1. Menjawab kritik yg ada terhadap kepngurusan IPPAT yg menyatakan bahwa selama ini msh banyak permasalahan PPAT yg tidak teratasi dan dinilai belum banyak menjalankan program. Bagaimana tanggapan anda selaku salah satu pengurus? Apa yg sudah dilakukan pengurus?
1. Sebagaimana yang kita ketahui bersama PP IPPAT menjalankan program berdasarkan konstitusi yang ada pada AD/ART hasil kongres ke 5 di Bali pada tahun 2010, dimana telah banyak program kerja dan upaya yang dilakukan pada 6 bulan terakhir ini antara lain :
1. Pelaksanaan pra kongres yang dilakukan di bulan Oktober 2013 di Jakarta.
2. Bekerjasama dengan Polri untuk membuat nota kesepahaman antara PP IPPAT dan Polri dalam rangka penegakan hukum dalam profesi PPAT.
3. Koordinasi secara aktif dengan kepala BPN dan jajarannya dalam rangka penguatan peran PPA sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan.
4. Berkontribusi secara aktif dalam rangka penguatan dan penyempurnaan RUU Pertanahan dengan membentuk tim untuk memberikan kontribusi dalam DIP.
5. Koordinasi secara aktif dengan SC ataupun OC Kongres ke-6 IPPAT di Bandung
Saya dapat memahami bahwa masih banyak agenda-agenda program kerja lainnya yang masih perlu dilanjutkan terutama program kerja yang akan terkait langsung dengan peningkatan kualitas SDM dan dukungan IPPAT bagi para anggotanya, dan kedepan saya mengharapkan peran serta aktif dan manfaat organsisasi IPPAT bagi semua para stakeholders nya akan dapat secara signifikan ditingkatkan.
2. Bagaimana tanggapan anda tentang belum diselenggarakannya 12 konferwil atau belum dilantik? Apakah yg terjadi sebetulnya? Ini penyebabnya apa dan salah siapa?
2. Kita mengetahui bersama bahwa tiap-tiap wilayah dan daerah terdapat juga pengurus wilayah dan pengurus daerah.
Mengenai konferwil, sesuai amanat ART untuk masing-masing wilayah dapat menyelenggarakannya dengan berkoordinasi PP IPPAT.
Belum atau tidak terlaksananya konferwil tiap wilayah atau daerah lebih mengetahui mengapa konferwil tidak dilaksanakan dengan argumentasi dan alasan masing-masing, antara lain mungkin saja pengurus lama dianggap baik oleh wilayahnya untuk melanjutkan semua program wilayahnya sehingga dianggap belum atau tidak perlu untuk melaksanakan konferwil, akan tetapi menurut hemat saya seyogyanya untuk dapat menuju organisasi yang professional dan tertib administrasi maka konferwil dapat dilaksanakan sesuai dengan amanat ART IPPAT walaupun nantinya merupakan pengesahan kelanjutan pengurus lama yang kinerjanya dianggap baik oleh para anggotanya. Hal ini dapat menjadi bentuk upaya tertib administrasi dan pengembangan proses demokrasi yang diharapakan dapat berjalan baik di organisasi IPPAT.
Setahu saya bicara konferwil, 16 daerah telah menyelenggarakan dan Lampung termasuk penyelenggara Konferwil pertama pada periode kepengurusan PP IPPAT 2010-2013.
Idealnya saat ini kita lebih melihat bagaimana berkonsolidasi dalam menyelenggarakan kongres di Bandung, bilamana terdapat hal-hal yang belum memuaskan terhadap kinerja organisasi, oleh karenanya kedepan kita dapat segera menginventarisasi persoalan yang ada dan dapat segera ditindak lanjuti oleh pengurus periode berikutnya.
3. Selain itu kritik muncul mengenai masih banyaknya permasalahan di kantor pertanahan di mana PPAT msh sering menemui kendala dalam bekerja ketika berhubungan dg petugas kantor pertanahan, dan ini dianggap sebagai salah satu kegagalan IPPAT dalam melindungi anggotanya. Komenta anda?
3. jumlah Kantor Pertanahan di Indonesia lebih dari 400, sedangkan PPAT aktip berjumlah 10.500 dan ALB 2500, oleh karenanya adanya dinamika pekerjaan pada profesi ini merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dihindari, akan tetapi perlu diupayakan terobosan-terobosan baru untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat dan stakeholder lainnya. Dilain pihak, BPN sebagai partner kerja IPPAT pun telah melakukan berbagai upaya dalam membangun paradigma kinerja BPN baru melalui:
1. percepatan pelayanan publik yang dilakukan dalam bentuk one day service, ada pelayanan malam hari dan pelayanan 7 menit, pada 4 pelayanan BPN saat ini yaitu cek, BBN, Roya dan HT (5 hari).
2. pelayanan yang berbasis IT.
3. Reward and punishment terhadap karyawan BPN yang pantas untuk menerimanya.
PP IPPAT telah melakukan koordinasi dan peningkatan SDM PPAT, baik dengan BPN dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat dan mempercepat serta meningkatkan kemampuan SDM PPAT melalui Upgrading, training, dll.
Oleh karenanya, saya melihat bahwa seyogyanya semua kepengurusan organisasi IPPAT mulai dari Pengda, Pengwil dan PP juga dapat terus berbuat secara maksimal bagi kepentingan anggotanya baik dengan membangun komunikasi secara aktif untuk semua anggotanya dan meningkatkan kerjasama kesepemahaman yang baik dengan kantor Pertanahan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan IPPAT menyelenggarakan acara bersama untuk dapat memberikan reward atau penghargaan bagi kantor Pertanahan dan anggota IPPAT yang telah menunjukkan kinerja terbaik agar dapat menjadi parameter untuk kantor Pertanahan dan anggota IPPAT lainnya.
4. Untuk masa mendatang bagaimana nanti sebaiknya IPPAT dijalankan agar profesi PPAT bisa berjalan dg baik dan maju?
4. Kedepan diharapakan ketua organisasi IPPAT dapat melakukan beberapa upaya taktis dan strategis yang menjadi prioritas dalam membangun IPPAT yang lebih baik melalui:
1. rekonsiliasi besar-besaran terhadap organisasi IPPAT, sehingga semua kelompok dapat secara bersama-sama membangun organisasi IPPAT yang lebih profesional sehingga kita semua secara kolektif dengan berbagai kompetensi, kapasitas dan kapabilitas tiap angota IPPAT dapat bekerjasama dan membangun IPPAT baru,IPPAT bersatu dan IPPAT yang berpihak kepada anggota.
2. Berupaya menjalankan dan mengevaluasi semua program kerja yang termuat pada AD/ART baik dengan meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait, dengan meningkatkan kemampuan SDM PPAT, dan dapat menjadi representative kepentingan anggota, serta dapat memberikan pelayanan yg terbaik untuk masyarakat.
Diharapkan dengan menjalankan upaya-upaya diatas, maka program kerja organisasi dapat dilaksanakan dengan semangat kebersamaan untuk menciptakan organisasi IPPAT yang capable dan professional.
5. apa tanggapan anda mengenai keberatan para pengurus wilayah IPPAT atau anggota tertentu terhadap hasil prakongres? Apakah kongres nanti akan mengakomodasi keberatan ini dan membuka kembali hasil verifikasi?
5. Dinamika organisasi merupakan inidikasi yang baik berjalannya proses demokrasi. Saya melihat upaya tim verifikasi untuk mewujudkan dan mengakomodasi keinginan para anggotanya telah dilakukan sebagai bentuk pengejawantahan AD/ART IPPAT. Berbagai upaya yang telah dioptimalkan dan dapat dimaklumi bahwa hasil pra kongres tersebut masih belum dapat memuaskan semua kepentingan anggota IPPAT yang ada. Secara pribadi, saya melihat bahwa hasil keputusan bersama dari tim verifikasi yang merupakan representative dari seluruh anggota IPPAT dalam upaya nya mensukseskan kongres di Bandung dapat kita teruskan dalam rangka menuju organisasi IPPAT yang lebih baik ke depan.
Hasil laporan tim verifikasi sudah di teruskan kepada 28 pengurus wilayah, hasil laporan ini dapat ditelaah kembali agar dapat diketahui secara obyektif terhadap hasil tim verifikasi.
Sehingga kita perlu memikirkan langkah-langkah strategis ke depan untuk dapat memberikan solusi yang lebih baik terhadap berbagai persoalan anggotanya dan bagaimana kita dapat meningkatkan rasa memiliki dan kebersamaan terhadap organisasi yang kita cintai ini.
6. Atas keadaan ini (nomor 5) apakah pesan anda terhadap seluruh anggota IPPAT dalam menghadapi kongres mendatang?
6. – Mari seluruh rekan-rekan PPAT se-Indonesia kita berpatisipasi dan berperan aktif melaksanakan kongres untuk menghasilkan kepengurusan yang mendapat legitimasi dari semua anggota
– saatnya kita melupakan perbedaan di organisasi kita dan mnciptakan semangat kebersamaan untuk membangun organisasi yang berpihak kepada anggota
– lakukan pilihan dlm kongres secara cerdas, sehingga organisasi ini dapat bekerja secara maksimal dalam mewakili kepentingan anggota dan masyarakat.
<!–[endif]–>
</body–>