INI Terkini dengan Adrian Djuaini

Pengakuan Akan Datang Sendiri

Ikatan Notaris Indonesia (INI) di bawah pimpinan Adrian Djuaini, S.H. pelan namun pasti sedang menyongsong Kongres Luar Biasa (KLB) di Bali pada 23 Mei 2013. Di bawah bayang-bayang meningkatnya tensi persaingan dengan Ikatan Notaris Indonesia di bawah Sri Rachma Chandrawati, S.H., Adrian dan kawan-kawan mau tidak mau harus memperhitungkan eksistensi Rachma. Sebab walau bagaimanapun juga kelompok kepengurusan di bawah Rachma yang bermarkas di Jalan Hang Tuah, Kebayoran Baru ini tidak bisa dinafikan begitu saja keberadaannya dengan berbagai argumentasi.
Berikut ini adalah sikap dan pendapat terakhir Ketua Ikatan Notaris Indonesia Adrian Djuaini tentang INI dan Kongres Luar Biasa, sampai soal pengakuan Kementerian.



Medianotaris.com : menurut Anda persoalan INI akan selesai?

Adrian Djuaini : mengapa di INI ada persoalan adalah karena pelanggaran konstistusi atau aturan organisasi. Untuk ini semua kita harus melihat kembali kepada konstitusi organisasi INI yaitu AD/ ART. Di dalam AD/ ART diatur semua cara dalam berorganisasi, termasuk melakukan kongres sampai pemilihan pengurus dan ketua umum. Termasuk juga di AD/ ART diatur larangan-larangan dalam kongres atau dalam pemilihan ketua umum. Jadi, dengan demikian kita tinggal dituntut untuk taat aturan ini. Sedangkan kalau kita menjalankan aturan ini semua maka tidak akan ada persoalan.
Yang mengatakan Si A melanggar, Si B melanggar kan, bukan saya. Yang mengatakan demikian adalah konstitusi organisasi, melalui mekanisme dan struktur organisasi, misalnya tim verifikasi atau tim pengawas dalam pemilihan atau dalam kongres. Nah, kalau kita taat pada aturan ini maka tidak akan ada permasalahan.

Medianotaris.com : pelanggaran di dalam kongres yang Anda maksud itu apa saja? Apa soal money politic (MP)?

Adrian Djuaini : saya tidak mengatakan spesifik apakah pelanggarannya, semua pelanggaran yang terjadi adalah berkaitan dengan kongres dan pemilihan ketua umum, dan hal ini semua saling terkait. Keterkaitan ini akhirnya meluas ke soal gugatan, pelaporan ke polisi dan sebagainya yang mewarnai permasalahan ini.
Saya yakin notaris yang saat ini jumlahnya sekitar 14 ribu orang ini menginginkan organisasi INI dijalankan sesuai roda konstitusi sehingga tetap mempertahankan eksistensi notaris yang menyandang status “terhormat”.

Medianotaris.com : tapi mengapa kelompok pengurus INI di bawah Sri Rachma merasakan “hal” yang sama, yaitu pihak lainlah yang melakukan pelanggaran konstistusi?

Adrian Djuaini : saya dan kami di kepengurusan INI yang sekarang eksis dan berkantor di Roxy, Jakarta memiliki sudut pandang berbeda dengan mereka. Kalau mereka berpandangan menurut apa yang mereka inginkan. Anda tahulah apa yang mereka inginkan.
Sedangkan kami berpendapat bahwa ada pelanggaran berdasarkan konstitusi, yang menyatakan hal ini adalah konstitusi organisasi. Sehingga bila sekarang ada gugatan terhadap kami, ya tidak mempan.

Medianotaris.com : kalau sudah jelas permasalahannya, mengapa kok tidak selesai-selesai masalahnya?

Adrian Djuaini : dengan melihat proses semua ini saya berpendapat bahwa jalan keluarnya harus dikembalikan kepada mereka, mau menyelesaikan atau tidak. Kalau mereka masih menyatakan dirinya benar, ya selamanya tidak akan selesai. Makanya KLB di Bali inilah yang akan menjadi jalan keluarnya.

Medianotaris.com : pengakuan dari otoritas Pemerintahan rupanya berpengaruh bagi eksistensi pengurusan organisasi? Bagaimana dengan foto  bareng dengan pejabat pemerintah?

 

Adrian Djuaini : pengakuan dari otoritas Pemerintahan bisa menjadi salah satu indikasi adanya pengakuan terhadap eksistensi kepengurusan organisasi. Tapi foto bersama dengan pejabat Pemerintah tidak bisa menjadi ukuran adanya pengakuan itu. Orang bisa saja berfoto bersama Menteri atau Presiden sekalipun, namun itu tidak mencerminkan pengakuan. Menurut saya pengakuan akan datang sendiri. Silakan teliti, apakah saya pernah melobi pihak mana pun untuk mendapatkan pengakuan. Tidak pernah.
Medianotaris.com : belakangan tampak sekali bahwa Kementerian secara kasat mata berhubungan mesra dengan INI Adrian. Ini terlihat ketika Kementerian menempatkan pengurus INI dalam kepanitiaan SABH belum lama ini, termasuk Adrian Djuaini dan Risbert Sulini. Bahkan sebelumnya, ketika diadakan acara Raker Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta, Syafran Sofyan dan Ismiati D. Rahayu diundang sebagai pembicara dalam acara itu mewakili PP INI. Komentar Anda?

Adrian Djuaini : silakan pihak luar yang menilai. Kami tidak minta.

Medianotaris.com : ini merupakan bentuk pengakukan atau penghargaan, atau apa?

Adrian Djuaini : silakan nilai saja sendiri ha..ha… Nanti kalau saya yang berkomentar akan subyektif.

Medianotaris.com : kalau begitu ini merupakan “kesimpulan” dari permasalahan INI selama ini?

Adrian Djuaini : saya berharap segera ada kesimpulan dan pengerucutan (pilihan jalan keluar), dan itulah yang akan terjadi yang harus kita terima.

Medianotaris.com : apa komentar Anda soal kelompok notaris di luar Rachma dan Adrian yang berusaha menginisiasi konsep penyelesaian konflik notaris, mereka disebut orang sebagai “kelompok tengah” atau “poros tengah”?

Adrian Djuaini : saya tidak tahu persis, saya juga tidak tahu tujuannya. Saya belum pernah diajak bicara soal itu. Tapi secara pribadi saya mengenal Otty dan Maferdy, serta Widyatmoko. Soal ini merupakan kembang-kembang yang mewarnai proses penyelesaian konflik.

Medianotaris.com : belum lama ini Arry Supratno mengundurkan diri dari pencalonan ketua umum di KLB mendatang di Bali. Komentar Anda?

Adrian Djuaini : saya menghormati keputusan Pak Arry. Saya tidak pernah mendorong-dorong beliau untuk melakukan sesuatu. Saya berhubungan dengan beliau sejak kuliah S-1, notariat, menjadi notaris sama-sama di organisasi dan sampai sekarang.

Medianotaris.com : kalau anda terpilih lagi sebagai Ketua Umum INI di Bali mendatang apa komentar Anda?

Adrian Djuaini : saya ucapkan syukur alhamdulillah, dan saya juga merasa beban saya makin berat karena tidak menyatunya para notaris dalam berorganisasi. Saya tidak mau kejadian ini terulang lagi. Saya menjadi pengurus PP INI sudah 11 tahun lebih. Bahkan saya menjadi ketua umum terlama, yaitu sekitar 4 tahun lebih. Saya masuk PP INI ketika Ketua Umumnya Bu Tien Norman Lubis. Ketika Bu Tien terpilih yang kedua kalinya, saya menjadi sekretaris umum.
Saya berusaha keras menjalankan organisasi sesuai relnya. Para senior saya mengingatkan, begitu kamu menjalankan organisasi tanpa mengikuti konstitusi maka persoalan akan datang.

Medianotaris.com : Anda dituduh berusaha melanggengkan kekuasaan di INI. Komentar Anda?

Adrian Djuaini : tidak. Saya cuma menjalankan amanah. Saya juga berkali-kali mengatakan, kalau ada yang lebih baik dari saya, saya akan dukung, silakan…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top