Hapendi : Beri Kesempatan Aspirasi Pengwil

 

Kesempatan Bagi Calon Tambahan


Berita mengejutkan dari Ketua Panitia Pelaksana Rakernas yang juga Ketua Bidang Organisasi PP IPPAT Hapendi Harahap ketika ia menyatakan agar tim verifikasi memberikan kesempatan kepada Pengurus Wilayah yang tidak puas atas hasil verifikasi bakal calon Ketua Umum IPPAT Oktober lalu. Hapendi berharap agar Pengurus Wilayah yang tidak puas diberikan kesempatan menyampaikan calonnya untuk bersaing di dalam Kongres IPPAT mendatang di Bandung, Jawa Barat.
Menurutnya kebijaksanaan ini sebaiknya diberikan demi menjaga persatuan dan kekompakan organisasi PPAT seluruhnya.

Hapendi, yang merasa sebagai calon Ketua Umum yang tidak diunggulkan Sri Rachma Chandrawati, S.H. ini , menyatakan pendapat yang “berseberangan” dengan keputusan tim verifikasi Pra Kongres IPPAT. Menurut keterangan tim verifikasi yang diketuai Hari Bagyo, S.H., M. Hum. bahwa keputusan tim verifikasi sudah final dan sesuai aturan yang berlaku. Keputusan tim verifikasi ini, seperti kita ketahui, mendapatkan tentangan keras sementara kelompok-kelompok Pengwil dengan tuduhan bahwa proses kerja tim verifikasi tidak mengikuti aturan : tidak transparan dalam menentukan bakal calon, termasuk asal dukungan atau saja yang mendukung para bakal calon.
Atas hal inilah, menurut Hapendi, demi menjaga keutuhan segenap anggota IPPAT sebaiknya aspirasi para Pengwil yang keberatan itu diakomodir saja. Menurut Hapendi para jago yang akan diusulkan Pengwil yang merasa keberatan itu biarkan saja ikut bertarung dalam Kongres mendatang di Bandung agar memenuhi aspirasi mereka. Dengan demikian, jika nanti Ketua Umum sudah terpilih maka ia adalah Ketua Umum yang legitimasinya tidak dipermasalahkan.
Pernyataan Hapendi yang “melawan arus” tim verifikasi ini tentu mengejutkan, sebab selama ini Hapendi dipandang sebagai pendukung loyal Sri Rachma Chandrawati yang mengetuai IPPAT sejak Kongres di Bali tahun 2010. Sebab menurut pendirian tim verifikasi yang merupakan bentukan panitia Rakernas IPPAT dan Pengurus IPPAT itu, bahwa hasil verifikasi sudah benar.


Wah, Ini Malah Intervensi


Lantas Bagaimanakah tanggapan Tim Verifikasi pencalonan Pengurus Pusat IPPAT yang dipimpin Hari Bagyo, S.H., M. Hum. atas kritik pihak yang tidak puas karena dianggap tidak transparan, dan tidak sesuai AD/ ART yang berlaku?
Atas hal ini tim verifikasi tetap pada pendirian bahwa proses yang dilaluinya sudah sesuai aturan organisasi. Berikut adalah jawaban Ketua Tim Verifikasi Pencalonan Ketua Umum IPPAT Hari Bagyo atau yang biasa dipanggil “Harba” itu.


medianotaris.com :

Apa tanggapan Anda mengenai keberatan Pengwil-pengwil IPPAT atau pihak-pihak lain sehubungan dengan hasil verifikasi calon Ketua Umum IPPAT di dalam Rakernas Oktober lalu?

Harba:

Saya sudah menjawab secara resmi melalui Ketua Umum, dan surat itu pun sudah kami kirimkan ke seluruh Pengwil. Namun sampai kini saya tidak menerima satu pun surat keberatan dari Pengwil-pengwil.
Menurut saya, yang mempermasalahkan verifikasi calon Ketua Umum IPPAT hasil Rakernas Oktober lalu itu hanya akal-akalan Pengwil yang surat usulannya ditolak tim verifikasi karena terlambat menyerahkan berkas usulannya kepada tim verifikasi.

medianotaris.com:

Apakah surat keterangan tertulis tim verifikasi yang ditujukan kepada seluruh Pengwil itu sudah final dan mengikat? Dan sesuai AD/ ART?

Harba:
ya, sudah final.

medianotaris.com:

Bagaimana dengan kritik yang menilai bahwa dalam proses ini tidak transparan, yaitu mengenai asal dukungan masing-masing bakal calon, siapa didukung berapa pengwil dan seterusnya?

Harba:

semua sudah dijelaskan, siapa didukung pengwil mana saja dan surat dukungannya yang mencantumkan masing-masing namanya.


medianotaris.com:

Apakah tim verifikasi dalam memutuskan hasil pekerjaannya bersifat independen, maksudnya tidak menerima masukan atau campurtangan Ketua Umum atau Ketua Panitia misalnya?

Harba:

Sama sekali tidak.

medianotaris.com:

Menurut Hapendi, sebaiknya tim verifikasi merevisi putusannya dengan memasukkan calon lain yang merupakan aspirasi pihak yang tidak puas, calon baru ini nantinya dimasukkan sebagai calon tambahan. Menurut Anda?

Harba:

Wah, ini malah intervensi.

medianotaris.com:

Apa komentar Anda tentang adanya rumor ancaman Kongres Luar Biasa (KLB) oleh pihak yang merasa tidak puas?

Harba:
Asalkan persyaratan untuk KLB dipenuhi sesuai AD/ ART perkumpulan, ya monggo (silakan) saja. Namun jangan cari-cari aturan di luar AD/ ART dan peraturan perkumpulan.

medianotaris.com:

Bolehkah surat klarifikasi hasil tim verifikasi tersebut kami publikasi agar semua anggota mengetahui?

Harba:

Gak usah. Kalau ada yang ingin tahu, biar tanya sama pengurus (masing-masing-red).

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top