Banyak Kontribusi yang Bisa Diberikan, Lawyer Ternama Ini Maju Calon Ketua ILUNI FHUI

Mendirikan Masyarakat Transparansi Indonesia

Dalam perhelatan Pemilihan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Iluni FHUI) 2015 ini salah satu calon adalah Fikri. Pendiri Firma Hukum Assegaf Hamzah & Partners, Ahmad Fikri Assegaf ini datang untuk bertarung dalam  Pemilihan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI) 2015-2018.  

Pencalonan ini disampaikan oleh Fikri sebagai bentuk kontribusinya kepada almamater. “Waktu itu ada teman-teman yang datang menanyakan dan meminta saya untuk maju. Setelah dipikir-pikir rasanya kok egois ya kalau saya nggak mau meluangkan waktu saya untuk kampus sendiri,” jawab mahasiswa FHUI angkatan 1986 ini saat ditanya bagaimana cerita awal pencalonannya.

Kegiatan Fikri memang tidak terhitung banyaknya. Selain  sebagai lawyer yang telah diakui oleh dunia internasional, Fikri juga dikenal sebagai pegiat anti korupsi dan memiliki concern yang besar akan kemajuan pendidikan dan pembangunan hukum di Indonesia. Hal ini dibuktikan dari sepak terjangnya selama karirnya.

Tak lama berselang setelah era reformasi, Fikri bersama-sama tokoh lainnya mendirikan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Bersama dengan rekan-rekannya Fikri mengajak tokoh-tokoh besar seperti Erry Riyana, SBY, dan Boediono, yang dinilai memiliki pemikiran terbuka untuk perubahan saat itu, untuk bersama-sama membangun negeri melalui MTI.

Kemudian bersama Arief Soerowidjojo, Bivitri Susanti, Hamid Chalid, dan Aria Suyudi, Fikri juga membangun Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) – lembaga yang memiliki kerja-kerja di bidang penelitian dan advokasi – dan berlanjut ke pendirian www.hukumonline.com, penyedia jasa informasi hukum, di tahun 2000.

“Kita dulu mikirnya gini, dulu reformasi kan semua orang ngomong hukum tapi ngga ada yang ngerti hukum sebenarnya. Nah, jadi bagaimana kita bisa kawal reformasi ini dengan menyajikan berita hukum yang benar. Menganalisis, terus memberikan inspirasi ke orang. Memberikan ide supaya orang bisa paham konteks hukumnya, supaya dia bisa berbicara dengan benar,” tutur Fikri.

Kini, lulusan S2 dari Cornell Law School ini ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi panitia seleksi anggota Komisi Yudisial, dan sejak 2013 ia dipercaya menjadi anggota komite pengawas untuk proyek pelabuhan baru Jakarta.

Demi kemajuan pendidikan hukum pun, Fikri yang awalnya bercita-cita menjadi dosen dan pernah mengenyam pengalaman sebagai asisten Guru Besar FHUI Prof. Erman Radjagukguk, juga mendirikan Indonesia Jentera School of Law (IJSL) bersama banyak tokoh hukum Indonesia. Fikri aktif mengajar dan membagikan ilmunya pada mahasiswa di sekolah hukum non profit ini.

Melihat begitu banyaknya kegiatan Fikri, pertanyaan serupa datang banyak kerabatnya, mau ngapain lagi maju? Mengusung visi “mewujudkan ILUNI FHUI sebagai organisasi yang memberikan manfaat sebesar-besarnya serta berkelanjutan bagi almamater FHUI dan Indonesia” Fikri percaya ILUNI FHUI punya peran yang signifikan.

“Dengan iklim ekonomi yang sudah bagus saat ini, profesi hukum jadi yang paling pertama ditanyakan untuk memberi pertimbangan dan dimintai tanggapan untuk hal-hal yang dianggap sangat penting. Bayangkan peran kita sarjana hukum di berbagai profesi. Ketika kita berkumpul, dengan berbagai tingkat senioritas, itu betapa banyak yang bisa kita lakukan bersama,” pungkas Fikri.

Untuk mendukung visinya tersebut, Fikri mengusung tiga program utama yakni pendataan alumni melalui penyusunan direktori alumni digital yang dipercaya sebagai kebutuhan pokok ILUNI FHUI dalam melayani anggotanya; melakukan aksi penggalan kontribusi untuk mendorong kepedulian alumni; dan mengadakan berbagai diskusi antar alumni juga mendukung peningkatan kualitas junior-junior FHUI yang masih duduk di bangku kuliah.

Satu hal yang menjadi andalan Fikri adalah pengembangan aplikasi mobile ILUNI FHUI yang dapat dimanfaatkan oleh alumni juga mahasiswa dan kampus.

Dalam aplikasi tersebut terdapat banyak fitur di antaranya fitur database fitur ‘dekat saya’ untuk mendeteksi alumni FHUI berdasarkan tempat kerja yang didaftarkannya, fitur berita mengenai update kegiatan ILUNI FHUI, dan fitur dukung yang akan memudahkan alumni untuk berkontribusi dan bermanfaat untuk sekitarnya.

Bagi Fikri, berbuat sesuatu haruslah yang dapat memberi manfaat kepada banyak orang. Hidup itu adalah tentang berkontribusi dan memberi dampak sebesar-besarnya. Itu lah yang diyakini Fikri. Sama halnya juga tagline yang ia gaungkan dalam pencalonannya sebagai Ketua ILUNI FHUI, “it`s not about me running, it`s about contributing to my alma mater.”

Sejauh ini kontribusi Fikri terhadap kampus secara nyata dapat dilihat dari dukungannya terhadap kegiatan kemahasiswaan. Di bawah yayasan AHP yang dibuatnya, Fikri banyak menjadi sponsor mahasiswa FHUI yang mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional. Fikri pun sering menjadi pembicara dalam berbagai seminar dan workshop yang diadakan mahasiswa. Selain itu, yayasan AHP juga berkontribusi dalam renovasi Ruang Dosen Hukum Tata Negara.

Ke depan, lewat program yang sudah dirancangnya ini, Fikri berharap dapat menghimpun kontribusi dan memberi manfaat lebih banyak lagi bersama dengan ribuan alumni FHUI lainnya.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top