Kinerja BPN Belum Berubah

 

Dukungan Theresia Ponto Untuk Syafran Sofyan

Nama Notaris Theresia Ponto, SH beberapa bulan lalu sempat terkenal dalam proses  peradilan  yang dialaminya di Papua sampai ia ditahan dan muncul gelombang unjuk rasa notaris. Munculnya gelombang unjuk-rasa para notaris hampir di banyak tempat di Indonesia merupakan reaksi solidaritas karena ada indikasi prosedur peradilannya bermasalah.
Akhirnya dalam kasus ini Theresia mendapatkan penangguhan penahanan dan tertolong dari akibat proses peradilan yang diduga bermasalah itu.
Siapa pun tahu, “aktor utama” di balik proses mediasi dan pendampingan terhadap Theresia, sampai munculnya reaksi besar para notaris itu adalah notaris Syafran Sofyan. Syafran kebetulan saat ini adalah calon Ketua Umum IPPAT yang akan bersaing di dalam Kongres IPPAT ke-6 Mendatang.
Berikut ini pendapat Theresia tentang Syafran dan dukungannya.

Medianotaris.com : menurut Anda hal-hal apa saja yang membuat Syafran Sofyan (SS) layak menjadi Ketua Umum IPPAT mendatang?
Theresia Ponto : Pak Syafran Sofyan layak untuk menjadi Ketum IPPAT, menurut saya disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
-perhatiannya akan anggota IPPAT sangat luar biasa terutama mengayomi anggota IPPAT dengan memberikan pendampingan bantuan hukum tanpa pernah meminta fee satu sen pun ;
-Hubungan Pak Syafran dengan instansi yang berkaitan dengan tugas jabatan PPAT telah terbukti dengan nyata dan baik ;  
-hubungan Pak Syafran dengan instansi penegak  hukum sudah terjalin dengan baik dan tidak perlu diragukan lagi  ;
-dengan anggota IPPAT ia tulus dan tidak memilih dan melihat latar belakang anggota tersebut artinya terhadap semua anggota dirinya bisa menjalin hubungan yang harmonis ;
-Kepribadiannya low profile, berjiwa pemimpin, tegas, punya prinsip, cerdas dan selalu bisa berbagi ilmu pengetahuan buat anggota IPPAT.

Medianotaris.com : menurut Anda, apa  kebutuhan anggota IPPAT yang mendesak sekarang ini, dan kebutuhan jangka panjang?
Theresia Ponto : kebutuhan anggota IPPAT yang sangat mendesak saat ini adalah adanya seorang pemimpin yang bisa berjuang dan mengayomi anggota dalam keadaan apapun terutama dalam keadaan terkena musibah hukum. Itu adalah karena saat ini profesi PPAT sedang diobok-obok oleh oknum penegak hukum  yang tidak mengerti akan tugas, fungsi, pekerjaan dan jabatan kita sebagai PPAT.  

Sedangkan kebutuhan anggota IPPAT untuk jangka panjang adalah perhatian Ketum IPPAT dan seluruh PP IPPAT dengan memberikan pembinaan dan pembelajaran pada masing-masing Pengwil dan Pengda dari Sabang sampai Merauke. Dalam hal ini agar  anggota diingatkan untuk bekerja dan menjalankan jabatan PPAT dengan penuh tanggung jawab, berpegang teguh pada prinsip, bekerja sesuai aturan yg berlaku. Terlebih itu PP IPPAT harus bisa memberikan contoh yg baik kepada anggota dalam hal menjalankan dan mentaati AD/ART IPPAT, tidak  menciptakan kubu-kubuan. Sehingga anggota bisa semakin kompak, harmonis dan bersatu saling bergandengan tangan serta merasa memiliki dan mencintai IPPAT sebagai satu organisasi yang solid.

Medianotaris.com : Sudahkah   IPPAT sekarang ini menjadi wadah yang seperti diharapkan anggotanya? Apakah IPPAT selama ini sudah menjadi wadah pembelajaran dan pembinaan PPAT dengan baik, atau hanya lebih banyak sebagai ajang kumpul-kumpul saja?
Theresia Ponto : saya Pribadi sebagai anggota IPPAT, juga sebagai Ketua Pengwil IPPAT Papua-Papua Barat dan juga sebagai anggota PP IPPAT selama masa kepemimpinan Ibu SRC dua periode sudah merasakan banyak perubahan yang terjadi walaupun hasilnya belum terasa maksimal dan belum sempurna menjadi wadah yang diharapkan anggota, tapi setidaknya lebih terasa ada perubahan dibandingkan PP IPPAT sebelumnya.
IPPAT selama ini masih belum sempurna menjadi wadah  pembelajaran dan pembinaan kepada Anggota. Untuk itu  saya harapkan Ketum IPPAT yang baru  lebih gigih dan lebih aktif memberikan pembelajaran dan pembinaan untuk anggotanya. Hal ini mengingat banyaknya niat buruk dari para pihak yang secara nyata dan jelas melakukan perbuatan  melanggar hukum dan tanpa kita sadari menyeret diri kita sebagai pesakitan.

Medianotaris.com :  apakah IPPAT sudah berfungsi baik sebagai wadah organisasi dalam berhubungan dengan instansi lain, seperti BPN?
Theresia Ponto : saya rasa IPPAT sudah berusaha dengan baik untuk menjalin hubungan dengan instansi BPN. Tapi hasil yang diharapkan belum tercapai secara maksimal dimana masih banyaknya keluhan para PPAT. Keluhan itu  terutama  dalam menghadapi kinerja BPN yang belum berubah dan khususnya kami di Papua masih banyak menghadapi kendala walaupun sudah berusaha mengadakan pendekatan yang baik dengan BPN.
Kita harapkan Ketum yang baru bisa lebih gigih dan terus berjuang menciptakan iklim dan hubungan yang lebih harmonis dengan BPN. Sehingga PPAT dan BPN bisa bersatu saling bergandengan tangan memberikan pelayanan publik di bidang pertanahan demi untuk kepastian hukum bagi rakyat Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top