Acara Donor Darah di Bali
Bara persaingan kelompok pengurus Ikatan Notaris Indonesia (INI) di bawah Adrian Djuaini dengan pengurus INI di bawah Sri Rachma Chandrawati makin menganga. Makin panas dan tidak mungkin ditutup-tutupi dengan dipendam-pendam. Semula banyak pihak membiarkan perbedaan kelompok ini minta dibiarkan saja agar selesai alamiah. Tidak usah ribut-ribut agar tidak menderai “pangkat” notaris yang bermartabat. Tapi rasanya tidak mungkin, justru bara yang tidak tampak itu makin lama makin membakar dan siap membakar semuanya. Justru dengan membiarkan masalah ini tidak diselesaikan, akan mempersulit kondisi organisasi ini.
Seperti kita ketahui kepengurusan INI Adrian yang bermarkas di Perkantoran Roxy, Jakarta Pusat lebih banyak menjadi pembicaraan karena akan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Denpasar pada 23 Mei mendatang. Tampaknya mereka sangat siap menyelenggarakan KLB dengan berbagai upaya, termasuk rapat-rapat persiapan, dan juga mengumumkan undangan terbuka melalui koran nasional 22 April lalu.
Nun di seberang sana kelompok pengurus INI di bawah Sri Rachma yang tadinya tampak “diam-diam”, kini sudah mulai menggalang dan mengonsolidasikan pengikutnya. Bak aba-aba perang, genderang perang sudah mulai ditabuh untuk memenangkan persaingan berebut pengaruh dan legitimisi. INI yang bermarkas di Hang Tuah, Kebayoran Baru ini tak mau kalah. Mereka mulai mengadakan Konferensi Wilayah pertama di Semarang, Jawa Tengah yang telah menghasilkan pengurus wilayah INI Jawa Tengah dengan Ketua Pengwilnya Aris Widhi Hidayat, S.H., Sp. N.. Widhi dan kawan-kawan kini sedang mengadakan konsolidasi ke daerah-daerah di Jawa Tengah, dan melakukan harmonisasi dengan instansi terkait terutama kepada Kanwil.
Seperti kita ketahui kepengurusan INI Adrian yang bermarkas di Perkantoran Roxy, Jakarta Pusat lebih banyak menjadi pembicaraan karena akan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Denpasar pada 23 Mei mendatang. Tampaknya mereka sangat siap menyelenggarakan KLB dengan berbagai upaya, termasuk rapat-rapat persiapan, dan juga mengumumkan undangan terbuka melalui koran nasional 22 April lalu.
Nun di seberang sana kelompok pengurus INI di bawah Sri Rachma yang tadinya tampak “diam-diam”, kini sudah mulai menggalang dan mengonsolidasikan pengikutnya. Bak aba-aba perang, genderang perang sudah mulai ditabuh untuk memenangkan persaingan berebut pengaruh dan legitimisi. INI yang bermarkas di Hang Tuah, Kebayoran Baru ini tak mau kalah. Mereka mulai mengadakan Konferensi Wilayah pertama di Semarang, Jawa Tengah yang telah menghasilkan pengurus wilayah INI Jawa Tengah dengan Ketua Pengwilnya Aris Widhi Hidayat, S.H., Sp. N.. Widhi dan kawan-kawan kini sedang mengadakan konsolidasi ke daerah-daerah di Jawa Tengah, dan melakukan harmonisasi dengan instansi terkait terutama kepada Kanwil.

Menurut Humas PP INI Priyatno Pujakesuma, S.H., Sp. N. Konferensi Wilayah (Konferwil) pertama kepengurusan PP INI di bawah Sri Rachma diselenggarakan sesuai amanat kongres organisasi yang tertuang di dalam AD/ ART. Menurut AD/ ART INI kepengurusan yang terbentuk diharuskan melaksanakan Konferwil selambatnya 6 bulan, yang nantinya diikuti Konfer daerah (Konferda). Jadi dengan demikian, Ia menampik bahwa Konferwil ini diadakan untuk menandingi kegiatan KLB di Denpasar Mei mendatang. Bahkan Ia menampik kalau kegiatan Konferwil ini adalah untuk menunjukkan eksistensi INI Sri Rachma. Katanya, “Kami tidak perlu menunjukkan eksistensi kami.”
Menurutnya PP INI di bawah Sri Rachma sudah jauh-jauh hari mengagendakan semua ini untuk melaksanakan amanat organisasi Dalam Konferwil pertama ini Sri Rachma Chandrawati dan Sekretaris Umum Hapendi Harahap beserta sekitar 50 orang PP INI lainnya menghadiri acara ini dengan memberikan dukungan sekaligus mengesahkan Pengwil Jawa Tengah yang baru dibentuk. Sri Rachma berharap agar anggota di daerah mendukung kegiatan PP dan bekerjasama dengan baik.
Sebelum acara pemilihan, Panitia menyelenggarakan Up Grading yang membahas permasalahan hukum dalam praktek notaris, sebagai pemateri antara lain, Ketua Bidang Peraturan Perundang-undangan PP INI Dr. Yunirman Rijan, SH., MH., M.Kn dan Alwesius, SH., MH.
Setelah di Semarang, INI Sri Rachma mulai Mei mendatang akan diadakan Konferwil-konferwil lain, yaitu Medan, Lampung dan Banten. Bahkan rencananya pada 24 Mei, bersamaan dengan waktu penyelenggaraan KLB INI Roxy, PP INI Hang Tuah ini juga menyelenggarakan “kongres” sendiri dengan agenda “Rapat Pleno Yang Diperluas” di Jakarta. Jadi pada hari yang sama tersebut “INI Adrian” dengan “INI Sri Rachma Chandrawati” masing-masing mengadakan acara penting dan ber”kongres” sendiri-sendiri…
Bali Oke, Jakarta Oke
Sementara itu seminggu sebelumnya, 12 April Ketua PP INI Adrian Djuaini dan jajarannya serta para Pengurus Wilayah INI (Pengwil INI) menyelenggarakan rapat persiapan KLB di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta. Beberapa Ketua Pengwil yang dihubungi medianotaris.com menyatakan bahwa KLB di Bali merupakan satu-satunya jalan keluar permasalahan INI sehingga kembali berjalan dengan baik dan menjadi organisasi yang bermartabat. Di antara yang dihubungi medianotaris.com adalah Ketua Pengwil Yogyakarta Tri Agus Heryono, Ketua Pengwil Sulawesi Selatan Ahmad Yulias, dan Sekretaris Pengwil Lampung Helmi.
Menurut Pengurus PP INI Syafran Sofyan persiapan KLB di Denpasar sudah oke. Rekomendasi perijinan di tingkat lokal sudah tidak ada masalah, dan sementara ini untuk rekomendasi dari Mabes Polri sedang dalam proses. Hal ini juga sudah dikonfirmasi medianotaris.com kepada Ketua Pengwil Bali I Busti Ngurah Agung Diatmika yang juga hadir di Royal, bahwa Bali siap menyelenggarakan acara penting ini demi suksesnya KLB.
Menurut Ngurah ketika dihubungi di Hotel Royal mengatakan bahwa dukungan 24 pengurus wilayah merupakan semangat baru untuk mendukung KLB. Menurutnya panitia di Bali sudah siap seratus persen untuk menyukseskan acara ini. Ia menambahkan bahwa dalam KLB ini panitia tidak memperhitungkan untung-rugi dalam menyelenggarakan acara ini. Soal keuntungan materi dari penyelenggaraan KLB, bukan merupakan tujuan panitia, katanya. Tujuan utama adalah untuk menyukseskan program organisasi, tambahnya, seraya menyatakan bahwa nanti selain KLB juga akan diadakan acara bakti sosial berupa donor darah dan lain-lain.
Menurut koordinator organisasi PP INI Roxy Ismiati Dwi Rahayu, S.H. , Sp. N. Panitia telah mempersiapkan segala kemungkinan terutama apabila ada usaha dari sementara pihak yang bermaksud menggagalkan KLB. Deadlock bisa terjadi jika ada pihak-pihak yang memaksakan kehendak di luar aturan yang ada yaitu AD/ ART dan peratutan perkumpulan. Untuk itu Ismi berharap agar para peserta kongres mengedepankan kepentingan anggota untuk bersama-sama menghasilkan Keputusan yang terbaik bagi organisasi.
Menurut Ismi KLB di Bali diharapkan mampu mengakhiri kemelut di tubuh INI dan memberikan legitimasi kepengurusan INI mendatang di tangan siapapun yang terpilih sebagai ketua umum nantinya. Untuk itu Ia juga mengingatkan agar amanat Pra Kongres harus dipersiapkan dengan baik sebelum pelaksanaan KLB, seperti misalnya rekomendasi-rekomendasi yang harus selesai sebelum kongres dilaksanakan. Salah satu rekomendasi yang harus selesai sebelum KLB adalah rekomendasi lainnya yang harus ditindaklanjuti oleh Dewan Kehormatan Pusat (DKP), karena hal ini akan dipertanggungjawabkan di depan Kongres. Rekomendasi tersebut adalah mengenai dugaan pelanggaran AD/ ART terhadap pihak tertentu pada kongres sebelumnya.
Menurut Ketua Pengurus Wilayah Nusa Tenggara Barat Azis Saleman, S.H., KLB di Denpasar tidak ada dasarnya karena untuk menyelenggarakan KLB harus berdasarkan pada pasal 21 ART. Menurut aturan ini KLB harus diselenggarakan melalui usulan dari anggota di bawah melakukan konferda luar biasa. Untuk ini kita masing-masing bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah melakukan konferda luar biasa untuk mengusulkan KLB, tanyanya.
Nah, sambungnya, setelah mengusulkan KLB melalui konferda luar biasa, diadakanlah rapat konferwil untuk membicarakan hal ini. Saya tanya lagi, sudah kita mengadakan konferwil luar biasa untuk mengusulkan KLB, tanya lagi. Jika sudah diusulkan lewat konferwil, barulah KLB. Ini yang benar, katanya.
Selain itu, kata Azis, KLB dilaksanakan juga atas persetujuan separo dari seluruh anggota INI. Jadi bila anggota INI ada 12 ribu, maka sekurang-kurangnya 6 ribu anggota menyetujui KLB. Sudahkah ini dilakukan, lanjutnya.
Jadi bila INI di bawah Sri Rachma Chandrawati sudah mulai mengadakan Konferwil di wilayah-wilayah dan membentuk satu demi satu Pengwil di seluruh Indonesia, sementara INI di bawah Adrian Djuaini pada 23-24 Mei akhirnya sukses mengadakan KLB dan memilih ketua umum dan pengurus serta mengadakan Konferwil juga, dua-dua makin kuat dan kompak menjadi pengurus INI : kembar? Kalau Bali Oke, Jakarta juga oke. Nantikan tulisan berikutnya.
Menurutnya PP INI di bawah Sri Rachma sudah jauh-jauh hari mengagendakan semua ini untuk melaksanakan amanat organisasi Dalam Konferwil pertama ini Sri Rachma Chandrawati dan Sekretaris Umum Hapendi Harahap beserta sekitar 50 orang PP INI lainnya menghadiri acara ini dengan memberikan dukungan sekaligus mengesahkan Pengwil Jawa Tengah yang baru dibentuk. Sri Rachma berharap agar anggota di daerah mendukung kegiatan PP dan bekerjasama dengan baik.

Sebelum acara pemilihan, Panitia menyelenggarakan Up Grading yang membahas permasalahan hukum dalam praktek notaris, sebagai pemateri antara lain, Ketua Bidang Peraturan Perundang-undangan PP INI Dr. Yunirman Rijan, SH., MH., M.Kn dan Alwesius, SH., MH.

Bali Oke, Jakarta Oke
Sementara itu seminggu sebelumnya, 12 April Ketua PP INI Adrian Djuaini dan jajarannya serta para Pengurus Wilayah INI (Pengwil INI) menyelenggarakan rapat persiapan KLB di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta. Beberapa Ketua Pengwil yang dihubungi medianotaris.com menyatakan bahwa KLB di Bali merupakan satu-satunya jalan keluar permasalahan INI sehingga kembali berjalan dengan baik dan menjadi organisasi yang bermartabat. Di antara yang dihubungi medianotaris.com adalah Ketua Pengwil Yogyakarta Tri Agus Heryono, Ketua Pengwil Sulawesi Selatan Ahmad Yulias, dan Sekretaris Pengwil Lampung Helmi.



Menurut koordinator organisasi PP INI Roxy Ismiati Dwi Rahayu, S.H. , Sp. N. Panitia telah mempersiapkan segala kemungkinan terutama apabila ada usaha dari sementara pihak yang bermaksud menggagalkan KLB. Deadlock bisa terjadi jika ada pihak-pihak yang memaksakan kehendak di luar aturan yang ada yaitu AD/ ART dan peratutan perkumpulan. Untuk itu Ismi berharap agar para peserta kongres mengedepankan kepentingan anggota untuk bersama-sama menghasilkan Keputusan yang terbaik bagi organisasi.
Menurut Ismi KLB di Bali diharapkan mampu mengakhiri kemelut di tubuh INI dan memberikan legitimasi kepengurusan INI mendatang di tangan siapapun yang terpilih sebagai ketua umum nantinya. Untuk itu Ia juga mengingatkan agar amanat Pra Kongres harus dipersiapkan dengan baik sebelum pelaksanaan KLB, seperti misalnya rekomendasi-rekomendasi yang harus selesai sebelum kongres dilaksanakan. Salah satu rekomendasi yang harus selesai sebelum KLB adalah rekomendasi lainnya yang harus ditindaklanjuti oleh Dewan Kehormatan Pusat (DKP), karena hal ini akan dipertanggungjawabkan di depan Kongres. Rekomendasi tersebut adalah mengenai dugaan pelanggaran AD/ ART terhadap pihak tertentu pada kongres sebelumnya.
Menurut Ketua Pengurus Wilayah Nusa Tenggara Barat Azis Saleman, S.H., KLB di Denpasar tidak ada dasarnya karena untuk menyelenggarakan KLB harus berdasarkan pada pasal 21 ART. Menurut aturan ini KLB harus diselenggarakan melalui usulan dari anggota di bawah melakukan konferda luar biasa. Untuk ini kita masing-masing bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah melakukan konferda luar biasa untuk mengusulkan KLB, tanyanya.
Nah, sambungnya, setelah mengusulkan KLB melalui konferda luar biasa, diadakanlah rapat konferwil untuk membicarakan hal ini. Saya tanya lagi, sudah kita mengadakan konferwil luar biasa untuk mengusulkan KLB, tanya lagi. Jika sudah diusulkan lewat konferwil, barulah KLB. Ini yang benar, katanya.

Selain itu, kata Azis, KLB dilaksanakan juga atas persetujuan separo dari seluruh anggota INI. Jadi bila anggota INI ada 12 ribu, maka sekurang-kurangnya 6 ribu anggota menyetujui KLB. Sudahkah ini dilakukan, lanjutnya.
Jadi bila INI di bawah Sri Rachma Chandrawati sudah mulai mengadakan Konferwil di wilayah-wilayah dan membentuk satu demi satu Pengwil di seluruh Indonesia, sementara INI di bawah Adrian Djuaini pada 23-24 Mei akhirnya sukses mengadakan KLB dan memilih ketua umum dan pengurus serta mengadakan Konferwil juga, dua-dua makin kuat dan kompak menjadi pengurus INI : kembar? Kalau Bali Oke, Jakarta juga oke. Nantikan tulisan berikutnya.