Jika seorang pejabat, termasuk pejabat umum notaris/ PPAT, menyadari dan yakin terhadap adanya hari akhir maka dalam setiap menjalankan tugasnya tidak akan berani menyalahi aturan, melanggar etika maupun moral. Sehingga akhirnya masyarakat tenang, dan si pejabat tersebut pun aman.
Namun sebaliknya, jika seorang pejabat tidak ingat hari akhir maka tidak heran kalau segala tingkah lakunya tidak mencerminkan seorang pejabat umum notaris/ PPAT yang memproduksi akta yang jujur. Sehingga akhirnya menggiring dia ke sebuah tindakan pelanggaran ketika bekerja, yang akhirnya masyarakat dirugikan.
Yang dimaksud “hari akhir” adalah di mana suatu saat pada waktunya alam akan berakhir dan setiap makhluk dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya di dunia.
Demikianlah kira2 inti penjelasan Dr. Aad Rusyad Nurdin, SH, MKn atas ceramahnya menjelang berbuka puasa yang dilaksanakan Ikatan Kekeluargaan Alumni Notariat Universitas Indonesia dan Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan UI minggu lalu (3/6) di Kampus UI, Depok, Jawa Barat.
Aad yang juga pernah di Majelis Pengawas Daerah Notaris Depok itu sangat paham lika-liku profesi notaris, termasuk mengenai keluhan masyarakat mengenai perilaku notaris. Untuk itu, menurutnya, sebaiknya seluruh pihak yang terlibat dalam lembaga kenotariatan ini selalu saling mengingatkan bahwa setiap perbuatan di duni pasti nanti ada pertanggungjawabannya di hari akhir.
Acara berbuka puasa yang dilaksanakan Ika Notariat UI tersebut, menurut Ketuanya Dr. Agung Iriantoro, SH, MH adalah salah satu misi organisasi, yaitu “terdepan dalam ilmu dan karya”. Dalam acara ini, menurutnya, terkandung misi menambah ilmu agama serta prakteknya, yaitu mengasihi sesama.
Dalam acara ini panitia mengundang sekitar 80-an anak yatim sekitar kampus Fakultas Hukum UI, Depok.
Dalam acara itu hadir Ketua Program Magister Kenotariatan UI Dr. Drs. Widodo Suryandono, SH, MH, dosen Magister Kenotariatan UI Winanto Wiryomartani, SH, MH dan dosen lainnya serta puluhan pengurus Ika Notariat UI yang sebagian besar adalah notaris yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.