Prita Laura

Pembawa acara cantik yang satu ini pasti tidak asing lagi buat pemirsa Metro TV. Prita Laura, lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, adalah salah seorang generasi muda aktif bervisi jauh ke depan.
Sejak memasuki dunia jurnalistik televisi tahun 2004 Ia menemukan potensi wisata Indonesia yang luar biasa. Terutama wisata bahari. Ya, Lulu, panggilan wanita berdarah Jawa ini, hampir lupa sudah berapa kali menyelam di berbagai laut dari Sabang sampai Papua.
Menurutnya, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki kekayaan terumbu karang dan keanekaragaman hayati paling lengkap.  Wilayah laut Indonesia meliputi segitiga terumbu karang terbesar dunia yang berlokasi di antara pertemuan arus Samudera Hindia. 
Setiap lokasi penyelaman di Indonesia menawarkan beragam binatang laut yang berbeda-beda menariknya. Sampai-sampai seorang videografer Discovery Channel di Amerika bercanda,"Orang Indonesia kalau nggak diving, sama saja seperti memiliki "Ferari", tapi tak pernah menaiki," katanya.
"Petualangan" Prita di laut dimulai ketika pertama kali belajar menyelam di Bunaken, lautan Sulawesi Utara sekitar tahun 2004. Merasa tertarik luar biasa akan keindahan laut, Ia belajar menyelam lagi di Bali. Setelah itu tak terhitung lagi berapa kali Ia sudah menyelam. Program Metro TV "Archipelago" sering menugaskannya berkeliling Indonesia, dan Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan menyelami lautnya.
Tak heran jika saat ini Prita, di tengah kesibukannya bertugas di Metro TV, harus membagi waktunya untuk menyelesaikan tesis S2-nya di Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata Trisakti. Peraih beasiswa S2 ini mengambil program kekhususan destinasi wisata.
Dari pendidikan wisata ini Ia berharap ilmu mengonsep, membangun, mengelola dan memasarkan destinasi wisata, dan - sesuai impiannya - ingin mengelola usaha wisata yang sistematis.Ia sedang merintis bisnis konsultan wisata yang Salah satu   perhatiannya adalah   wisata bahari. Di sini Ia  mengonsep, mengelola, dan memasarkan wisata termasuk menerapkan aturan hukumnya. Jadi, wanita yang pernah ingin belajar notariat ini, merasa punya tantangan dan peluang di bidang wisata. "Kalau nanti saya lulus S2 Pariwisata,gelar saya asyik dong..., yaitu S.H.,M.Par.," selorohnya.
Sebelum mengakhiri wawancara dengan medianotaris.com Ia berpesan pada pihak yang berkepentingan di bidang wisata, terutama pemerintah, agar menggarap potensi wisata dengan serius.
Mengapa? "Ini penting," katanya. Indonesia memiliki potensi wisata luarbiasa besar yang tidak digarap, terutama wisata bahari. Kalau tidak digarap, kita akan kehilangan potensi yang besar. Kalau pembaca tahu, bahwa Amerika yang adidaya itu ternyata mengandalkan income-nya dari wisata, pasti tidak menyangka. Makanya mengapa wisata merupakan salah satu potensi terbesar di dunia. Kita sering meremehkan.



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Kirim Komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas