Komunitas Berbagi Ilmu dan Kebersamaan
Dalam bahasa berseloroh : barangkali ini sebuah komunitas profesi “teraneh”. Bagaimana tidak, sifat para profesional yang kental dengan hal-hal yang sifatnya formalitas, kemapanan, atau keseriusan itu, tidak dijumpai di sini. Bahkan komunitas ini tidak diketahui kapan berdirinya, siapa yang menggagas, atau bagaimana kejadiannya. Tahu-tahu komunitas ini ada begitu saja seperti angin yang tidak diketahui asalnya dan siapa yang membawa. Namun mereka memiliki tujuan, yaitu saling berbagi ilmu.
Menurut definisi, organisasi adalah kesatuan dua orang atau lebih atau lembaga untuk membentuk sebuah organisasi demi sesuatu tujuan bersama. Kalau definisi ini diterapkan maka komunitas ini bisa masuk. Ketika ditanya, Habib Adjie yang menjadi salah satu anggotanya tertawa, dan mengatakan bahwa komunitas yang dinamakan Indonesia Notary Community atau INC ini tidak memiliki formalitas seperti organisasi IPPAT, misalnya. Organisasi INC, menurutnya berdiri begitu saja. Ia pun dengan santai mengatakan tidak mengerti siapa yang mendirikan. Lho…? Ia pun tertawa.
Organisasi ini boleh dibilang tidak didirikan, namun ia ada begitu saja di muka bumi ini.
Menurut Habib, INC merupakan grup WhatsApp atau WA yang anggotanya 100 orang dan mulai ada sejak 6 bulan lalu. Tujuannya adalah siliturahmi dan berbagi keilmuan notaris dan PPAT. Pada saat tertentu membuat acara pertemuan.
Dengan sarana berkumpul melalui grup WA ini INC tidak bisa dimasuki orang yang bukan anggota. Namun Habib menyatakan akan membuka akses ke masyarakat lebih luas dengan mengadakan diskusi terbuka seperti yang akan dilaksanakan awal tahun depan di Jakarta, namun dengan semangat tetap, yaitu “berbagi ilmu”.
Dalam diskusi nanti para anggota INC akan menjadi narasumber. Para narasumber INC ini menurut Habib adalah orang-orang berkompeten yang justru “diabaikan” organisasi, walau sebetulnya Habib dan Pieter sendiri kadang-kadang muncul dalam acara organisasi sebagai narasumber. Kurang jelas, mana yang disebut “organisasi” itu. Para narasumber yang bagus-bagus itu selama ini bergerak secara mandiri dan justru eksis. Mereka-mereka adalah Irma Devita, Alwesius atau Aulia Taufani, atau banyak nama lain.
Menurut Habib, mereka ini harus mempunyai panggung untuk menyampaikan pokok pikirannya sehingga bermanfaat bagi pengembangan ilmu bagi sesama notaris.
Kembali ke soal bagaimana proses diskusi di dalam komunitas INC, Habib yang saat wawancara didampingi salah satunya anggotanya, yaitu Ruwin Diara, notaris Tangerang Selatan, di organisasi ini tidak ada istilah “yang dituakan” atau yunior. Menurutnya, siapa pun yang pendapatnya benar,ya diakui saja. Bagusnya, komunitas ini bebas dari kelompok agama, bebas dari kepentingan tertentu, tidak berafiliasi ke mana pun, namun tetap anggota INI dan anggota IPPAT.
Menurut Ruwin, INC berdiri bukan untuk menyaingi siapa-siapa, untuk mengorbitkan seseorang. Singkatnya, INC berdiri begitu saja secara alamiah. Uniknya, menurut Habib, dalam komunitas media sosial ini semua jadi admin. Kini pun mereka mencetak kaos oblong