Hapendi Benci Dead-lock

 

Dukungan Notaris Banyuwangi Didik Kepada Hapendi

Hari -H- Kongres IPPAT ibarat tinggal menghitung dentang jam. Saling-dukung calon begitu riuhnya di media sosial. Kelebihan masing-masing calon gencar disodorkan para pendukungnya seraya berharap masih bisa memengaruhi pilihan calon pemilih yang masih “mengambang”. Berikut ini pendapat Imam Soleh Hadi, wakil Ketua Pengurus Daerah Banyuwangi, Ikatan Notaris Indonesia.

Bagi Ir. Imam Soleh Hadi, SH, MKn yang dikenal sebagai Didik Misbach dari Banyuwangi ini, yang menarik perhatiannya adalah Kandidat Doktor Hukum Hapendi Harahap, SH, MH. Menurutnya Hapendi memiliki kepribadian menarik, dan bermodalkan kemampuan diri sendiri.

Hapendi yang saya kenal merupakan sosok yang baik, cerdas, mempunyai jiwa pemimpin, pengayom, punya kapasitas keilmuan yang tinggi, baik dalam hukum Perdata maupun pidana, termasuk hukum acaranya. Orangnya santun dan  tidak emosional. Dalam beberapa pertemuan Hapendi Harahap (HH)senantiasa menyarankan kepada siapa pun, baik pendukungnya maupun bukan pendukungnya untuk turut menyukseskan dan mengamankan jalannya kongres IPPAT ke 6 di Surabaya. Hapendi Harahap selalu mengatakan kepada semua PPAT  agar jangan bertindak anarkis saat hadir di  dalam kongres IPPAT. Selain itu, HH  membenci Deadlock. “Apapun yang terjadi di Kongres 6 IPPAT di Surabaya harus sukses memilih Ketua,” pesannya.
Yang juga penting, HH selalu konsisten pada AD/ ART organisasi. Haluan organisasi adalah AD/ ART. Sehingga segala kegiatan organisasi IPPAT tidak boleh menyimpang dari AD/ ART ini.  (Konsistensi HH dalam mempertahankan AD/ ART ini kadang-kadang membuat pihak tertentu tidak senang, dan mendiskreditkannya).
Yang patut saya acungkan jempol, dalam pencalonan sebagai Ketum IPPAT, HH bermodalkan kemampuan sendiri. Selain itu kemampuannya juga terlihat dari pengalamannya sebagai salah seorang Ketua Pengurus Pusat IPPAT periode Sri Rachma Chandrawati.
Selain itu modal yang dipunyai HH adalah kemampuan dirinya dalam bidang akademis  ( sebentar lagi menyelesaikan gelar doktor di bidang ilmu hukum kenotariatan di Unpad), dan juga HH berkepribadian menarik, kedewasaan bersikap, serta jiwa kepemimpinan sebagai pengayom dalam organisasi. .
Dalam pencalonannya sebagai Ketum IPPAT, HH banyak didukung oleh sahabat-sahabatnya yang sangat paham dan tahu betul tentang dirinya, serta para PPAT-PPAT baru yang menginginkan adanya perubahan menuju arah yang lebih baik lagi dalam organisasi IPPAT.

Memang patut disayangkan jika ada yang berpikiran, Hapendi Harahap identik dengan SRC, itu sama sekali tidak benar. Hapendi Harahap dan SRC  adalah sesuatu yang berbeda. Hal yang menarik tentang bagaimana sikap loyalitas Hapendi Harahap terhadap SRC dulu, HH sebetulnya mempunyai integritas serta loyalitas yang tinggi terhadap organisasi.Yang dibela oleh Hapendi Harahap pada waktu adalah eksistensi AD/ART organisasi yang menurut sudut pandangnya akan diseret ke arah yang tidak jelas oleh pihak tertentu  demi kepentingan pribadi yang arahnya akan membawa kehancuran organisasi. Saat itu yang secara kebetulan antara Hapendi dan SRC mempunyai sudut pandang yang sama.
Soal menjaga AD/ ART ini sangat mendasar dan harus diperhatikan, karena jika AD/ ART diabaikan maka organisasi akan kehilangan arah,oleng dan tinggal menunggu kehancurannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top