Penampilan Yualita Widyadari, SH mengawali acara pidato para bakal calon Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Tangerang cukup mengesankan : vokalnya kuat namun tetap lembut, panggung pidato pun dikuasainya. Pidato ini sekaligus menepis anggapan bahwa dirinya tidak bisa “apa-apa” di organisasi. Bahkan ada yang mencibirnya karena dianggap tidak bisa berbicara di depan forum. Namun ternyata tidak.
Sore itu Yualita menampilkan dirinya sebagai seorang pimpinan yang cukup memiliki kemampuan menguasai audience (penonton) dalam berpidato. Menyampaikan pandangannya soal money politic sampai cita-cita membawa organisasi ini menjadi makin disegani.
Dengan penampilan yang baik saat di Tangerang ini Yualita memiliki salah satu “modal” untuk menjadi seorang pemimpin, yaitu menyampaikan ide-ide dan informasi, sekaligus memiliki kemampuan memengaruhi massa melalui pidato secara terbuka.
Penampilan pidato Yualita, menurut seorang simpatisannya, dari sisi kemampuan berpidato sudah bagus. Selain itu dari sisi lain, Yualita berpidato dengan cara wajar, tidak seperti pimpinan yang suka mengeluh, cengeng atau senang curhat. Ia tidak pidato sambil menangis menghadapi cobaan-cobaan dan dinamika organisasi.
Ketika menyampaikan materi pidato, Yualita terlihat tegas penolakannya terhadap money politic, namun tetap dilakukannya dengan santun dan lembut.
Yualita mengawali pidato dengan mengingatkan bahwa semua notaris adalah satu keluarga dalam rumah bersama yang bernama Ikatan Notaris Indonesia. Oleh karena itu, tegasnya, jika ada perbedaan pilihan dalam kongres maka janganlah menjadi alasan untuk saling mencaci, memfitnah dan mendendam.



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Kirim Komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas