Eddy Suseno
Irjen Kementerian Perdagangan dan Ketua Ikatan Kekeluargaan Notariat UI
Eddy Suseno adalah “penggemar setia” UI. Bapak yang tutur katanya sangat “Jawa” ini alumni Fakultas Hukum UI, Notariat UI (CN) dan MKn. UI. Sehingga Ia tidak asing lagi buat civitas akademika Fakultas Hukum UI sejak lama. Tak terlalu mengejutkan kalau Ia akhirnya didaulat teman-temannya alumni pendidikan notariat untuk memimpin organisasi alumni notariat UI, walau sebelumnya ada calon kuat lainnya yaitu Harun Kamil dan Arikanti.
Eddy adalah pejabat karir di Kementerian Perdagangan RI. Saat ini Eddy menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan RI. “Jabatan” barunya sebagai Ketua Ikatan Alumni Kenotariaatan UI (IKA Notariat UI) memberikannya lingkungan baru yang berbeda dengan profesi kesehariaannya sebagai pejabat pemerintah. Agak unik memang, seorang pejabat pemerintahan mengomando organisasi alumni pendidikan notariat yang sama sekali lingkungannya berbeda dengan pekerjaan sehari-hari.
Di lingkungan pemerintah Ia sudah terbiasa dengan segala formalitas dan urusan negara dengan tanggungjawab besar untuk umum, sementara itu di IKA Notariat Ia ditantang untuk melakukan kerja sosial di antara teman-temannya sesama alumni kenotariaatan. Kemudian, nah ini dia, dia harus kreatif dan memiliki visi jauh ke depan tidak seperti pegawai negeri yang bekerja sesuai petunjuk atasannya.

Di organisasi para alumni kenotariaatan UI, organisasi yang baru dikukuhkan kembali (karena dulu pernah ada tapi tidak jelas keberadaan kegiatannya) Februari lalu para alumni pendidikan notariat UI sejak dulu sampai kini, bisa menggiatkan diri dalam berorganisasi untuk memperkuat eksistensi profesinya dan berbuat untuk sesama anggota.
Belajar masalah kenotariaatan bagi seorang pejabat negara seperti Eddy ini penting dalam menjalankan tugas sehari-hari. Pengalaman Eddy sebagai pegawai negeri dan menjadi inspektur di |Kementerian Perdagangan membuktikan bahwa ilmu kenotariaatan, yang pada dasarnya adalah hukum keperdataan, sangat membantu pelaksanaan tugas. Sebagai contoh, ilmu ini sangat dibutuhkan ketika kita berurusan dengan surat-surat atau akta dan masalah pajak. Malahan, selain sangat membantu pelaksanaan tugas-tugas sehari-hari, ilmu kenotariaatan atau hukum perdata ini menjadikan situasi kerja makin menarik dan tidak membosankan.
Sebagaimana kita ketahui, pekerjaan di birokrasi pemerintahan seringkali menjebak pejabatnya ke dalam rutinitas yang membosankan sehingga sulit melakukan kreativitas akibat aturan dan lingkungan kerja itu sendiri.
Menurut Eddy ilmu kenotariaatan yang dipelajari ini sudah tentu suatu saat nanti kalau Ia sudah purna-tugas akan berguna kalau, misalnya, saya ingin menjadi notaris, pegawai kantor notaris atau praktisi hukum. Kini dengan usia 57 tahun Eddy mesti siap-sap, 3 tahun lagi pensiun dan akan mendarmabaktikan ilmu kenotariatannya untuk masyarakat.
Organisasi alumni notariat
Menurut Eddy ikatan alumni pendidikan kenotariaatan merupakan sarana penting untuk mengabdi kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat notaris. Organisasi ini harus mengedepankan visi keilmuannya dan pengabdiannya bekerja untuk masyarakat almuni notariat, termasuk masyarakat notaris. Ini penting didahulukan. Makanya organisasi yang dipimpinnya ini bermotto “ Terdepan dalam Ilmu dan Karya.” Selanjutnya organisasi ini sudah tentu merupakan sarana untuk komunikasi antar alumni untuk membina kekeluargaan dan sebagainya.
Eddy juga ingin agar organisasi alumni notariat senantiasa memberikan “sesuatu” buat masyarakat, khususnya kalangan masyarakat alumni notariat yang notaris maupun bukan. Sehingga keberadaan perkumpulan ini memiliki manfaat, bukan cuma untuk kumpul-kumpul tanpa hasil.
Salah satu bentuk pengabdian organisasi ini adalah untuk mewujudkan jaringan yang kuat antar alumni. Khususnya hubungan antara lulusan C.N., Sp.N, dan M.Kn. Nah, untuk ini mereka membuat Koperasi Ikatan Notariat UI atau KOPINAKU untuk melakukan urusan kependataan anggota atau alumni. Semua anggota Ikatan Kekeluargaan Notariat UI diharapkan masuk ke dalam anggota koperasi ini.
Dengan kegiatan dan hasil pemikiran yang nyata yang akan dan sedang dilakukan, seluruh lulusan notariat UI diharapkan akan melihat manfaat positif organisasi ini. Pada akhirnya diharapkan, setelah mengetahui manfaat dan kegiatan organisasi ini, mereka akan tergerak sendiri untuk masuk ke dalam organisasi ini, kata Eddy.
Apalagi menurutnya, organisasi ini juga membentuk lembaga konsultasi dan bantuan hukum untuk alumni notariat UI yang mungkin ingin memanfaatkannya, atau mungkin suatu saat mendapatkan masalah hukum. Melalui lembaga ini akan menolong alumni notariat UI baik yang menjadi notaris atau bukan, untuk mengatasi permasalahan hukum yang dihadapinya.

Lembaga ini perlu dibentuk untuk mengamankan alumni notariat yang terkena masalah ketika bekerja sebagai notaris atau tidak. Sebagaimana kita ketahui, tidak sedikit rekan-rekan notaris terkena masalah hukum ketika bekerja sehingga memaksa dirinya mencari bantuan hukum. Untuk lembaga ini diserahkan kepada Pieter E. Latumeten, anggota dan dosen di Mkn UI, untuk mengelolanya.
Selain itu ikatan notariat UI juga memiliki program kerja mendesak yang harus dikerjakan menyangkut kepentingan anggota, yaitu pendidikan untuk calon notaris, pendidikan tambahan untuk notaris yang berkenaan dengan resiko pekerjaan dan tatakerja. Program pendidikan seperti ini juga diselenggarakan untuk masyarakat umum.