Di tengah belum jelasnya gambaran “masyarakat IPPAT” mengenai bakal calon yang akan diusulkan di dalam Kongres IPPAT mendatang, kejutan datang dari Tangerang, Banten. Alwesius, PPAT Tangerang ini, tak dinyana-nyana memproklamirkan diri atas kesediaannya dicalonkan sebagai bakal calon Ketua Umum IPPAT mendatang.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini agaknya tak kuasa menahan diri untuk menolak dorongan dan permintaan teman-temannya untuk bersaing di Kongres IPPAT mendatang. Dorongan ini juga, menurut dosen di beberapa perguruan tinggi ini, juga dipicu oleh oleh kondisi organisasi IPPAT yang memrihatinkan, seperti organisasi notaris.
Berikut ini tanya jawab medianotaris.com dengan Alwesius, SH.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini agaknya tak kuasa menahan diri untuk menolak dorongan dan permintaan teman-temannya untuk bersaing di Kongres IPPAT mendatang. Dorongan ini juga, menurut dosen di beberapa perguruan tinggi ini, juga dipicu oleh oleh kondisi organisasi IPPAT yang memrihatinkan, seperti organisasi notaris.
Berikut ini tanya jawab medianotaris.com dengan Alwesius, SH.
Medianotaris.com. : sehubungan dengan pernyataan Anda, bahwa Anda menerima saran teman-teman untuk dicalonkan menjadi Ketua Umum IPPAT, bisa ceritakan bagaimana persisnya?
Alwesius : ya, banyak pertanyaan yang disampaikan secara langsung oleh rekan-rekan PPAT mengapa Bang Alwe tidak maju sebagai Caketum dengan mengungkapkan berbagai alasan. Pertanyaan ini terutama dari mantan murid-murid saya yang tersebar di seluruh Indonesia, baik secara langsung pada saat ketemu muka maupun lewat BBM, SMS dll. Dorongan juga datang dari beberapa senior yang sudah jarang aktif di organisasi dan merasa sedih melihat kondisi PPAT termasuk Notaris yang saat ini ribut melulu.


Medianotaris.com : apa yang menjadi keyakinan Anda untuk bersedia dicalonkan menjadi ketua umum IPPAT?
Alwesius : Saya yakin karena banyak rekan-rekan yang mendukung.
Medianotaris.com : sejauh manakah tekad Anda memperjuangkan hal ini? apakah Anda nanti tidak mengundurkan diri saat pemilihan untuk memberi jalan pada calon lain?
Jawaban: nanti akan seperti air mengalir saja. Saya tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh. Biasa-biasa saja. Cukup dengan menyatakan saya akan maju dan memenuhi semua prosedur yang ditetapkan di dalam AD dan ART. Seperti lazimnya dalam proses pencalonan dan pemilihan, saya akan membentuk tim sukses yang loyal dan tidak bermain di dua kaki, serta tidak melakukan hal-hal yang menyimpang.
Selanjutnya karena saya diminta tentunya saya tidak akan mengundurkan diri dari pencalonan. Kecuali memang nantinya jumlah pendukung saya, saya rasakan tidak cukup memadai untuk terus maju.
Medianotaris.com : sejauh manakah tekad Anda memperjuangkan hal ini? apakah Anda nanti tidak mengundurkan diri saat pemilihan untuk memberi jalan pada calon lain?
Jawaban: nanti akan seperti air mengalir saja. Saya tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh. Biasa-biasa saja. Cukup dengan menyatakan saya akan maju dan memenuhi semua prosedur yang ditetapkan di dalam AD dan ART. Seperti lazimnya dalam proses pencalonan dan pemilihan, saya akan membentuk tim sukses yang loyal dan tidak bermain di dua kaki, serta tidak melakukan hal-hal yang menyimpang.
Selanjutnya karena saya diminta tentunya saya tidak akan mengundurkan diri dari pencalonan. Kecuali memang nantinya jumlah pendukung saya, saya rasakan tidak cukup memadai untuk terus maju.
Medianotaris.com : sudah sejauh manakah Anda mendapat gambaran tentang organisasi IPPAT, serta sejauh manakah sudah mendapat gambaran mengenai liku-liku mengelola organisasi PPAT ini, termasuk dalam hubungannya dengan BPN?
Alwesius : di dalam benak saya sekarang, memang harus dilakukan perubahan dalam sistem berorganisasi di dalam IPPAT, sehingga segala sesuatunya tidak bersifat sentralistik. Menurut saya untuk mengelola organisasi IPPAT dengan baik tentunya harus punya tim yang solid yang benar-benar mau mengabdi di organisasi untuk kepentingan anggota.
Dalam kaitannya dengan kerjasama dengan instansi lain, khususnya BPN, nantinya kepengurusan IPPAT harus bekerjasama dengan aparat mulai dari tingkat daerah sampai dengan tingkat pusat. Ini adalah agar antara PPAT dan BPN benar-benar saling menghargai, saling menghormati satu dengan yang lainnya dan saling bersinergi. BPN membutuhkan PPAT dan PPAT membutuhkan BPN.
Dalam kaitannya dengan kerjasama dengan instansi lain, khususnya BPN, nantinya kepengurusan IPPAT harus bekerjasama dengan aparat mulai dari tingkat daerah sampai dengan tingkat pusat. Ini adalah agar antara PPAT dan BPN benar-benar saling menghargai, saling menghormati satu dengan yang lainnya dan saling bersinergi. BPN membutuhkan PPAT dan PPAT membutuhkan BPN.
Medianotaris.com : apakah tujuan Anda untuk bersedia dicalonkan menjadi ketua umum IPPAT?
Alwesius : saya bersedia dicalonkan adalah bertujuan memenuhi kerinduan para PPAT yang ingin mempunyai organisasi yang kuat sehingga dapat melindungi dan mengayomi anggotanya dan dapat melakukan pembelaan bagi para anggota. Tujuan yang terakhir adalah membuat IPPAT maupun jabatan PPAT semakin berwibawa dan dihargai oleh semua pihak, baik dari dalam maupun dari luar.
Medianotaris.com : apakah janji Anda jika nanti terpilih?
Alwesius : IPPAT ke depan akan lebih baik dari hari ini.
Medianotaris.com : apa komentar Anda mengenai kongres IPPAT di Bandung?
Alwesius : mengecewakan. Tidak menghargai keberadaan para anggota yang begitu mencintai IPPAT, yang bersedia datang dari jauh untuk menghadiri Kongres guna memilih ketua umum demi kebaikan organisasi. Akan tetapi ternyata dari awal sudah didesain oleh pihak tertentu, yang seperti –maaf- “kentut” : tak terlihat tapi sangat tercium aromanya, agar terjadi deadlock, untuk tujuan tertentu.
Medianotaris.com : ceritakan pengalaman dan CV Anda secara singkat.
Alwesius : saya lulusan FHUI tahun 1981, Kandidat notaris dari Notariat FHUI tahun 1989, lulus MKn UI tahun 2003. Pekerjaan saya adalah sebagai Ketua Lembaga Pendidikan “INP” Jakarta sejak tahun 1987 sampai sekarang. Pernah menjadi asisten notaris di Notaris Roesnastiti Prayitno, Notaris Rachmat Santoso dan Arikanti Natakusumah dari tahun 1989 – 1999. Notaris-PPAT sejak tahun 1999, Dosen di FH Atmajaya, Jakarta sejak 2011, Dosen di MKn UI sejak 2013, Dosen di MKn UN Sebelas Maret, Solo sejak 2013.
Selain itu di organisasi, saya pernah di Ikatan Mahasiswa Notariat FHUI dan anggota PP IPPAT di bawah pimpinan Sri Rachma Chandrawati periode pertama, dan sebagai Wakil Ketua Pengda INI Kabupaten Tangerang.
Medianotaris.com : ceritakan pengalaman dan CV Anda secara singkat.
Alwesius : saya lulusan FHUI tahun 1981, Kandidat notaris dari Notariat FHUI tahun 1989, lulus MKn UI tahun 2003. Pekerjaan saya adalah sebagai Ketua Lembaga Pendidikan “INP” Jakarta sejak tahun 1987 sampai sekarang. Pernah menjadi asisten notaris di Notaris Roesnastiti Prayitno, Notaris Rachmat Santoso dan Arikanti Natakusumah dari tahun 1989 – 1999. Notaris-PPAT sejak tahun 1999, Dosen di FH Atmajaya, Jakarta sejak 2011, Dosen di MKn UI sejak 2013, Dosen di MKn UN Sebelas Maret, Solo sejak 2013.
Selain itu di organisasi, saya pernah di Ikatan Mahasiswa Notariat FHUI dan anggota PP IPPAT di bawah pimpinan Sri Rachma Chandrawati periode pertama, dan sebagai Wakil Ketua Pengda INI Kabupaten Tangerang.