Seminar IPPAT 2018 Bersama Menteri ATR

untuk menerima kiriman artikel silakan invite WA 0812 8131 8151, follow twitter @medianotaris, dan facebook : medianotaris
Indonesia English

Problematika

KIAGUS - SAYA TIDAK MAU DIKATAKAN HAUS KEKUASAAN

15 January 2019 | 22:38:00

Kiagus Muhammad Syukri, SH

SAYA TIDAK MAU DIKATAKAN HAUS KEKUASAAN

...

Terimakasih dari Ashoya

15 January 2019 | 22:38:00

Terimakasih dari Ashoya ...

Go Ahead, JP

15 January 2019 | 22:38:00

  Seminar MP3 - singkatan dari Majelis Pengawas dan Pembina PPAT- di Hotel Grand Sahid, Jakarta awal November yang dihadiri 600 lebih peserta dari seluruh Indonesia membuat wajah Julius Purnawan, SH, MSi. sumringah. Menyambut ramah sapaan setiap orang.Betapa tidak. Kegembiraan Julius Purnawan (JP) sangat beralasan karena ia bisa dibilang “lulus ujian” pertama sebagai Ketua Umum Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) hasil Kongres IPPAT di Makassar beberapa waktu lalu. Sebab dengan hadirnya enam ratusan peserta seminar dengan tiket seharga kisaran Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta itu bisa menjadi “pertanda baik” nasib kepengurusannya yang dipermasalahkan sebagian pihak sesama anggota IPPAT karena mempermasalahkan proses Kongres di Makassar yang diwarnai jatuhnya korban pingsan sekitar 8 atau sembilan peserta karena lelah.Sebagai pihak yang merasa mendapatkan blessing in disguise atas hasil Kongres Makassar itu, Julius seolah mendapat kepercayaan diri setelah tiket seminarnya laris manis terjual. Lebih-lebih dengan datangnya dua Dirjen dari Kementerian Hukum dan HAM dan dari Kementerian ATR membuatnya makin tampak fakta adanya pengakuan atas kegiatan yang dilakukan pengurus baru ini. Sementara itu hadirnya penyanyi Krisdayanti dan Fatur dalam acara malam keakraban seolah menjadi “pesta” penanda kesuksesan organisasi IPPAT yang dipimpinnya.Ketidakhadiran Menteri agaknya tidak penting lagi karena sudah diwakili Dirjen. Yang jelas hal ini membuat kepengurusan IPPAT di bawah JP makin semangat menjalankan roda organisasi IPPAT, walau dibayang-bayangi gugatan pihak yang tidak puas hasil Kongres.Hari Rabu pagi, 28/11, lagi-lagi JP dan kepengurusan IPPAT-nya mendapatkan kredit positif atas penyelenggaraan acara pembekalan calon PPAT yang akan ujian untuk pengangkatan. Momen ini menguntungkan kepengurusan IPPAT di bawah JP yang mulai makin sibuk menjalankan roda organisasi. Hadirnya belasan senior notaris/ PPAT yang menjadi pembicara juga makin mengukuhkan pengakuan secara diam-diam terhadap kepengurusan IPPAT. Termasuk juga para peserta pembekalan yang secara tidak sadar mengakui keberadaan pengurus IPPAT yang menyelenggarakan pembekalan itu.Ketika diwawancarai K. Lukie Nugroho, SH dari medianotaris.com JP tampak sangat percaya diri, dan menyatakan akan terus menjalankan roda organisasi dengan secepat-cepatnya. Menurutnya, Seminar MP3 menunjukkan pengakuan Pemerintah terhadap eksistensi organisasi IPPAT yang baru dibentuknya.Selain itu kehadiran mantan Ketua Umum IPPAT Sri Rachma Chandrawati, SH juga menjadi kado penting buat IPPAT di bawah JP karena Sri Rachma menyerahkan sertifikat gedung Sekretariat PP IPPAT. Dengan adanya penyerahan sertifikat ini makin sempurnalah pengakuan terhadap JP.Isy Karimah Syakir, SH - notaris/ PPAT Surabaya - yang menjabat sebagai Ketua Bidang Kaderisasi dan Kepemimpinan menyatakan terus bekerja. Sementara bila seminar ini dihadiri begitu banyak peserta, itu berarti banyak yang mengakui kepengurusan IPPAT yang baru.   <iframe width="460" height="290" src="https://www.youtube.com/embed/Qh48z9eHGI8" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe> ...

Sisi Lain Ashoya Ratam

15 January 2019 | 22:38:00

katanya sambil asyik memainkan jari-jarinya memoles wajahnya dan hampir seperti tidak menghiraukan saya. ...

SEBUAH CATATAN TENTANG MAJELIS PEMBINA DAN PENGAWAS PPPAT SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DAN KOORDINASI BAGI PPAT

15 January 2019 | 22:38:00

pengawasan semua kegiatan administrasi yang bersifat preventif dan represif oleh menteri yang bertujuan agar PPAT dalam menjalankan jabatannya sesuai dengan Per-UU-an. ...

Arief Hidayat - MoU Tidak Ada Kekuatan Hukumnya, Tapi Banyak Positifnya.

15 January 2019 | 22:38:00

Nota kesepahaman ini sering dipakai lembaga-lembaga supaya ada kesepahaman bersama dan memperkuat masing-masing institusi dalam rangka kerjasama yang sinergis. ...

Lemhannas untuk Notaris, Yes, Yes, Yes

15 January 2019 | 22:38:00

Gubernur Lemhannas Agus Widjojo mengatakan bahwa Ikatan Notaris Indonesia merupakan wadah pemersatu notaris dengan rasa kebersamaan harus dapat memberikan manfaat kesejahteraan, perlindungan bagi anggota dalam menjalankan tugas dan jabatannya. ...

GANDENG NOTARIS SELURUH INDONESIA, BTN TINGKATKAN KUALITAS KREDIT

15 January 2019 | 22:38:00

Maryono - Jadi kami melihat kerjasama ini sangat penting bagi Bank BTN untuk menjamin rasa aman kepada masyarakat yang menikmati fasilitas KPR BTN dengan tersedianya dokumen akta tanah yang dijamin keabsahannya. ...

Pra Kongres Hari Pertama

15 January 2019 | 22:38:00

Pra Kongres Hari Pertama Pembukaan hari pertama Rapat Pleno Pengurus Pusat Yang Dipreluas (RP3YD) atau Pra Kongres Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI) XXIII di Yogyakarta kemarin dimulai dan dilaksanakan selama dua hari sampai Sabtu (20/10).Pembukaan pagi kemarin dipimpin Ketua Umum INI Yualita Widyadari, SH, MKn bersama jajaran Pengurus INI, serta Dewan Kehormatan Pusat (DKP) INI, Majelis Kehormatan (MKP) dan lainnya termasuk Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah seluruh Indonesia. Semuanya yang hadir kemarin hampir sekitar 300 orang yang sampai siang masih ada yang berdatangan lagi.Acara pembukaan yang dipimpin Yualita berjalan dengan pidato dan arahan singkat, termasuk program-program kerja INI dan soal persiapan Kongres INI tahun 2019 di Makassar.Selain itu acara pembukaan juga dilakukan oleh Ketua Dewan Kehormatan Pusat INI Arry Supratno, SH. Arry sempat menyinggung dan memberikan masukan soal Kongres dan kinerja Presidium Kongres. Selanjutnya nantikan wawancara video dengan Arry Supratno, SH dan salah seorang Ketua Bidang Made Pria Dharsana, SH.Acara rapat pertama tersebut kemudian diskors selama 30 menit sebelum dilanjutkan dengan sidang pleno dan komisi- komisi sampai malam. Menurut run down acara yang dibagikan panitia acara rapat pleno berlangsung sampai jam setengah sebelas malam dan dilanjutkan keesokan harinya (20/10) yaitu Sabtu sampai jam 12.30.Di antara materi keputusan rapat yangtertuang run down acara adalah rekomendasi Dewan Kajian Hukum dan Dewan Kebijakan Publik PP INI soal pungutan OJK, Pajak Final Bagi Notaris, usulan kepada Kementerian Hukum dan HAM soal peralihan hak atas saham dengan akta notaris, formasi jabatan notaris dan penentuan kategori daerah.Selain itu pembahasan rapat juga membicarakan masalah pemberian poin buat anggota INI yang diselenggarakan PP, Pengda dan Pengwil yang bekerjsama dengan pihak lain. Mengenai soal pemberian poin untuk pelaksanaan up grading yang dilakukan dengan kerjasama dengan pihak ketiga ini bisa jadi akan jadi bahasan penting yang menjadi masukan buat pengurus daerah dan wilayah ketika bekerjasama dengan pihak ketiga. ...

Seminar IPPAT 2018

15 January 2019 | 22:38:00

Seminar IPPAT 2018 Bersama Menteri ATR/ Kepala BPN ...

Siap Mengirim KLBI 2017 ke Seluruh Indonesia

15 January 2019 | 22:38:00

Siap mengirim buku Klasifikasi Baku Lapangan Kerja Indonesia tahun 2017 dari BPS. Hubungi Indra Iswara, SH, MKn 08211 691 0000 ...

ss