Untuk Kesejahteraan PKL dan UKM
Acara fun bike yang diselenggarakan Ikatan Kekeluargaan Alumni Notariat Universitas Indonesia (IKA Notariat UI) dan Koperasi IKA Notariat UI berjalan sukses dan meriah dengan kehadiran tokoh terpopuler Indonesia sepanjang tahun 2012 : Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Diliputi udara segar setelah hujan sepanjang pagi hari minggu, 13 Januari 2013 Liza Priandhini dan kawan-kawan berhasil memikat penggemar sepeda sehat yang jumlahnya tak kurang dari 600 orang itu.

Menurut Liza, sebetulnya peserta yang sudah mendaftar adalah sekitar hampir 1.200 orang, namun mungkin karena cuaca dari sejak pagi kurang bersahabat, peserta yang hadir hanya separonya, katanya didampingi Wanda Hamidah, Direktur Operasional PT Sarinah (Persero) Rini Wulandari, Pejabat Bank BJB dan dari DKI Jakarta.
Kegiatan IKA Notariat UI kali ini merupakan wujud “janji” Ketua Umumnya, Eddy Suseno, S.H. yang dulu pernah menyatakan bahwa persatuan alumni notariat IKA Notariat UI yang ia pimpin hendaknya membawa manfaat banyak untuk sekitarnya, di samping menyejahterakan anggotanya sendiri. Organisasi yang baru dikukuhkan setahun lalu ini kali ini bekerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta beserta para sponsor untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang kaki-lima, UKM dan sekaligus melakukan penghijauan. Para pihak yang tergabung, antara lain, adalah Bank BJB, PT Sarinah dan lainnya.
Kegiatan yang terintegrasi antar lembaga dilakukan dalam rangka mendorong usaha kecil dan menengah agar makin berkembang, mendorong penggunaan produk dalam negeri, serta penghijauan. Bentuk kegiatan ini adalah penataan pedagang kaki lima (PKL), pemberian 28 gerobak baru untuk penjual makanan di sekitar Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat yang merupakan program Pemda DKI Jakarta bekerja sama dengan BUMN dan BUMD, yaitu Bank DKI, sebagai bagian dari program corporate social responsibility atau tanggungjawab sosial perusahaan. Selain itu juga pemerintah DKI melalui Dinas Koperasi dan UMKM dan Perdagangan juga akan memberikan SIUPP gratis untuk mereka guna mendorong kegiatan pedagang dan pengusaha kecil.x
Kegiatan di Sunda Kelapa ini merupakan program awal pemerintahan di bawah Gubernur Joko Widodo dalam penataan PKL. Dari PKL di Masjid Sunda Kelapa ini kemudian akan berlanjut ke PKL-PKL daerah-daerah lainnya seperti PKL di sekitar Musium atau Taman Fatahilah, Blok M dan seterusnya di seluruh Jakarta.
Di samping melakukan penataan PKL dan pembinaan UKM, Pemda DKI Jakarta saat ini memberikan bantuan permodalan dalam bentuk Dana Bergulir. Dana Bergulir ini merupakan salah satu program Pemda DKI melalui Dinas Koperasi dan UKM yang tujuannya untuk membantu pengusaha kecil dengan syarat harus membentuk koperasi dulu.
Uniknya, dan ini mungkin baru pertama kali di Indonesia, selain memberikan sumbangan pohon tembesi kepada Pemda DKI Jakarta, IKA Notariat UI juga memberikan “sumbangan lain dari pada yang lain”. Sumbangan itu berupa pembuatan akta gratis bagi para pengusaha UKM di DKI Jakarta guna turut pembantu pertumbuhan dan gairah pedagang UKM Jakarta. Sehingga para pengusaha UKM yang memerlukannya nanti tinggal menghubungi para notaris alumni Program Kenotariaatan Universitas Indonesia untuk membuat akta badan usahanya.
Menurut Direktur Operasional PT Sarinah (Persero) Rini Wulandari yang juga menyeponsori acara ini, Sarinah juga sudah sejak lama menampung para pedagang kecil dan menengah. Mereka adalah terdiri dari suplayer produk-produk dalam negeri yang jumlahnya sekitar 300 lebih pengusaha yang kini menempati unit-unit tiap lantai bawah sampai atas. Sementara itu, di lantai bawah tanah, Sarinah juga menampung para pedagang kecil yang berjualan makanan. xPara pedagang ini menempati ruang bawah tanah itu bekerjasama dengan pihak penyewa (tenant) lantai bawah tanah dengan konstruksi kerjasama yang mereka buat antara mereka sendiri. Penyewa (tenant) inilah yang berhubungan dengan PT Sarinah dalam hubungan sewa dan pembayaran.
Rini menyampaikan bahwa Sarinah merupakan BUMN yang memelopori pembinaan UKM melalui perdagangan retail yang misinya adalah mengembangkan produk dalam negeri oleh pengusaha UKM dan koperasi. Dalam kegiatannya ini Sarinah melakukan pembinaan UKM dan koperasi, termasuk pemasaran usaha mereka. Untuk ini, selain misi sosial tadi, PT Sarinah juga tetap menjaga orientasi bisnis (profit oriented).
Menurut salah Hadi, seorang pedagang makanan di Sarinah, para pedagang kecil menempati lantai bawah tanah itu tanpa dibebani uang sewa, namun mereka memakai konsep kerjasama (bagi hasil) dengan tenant. Dengan cara demikian para pedagang itu tidak terbebani biaya yang besar untuk biaya sewa.
Sementara itu menurut Liza sumbangan pohon-pohon untuk penghijauan itu diberikan oleh mitra usaha dan sponsor antara lain yaitu PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Sucofindo, dan PT Sarinah dan dari IKA Notariat UI yang keseluruhannya berjumlah 33 ribu tanaman bakau, termasuk 1.000 pohon tembesi dari IKA Notariat UI.
Pohon-pohon itu nantinya dikelola oleh pihak terkait, misalnya untuk bakau diserahkan Dinas Kelautan dan Pertanian. Pihak ini akan menentukan alokasi penanaman dan pemeliharaan selama satu tahun. Sedangkan untuk tanaman tembesi akan diserahkan kepada Dinas Pemakaman dan Pertanian.

Menurut Liza, sebetulnya peserta yang sudah mendaftar adalah sekitar hampir 1.200 orang, namun mungkin karena cuaca dari sejak pagi kurang bersahabat, peserta yang hadir hanya separonya, katanya didampingi Wanda Hamidah, Direktur Operasional PT Sarinah (Persero) Rini Wulandari, Pejabat Bank BJB dan dari DKI Jakarta.
Kegiatan IKA Notariat UI kali ini merupakan wujud “janji” Ketua Umumnya, Eddy Suseno, S.H. yang dulu pernah menyatakan bahwa persatuan alumni notariat IKA Notariat UI yang ia pimpin hendaknya membawa manfaat banyak untuk sekitarnya, di samping menyejahterakan anggotanya sendiri. Organisasi yang baru dikukuhkan setahun lalu ini kali ini bekerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta beserta para sponsor untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang kaki-lima, UKM dan sekaligus melakukan penghijauan. Para pihak yang tergabung, antara lain, adalah Bank BJB, PT Sarinah dan lainnya.

Kegiatan yang terintegrasi antar lembaga dilakukan dalam rangka mendorong usaha kecil dan menengah agar makin berkembang, mendorong penggunaan produk dalam negeri, serta penghijauan. Bentuk kegiatan ini adalah penataan pedagang kaki lima (PKL), pemberian 28 gerobak baru untuk penjual makanan di sekitar Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat yang merupakan program Pemda DKI Jakarta bekerja sama dengan BUMN dan BUMD, yaitu Bank DKI, sebagai bagian dari program corporate social responsibility atau tanggungjawab sosial perusahaan. Selain itu juga pemerintah DKI melalui Dinas Koperasi dan UMKM dan Perdagangan juga akan memberikan SIUPP gratis untuk mereka guna mendorong kegiatan pedagang dan pengusaha kecil.x
Kegiatan di Sunda Kelapa ini merupakan program awal pemerintahan di bawah Gubernur Joko Widodo dalam penataan PKL. Dari PKL di Masjid Sunda Kelapa ini kemudian akan berlanjut ke PKL-PKL daerah-daerah lainnya seperti PKL di sekitar Musium atau Taman Fatahilah, Blok M dan seterusnya di seluruh Jakarta.

Di samping melakukan penataan PKL dan pembinaan UKM, Pemda DKI Jakarta saat ini memberikan bantuan permodalan dalam bentuk Dana Bergulir. Dana Bergulir ini merupakan salah satu program Pemda DKI melalui Dinas Koperasi dan UKM yang tujuannya untuk membantu pengusaha kecil dengan syarat harus membentuk koperasi dulu.
Uniknya, dan ini mungkin baru pertama kali di Indonesia, selain memberikan sumbangan pohon tembesi kepada Pemda DKI Jakarta, IKA Notariat UI juga memberikan “sumbangan lain dari pada yang lain”. Sumbangan itu berupa pembuatan akta gratis bagi para pengusaha UKM di DKI Jakarta guna turut pembantu pertumbuhan dan gairah pedagang UKM Jakarta. Sehingga para pengusaha UKM yang memerlukannya nanti tinggal menghubungi para notaris alumni Program Kenotariaatan Universitas Indonesia untuk membuat akta badan usahanya.

Menurut Direktur Operasional PT Sarinah (Persero) Rini Wulandari yang juga menyeponsori acara ini, Sarinah juga sudah sejak lama menampung para pedagang kecil dan menengah. Mereka adalah terdiri dari suplayer produk-produk dalam negeri yang jumlahnya sekitar 300 lebih pengusaha yang kini menempati unit-unit tiap lantai bawah sampai atas. Sementara itu, di lantai bawah tanah, Sarinah juga menampung para pedagang kecil yang berjualan makanan. xPara pedagang ini menempati ruang bawah tanah itu bekerjasama dengan pihak penyewa (tenant) lantai bawah tanah dengan konstruksi kerjasama yang mereka buat antara mereka sendiri. Penyewa (tenant) inilah yang berhubungan dengan PT Sarinah dalam hubungan sewa dan pembayaran.

Rini menyampaikan bahwa Sarinah merupakan BUMN yang memelopori pembinaan UKM melalui perdagangan retail yang misinya adalah mengembangkan produk dalam negeri oleh pengusaha UKM dan koperasi. Dalam kegiatannya ini Sarinah melakukan pembinaan UKM dan koperasi, termasuk pemasaran usaha mereka. Untuk ini, selain misi sosial tadi, PT Sarinah juga tetap menjaga orientasi bisnis (profit oriented).

Menurut salah Hadi, seorang pedagang makanan di Sarinah, para pedagang kecil menempati lantai bawah tanah itu tanpa dibebani uang sewa, namun mereka memakai konsep kerjasama (bagi hasil) dengan tenant. Dengan cara demikian para pedagang itu tidak terbebani biaya yang besar untuk biaya sewa.

Sementara itu menurut Liza sumbangan pohon-pohon untuk penghijauan itu diberikan oleh mitra usaha dan sponsor antara lain yaitu PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Sucofindo, dan PT Sarinah dan dari IKA Notariat UI yang keseluruhannya berjumlah 33 ribu tanaman bakau, termasuk 1.000 pohon tembesi dari IKA Notariat UI.
Pohon-pohon itu nantinya dikelola oleh pihak terkait, misalnya untuk bakau diserahkan Dinas Kelautan dan Pertanian. Pihak ini akan menentukan alokasi penanaman dan pemeliharaan selama satu tahun. Sedangkan untuk tanaman tembesi akan diserahkan kepada Dinas Pemakaman dan Pertanian.
