00

Kiagus Muhammad Syukri, SH

SAYA TIDAK MAU DIKATAKAN HAUS KEKUASAAN

...

Terimakasih dari Ashoya

14 November 2019 | 23:26:00

Terimakasih dari Ashoya ...

Go Ahead, JP

14 November 2019 | 23:26:00

  Seminar MP3 - singkatan dari Majelis Pengawas dan Pembina PPAT- di Hotel Grand Sahid, Jakarta awal November yang dihadiri 600 lebih peserta dari seluruh Indonesia membuat wajah Julius Purnawan, SH, MSi. sumringah. Menyambut ramah sapaan setiap orang.Betapa tidak. Kegembiraan Julius Purnawan (JP) sangat beralasan karena ia bisa dibilang “lulus ujian” pertama sebagai Ketua Umum Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) hasil Kongres IPPAT di Makassar beberapa waktu lalu. Sebab dengan hadirnya enam ratusan peserta seminar dengan tiket seharga kisaran Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta itu bisa menjadi “pertanda baik” nasib kepengurusannya yang dipermasalahkan sebagian pihak sesama anggota IPPAT karena mempermasalahkan proses Kongres di Makassar yang diwarnai jatuhnya korban pingsan sekitar 8 atau sembilan peserta karena lelah.Sebagai pihak yang merasa mendapatkan blessing in disguise atas hasil Kongres Makassar itu, Julius seolah mendapat kepercayaan diri setelah tiket seminarnya laris manis terjual. Lebih-lebih dengan datangnya dua Dirjen dari Kementerian Hukum dan HAM dan dari Kementerian ATR membuatnya makin tampak fakta adanya pengakuan atas kegiatan yang dilakukan pengurus baru ini. Sementara itu hadirnya penyanyi Krisdayanti dan Fatur dalam acara malam keakraban seolah menjadi “pesta” penanda kesuksesan organisasi IPPAT yang dipimpinnya.Ketidakhadiran Menteri agaknya tidak penting lagi karena sudah diwakili Dirjen. Yang jelas hal ini membuat kepengurusan IPPAT di bawah JP makin semangat menjalankan roda organisasi IPPAT, walau dibayang-bayangi gugatan pihak yang tidak puas hasil Kongres.Hari Rabu pagi, 28/11, lagi-lagi JP dan kepengurusan IPPAT-nya mendapatkan kredit positif atas penyelenggaraan acara pembekalan calon PPAT yang akan ujian untuk pengangkatan. Momen ini menguntungkan kepengurusan IPPAT di bawah JP yang mulai makin sibuk menjalankan roda organisasi. Hadirnya belasan senior notaris/ PPAT yang menjadi pembicara juga makin mengukuhkan pengakuan secara diam-diam terhadap kepengurusan IPPAT. Termasuk juga para peserta pembekalan yang secara tidak sadar mengakui keberadaan pengurus IPPAT yang menyelenggarakan pembekalan itu.Ketika diwawancarai K. Lukie Nugroho, SH dari medianotaris.com JP tampak sangat percaya diri, dan menyatakan akan terus menjalankan roda organisasi dengan secepat-cepatnya. Menurutnya, Seminar MP3 menunjukkan pengakuan Pemerintah terhadap eksistensi organisasi IPPAT yang baru dibentuknya.Selain itu kehadiran mantan Ketua Umum IPPAT Sri Rachma Chandrawati, SH juga menjadi kado penting buat IPPAT di bawah JP karena Sri Rachma menyerahkan sertifikat gedung Sekretariat PP IPPAT. Dengan adanya penyerahan sertifikat ini makin sempurnalah pengakuan terhadap JP.Isy Karimah Syakir, SH - notaris/ PPAT Surabaya - yang menjabat sebagai Ketua Bidang Kaderisasi dan Kepemimpinan menyatakan terus bekerja. Sementara bila seminar ini dihadiri begitu banyak peserta, itu berarti banyak yang mengakui kepengurusan IPPAT yang baru.   <iframe width="460" height="290" src="https://www.youtube.com/embed/Qh48z9eHGI8" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe> ...