Konsep yang ditawarkan mereka adalah menyatukan kembali para notaris yang sudah terpecah ke dalam dua kubu akibat pemilihan ketua umum, dan sampai kini masing-masing bersikukuh membenarkan diri mereka masing-masing. Parahnya, mereka kini saling mengklaim paling memiliki legitimasi berdasarkan dalil masing-masing, dan saling meninggalkan lawan.
Konsep yang ditawarkan ini disambut dingin Firdhonal, S.H. yang di dalam Kongres Lanjutan Jakarta mewakili Pengurus Wilayah DKI Jakarta. Ia pun tidak mau berkomentar lebih lanjut, dan hanya mengatakan bahwa perpecahan itu tidak ada. Yang ada adalah 5 Pengurus Wilayah yang memaksakan kehendak dalam kongres.
Berikut ini adalah pendapat notaris senior, notaris muda dan calon notaris “menyambut kedatangan” INI Bersatu.
Syarifudin, Notaris Tangerang
Penyebab masih bertikainya INI adalah karena dua kelompok sama-sama kukuh terhadap ego masing-masing, bahkan saling fitnah satu sama lain sehingga merugikan organisasi.
Dampak dari pertikaian ini bagi Notaris atau calon notaris, misalnya Sisminbakum/SABH sekarang lambat sekali sehingga menghambat kinerja notaris. Dengan adanya kelambatan ini, harapan terhadap organisasi agar menyampaikan keluhan para notaris tentang SABH yang lambat sekali maka tidak tersalurkan. Sebabnya adalah pengurus INI sedang sibuk bertikai sehingga tidak bisa berpikir ke arah perbaikan nasib anggota dan calon anggota.
Selain itu bila ada notaris mau pindah daerah jabatan banyak tertunda karena beberapa Pengwil sudah merasa tidak bisa menandatangani rekomendasi karena telah demisioner. Yang sekarang banyak dikeluhkan adalah pelatihan SABH yang terkatung-terkatung. Sementara itu adik-adik calon notaris disuguhi “pertarungan” para notaris di jejaring sosial dengan kata-kata tanpa etika.
Bila ditanya, manakah dari kedua kubu yang benar, menurut saya, baik PKK atau kubu SRC tidak ada yang sesuai sama AD/ART INI. Aturan ART INI tidak mengenal konsep Kolektif Kolegial, dan akhirnya “diralat” menjadi Pengurus Demisioner yang menjalankan tugas PP INI. Anehnya, pengalihan ini bukan di Kongres tapi di Pra Kongres.
Sementara itu INI versi SRC juga tidak sesuai aturan organisasi karena dipilih oleh 5 presidium yang tidak memenuhi kuorum presidium.
Untuk ini, penyelesaiannya harus ada kemauan / keinginan dari Pihak yang bertikai untuk menyelamatkan INI dengan menurunkan ego masing-masing. Sayangnya, dan seharusnya di Pra Konggres di Pekanbaru tim PKK menggandeng juga Kubu SRC untuk ikut, tapi karena ego masing-masing masih dikedepankan maka hal tersebut cuma impian.
Konsep INI Bersatu yang digagas oleh Bu Otty and Pak Ferdy merupakan cara yang harus dilakukan oleh para notaris yang masih peduli sama organisasi, meskipun persoalannya bagaikan benang kusut. Tapi dengan keyakinan untuk mempersatukan insyaAllah bisa, atau meskipun nantinya gagal tapi para anggota bisa melihat siapa yang sebenarnya peduli terhadap organisasi ini.
Mawar, Calon Notaris
Saya mendukung keberadaan INI Bersatu untuk menyelesaikan permasalahan organisasi notaris, jangan sampai ada dualisme kepengurusan yang akibatnya membingungkan anggota dan calon anggota.
Sebagai ALB saya merasa bingung dan terkatung-katung karena tidak ada yang peduli dan merangkul kami. Kami dibiarkan seperti anak ayam kehilangan induk yang tidak tahu ke mana harus mengadu. Hak kita untuk ikut SABH menjadi terkatung-katung, walau saat ini sudah mulai ada titik terang. “Kemana saja mereka selama ini ? Hampir dua tahun tidak ada SABH”. Ingatlah, jumlah ALB ribuan. Tapi tak satu pun di antara kelompok itu peduli. Hal ini juga membenarkan kesimpulan saya bahwa kedua kelompok INI, yaitu SRC dan PKK (dulu), masing-asing tidak mengacu pada AD/ ART INI.
Totok Sumaryoto, Notaris
Konsep INI bersatu ditunggu-ditunggu oleh anggota INI karena diharapkan bisa menyatukan kelompok yang sudah pecah agar tidak berantakan. Untuk itu diharapkan nantinya organisasi notaris menjadi organisasi notaris yang paling baik di Indonesia.
Sekarang ini, dua kelompok, yaitu PKK (dulu) dan SRC, cuma mementingkan diri mereka sendiri dan kelompok mereka sendiri dan di sini anggota dirugikan, apalagi ALB sangat dirugikan. Kedua-duanya juga mempunyai legitimasi menurut ukuran mereka sendiri dan melanggar AD/ART yang mereka buat sendiri dan mereka juga tidak kunjung diakui oleh KemenkumHAM.
Taufan F. Riyanto, Calon Notaris
Atas INI yang sedang bertikai, saya menilai bahwa ini akibat banyaknya kepentingan yang bermain di pengurusan organisasi Notaris. Ini terlihat dari proses kongres di Yogyakarta dan Kongres Lanjutan di Jakarta serta adanya prakongres yg diselenggarakan di Pekanbaru, Riau. Dari sini jelas sekali ada vested interest dari “politisi – politisi” organisasi yang ingin sekali mengusai INI, untuk terus melanggengkan kekuasaan, pengaruh dan kedudukan, sehingga menyebabkan pertikaian. Padahal INI itu terbentuk bukan untuk dan milik sekelompok orang yang sekarang suka jadi pemimpin. Organisasi INI milik semua, juga milik anggota lain yang masih muda dan mungkin bisa lebih bertalenta dalam mengolah organisasi.
Di dalam organisasi ini sekarang para elitnya tidak akur bisa jadi karena orang-orang yang terlibat langsung dalam sistem pengembangan organisasi kurang mampu memandang dan melaksanakan sebuah organisasi profesi seperti Notaris.
Saya ingin sampaikan bahwa organisasi profesi mestinya memiliki beberapa hal berikut ini :
1. Organisasi profesi dikatakan profesional apabila terdapat satu organisasi, tidak lantas dengan argumen kebebasan berkumpul lalu terpecah belahlah satu profesi dengan sekian banyak organisasi.
2. Memupuk rasa kebersamaan para anggota.
3. Mempunyai cita-cita luhur, menjaga martabat dan kehormatan profesi sebagai pejabat publik yaitu notaris. Dalam satu tahun terakhir mampukah para petinggi mengedepankan cita-cita luhur organisasi kita? Kalau mampu tentu tidak saling jegal dan klaim alasan pembenar.
4. Mengutamakan Kedudukan dan hubungan antar anggota dengan sifat kebersamaan, satu perjuangan dan persaudaraan yang hakiki. Dalam organisasi INI hal ini ini langka dan jarang sekali.
5. Mampu mengembangkan sikap dan sifat kepemimpinan untuk membesarkan organisasi dan anggota. Kalau hal ini terjadi bagi para pesohor INI, tentu cerai berai ini takkan berlangsung lama
Keterbukaan dlm menjalankan organisasi dan dalam pengambilan keputusan atas dasar kesepakatan secara mufakat dan elegan/bermartabat.. Hehehe, hal ini yang sangat sulit terjadi bagi para pesohor organisasi yg suka berpolitik dlm organisasi, seumpama bisa.. Pasti adem ayem siapapun pemimpin dan pengurusnya bagi para anggota..
Mana yang benar INI SRC atau PKK? Menurut saya penafsiran terhadap peraturan organisasi dari masing masing pihak sangat berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang dan pemahamannya. Apalagi didukung dengan situasi dan kondisi pada saat kongres yang menguatkan argumen sehingga klaim yang membenarkan diri sesuai dengan AD/ART. Dengan mediasi dari para senior dan tokoh tokoh Notaris yang mampu menjadi juru damai diperlukan agar anggota INI yang berseteru dapat didamaikan. Para tokoh dan senior itu tugasnya untuk mempersatukan kembali INI sebagai organisasi notaris yang berbudi pekerti luhur dan bermartabat. Jangan malah memihak ke salah satu pihak karena sangat tidak memberikan contoh yang baik bagi para notaris muda dan ALB seluruh Indonesia dalam berorganisasi..
Terkait dengan INI bersatu, tentu para pencetus menghendaki organisasi profesi yang dicintai para anggotanya ini tidak bercerai-berai sehingga tetap kuat dalam menjalankan profesi masing-masing dalam satu bendera profesi yaitu INI. Saya berharap dalam waktu mendatang organisasi INI dipimpin oleh orang-orang yang mengutamakan kompetensi dalam berorganisasi dan profesional dalam menjalankan kepengurusan. Hindarilah berpolitik praktis dalam berorganisasi. Saya menyambut positif INI Bersatu asal mengusung kebersamaan..
Tentu saya berharap INI Bersatu itu akan membantu penyelesaian masalah yang mendera INI, karena saya kecewa dan malu semalu-malunya dengan kisruh di tubuh INI. Dampaknya sangat dirasakan bagi para anggota khususnya para ALB yang bisa jadi tertunda kariernya akibat kisruh diinternal organisasi. Peristiwa kisruh ini malah mencederai maksud dan tujuan dibentuknya organisasi profesi yaitu untuk mengakselerasi proses demokratisasi dan penghormatan terhadap negara hukum yang mampu diwujudkan dan diterapkan oleh anggota INI selaku pejabat publik. Harapan besar saya INI Bersatu mampu membuktikan kalau seluruh anggota INI benar-benar cinta organisasi dan terus akan melanjutkan cita-cita dan perjuangan luhur organisasi pejabat publik ini dengan menyatukan kebersamaan ini dalam wadah bersatunya INI.
Indrajaya, Notaris
Sudah seharusnya INI bersatu. Para pelaku sejarah yang merupakan salah satu bagian dari perpecahan INI, yang sudah menyesal, itu sekarang sepantasnya berbicara masalah ini. Kini mereka berjanji untuk tidak ditumpangi oleh kepentingan lain. Saya ikut maksud mereka dengan mengawal agar tidak ditumpangi kepentingan lain. Semua ini akan saya kawal agar semua mau melakukan konsolidasi dan berdamai.