Isyana W. Sadjarwo

Isyana : Biaya kongres wajar dan terukur

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo
Ketua Panitia Kongres Lanjutan INI – Mantan Pengurus INI

Di dalam kongres lanjutan yang diselenggarakan di Balai Sudirman, Jakarta Selatan itu, panitia mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Sebagai pihak yang diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan kongres mahapenting itu panitia dinilai tidak bisa mengatasi masalah sehingga memberikan sumbangan kepada kekisruhan ini. Bagaimana sebetulnya pendapat panitia?
medianotaris.com mewawancarai ketua panitia Isyana W. Sadjarwo, yang sebelumnya adalah salah seorang ketua Pengurus Pusat INI di bawah kepemimpinan Adrian Djuwaini.

medianotaris.com : mohon dijelaskan dasar hukum penunjukan panitia kongres INI di Jakarta16 Juli 2012? Mohon jelaskan susunan kepanitiaan .

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : dasar hukum Panpel Kongres INI XXI Lanjutan adalah Keputusan Presidium yang melimpahkan kewenangan penyelenggaraan kongres kepada Tim Pemilihan dan atas dasar penyerahan Panitia Pelaksanaan Kongres XXI Yogya kepada Tim Pemilihan dengan alasan bahwa lokasi Kongres Lanjutan berada di Jakarta. Atas dasar itulah Tim Pemilihan membetuk Panitia Pelaksana Kongres INI XXI Lanjutan.

medianotaris.com: untuk sidang kongres berapa kursi yang disediakan panitia?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : jumlah kursi yang tersedia 2400, untuk mengantisipasi 2652 undangan.

medianotaris.com: berapa aparat keamanan yang dikerahkan?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : jumlah aparat 150 orang seluruhannya dari Kepolisian RI.

medianotaris.com: saat mulai terjadi kisruh pada siang hari, apa yang dilakukan panitia?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : yang diupayakan panitia pelaksana semula adalah dengan mengumumkan agar kelompok peserta yang menguasai mimbar segera turun. Tapi karena mereka tidak mau turun, panitia berusaha melerai tapi mereka berusaha bertahan sehingga terjadi dorong mendorong.

medianotaris.com: betulkah saat itu suasananya menjadi tidak terkendali menurut panitia?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : benar, bahkan sebelum istirahat sudah ada gerakan menguasai mimbar presidium oleh sekelompok peserta dengan gerakan yang sistematis dan terkomando. Mereka menaiki mimbar dan menduduki kursi-kursi anggota presidium yang sah.

medianotaris.com : apakah suasana yang terjadi saat itu sangat membahayakan keselamatan manusia? Bisakah diberikan contoh?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : suasana kebrutalan tampak terjadi ketika sekelompok peserta menuju kedepan. Ada yang naik kepanggung dan ada yang berdiri di depan dan dibawah panggung. Akibatnya terjadi saling dorong ketika bidang keamanan dari panitia berusaha melerai kerumunan di depan. Panpel juga melaporkan kejadian pengambil alihan mimbar kepada Presidium yang sedang rapat.

medianotaris.com : apakah Anda tahu kalau para anggota presidium terhalang oleh anggota sidang yang berorasi di atas panggung? Siapakah yang berusaha menurunkan peserta yang berorasi di atas panggung?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : saya melihat bahwa para anggota presidium yang sah terhalang ketika hendak meduduki kursi presidium karena kelompok peserta yang menduduki mimbar presidium dan tidak mau berdiri meninggalkan mimbar. Kemudian Hapendi Harahap (Ketua Pengwil Banten dan Azis, Ketua Pengwil NTB) bicara dengan salah seorang kelompok peserta tersebut (Nadra), Hapendi yang dipercaya memegang keputusan rapat presidium ternyata bergabung dengan kelompok tersebut dan tidak membacakan keputusan rapat presidium. Dalam suasana chaos presidium yang sah mengambil keputusan yang menghasilkan pimpinan kolektif kolegial.
Ketika presidium terhalang, yang berusaha melerai mereka adalah panitia, setelah saya perintahkan Polisi untuk menurunkan. Namun mereka yang berdiri dari mimbar menolak polisi dan mengatakan bahwa panita sendirilah yang harus melakukan karena ini masalah internal. Polisi hanya bisa mendampingi.
Menurut penilaian saya, polisi sudah dilumpuhkan oleh kelompok peserta preman tersebut. Dengan cara apa polisi dilumpuhkan, saya tidak tahu. Tapi itulah kenyataannya.

medianotaris.com : tahukah Anda bahwa sebagian besar anggota presidium itu meninggalkan tempat kongres?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : saya tahu presidium meninggalkan tempat, tapi saya tidak melihat karena waktu itu saya sedang mengamankan kotak suara, kartu suara, bilik suara dan perangkat pemilihan lainnya serta mengamankan ruangan pemilihan. Karena hanya dengan kartu suara, kotak suara dan bilik suara yang telah disahkan presidium, pemilihan adalah sah. Bukan menggunakan kartu suara palsu berupa “name tag” yang dibalik dan kotak suara dari tong sampah. Rekaman visualnya ada semua dan telah kami sebarkan ke seluruh Indonesia.

medianotaris.com : menurut mereka, mengapa para anggota presidium ini meninggalkan kongres?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : alasan presidium yang sah meninggalkan tempat karena suasana kongres tidak terkendali dan secara fisik mereka terancam. Menurut mereka, kelompok peserta tersebut sangat brutal dan seperti layaknya seorang preman, bukan Notaris.

medianotaris.com : apakah sebelum meninggalkan arena kongres para anggota presidium memutuskan kongres selesai dan diputuskan bahwa INI dijalankan kolektif kolegial?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : benar, ketika itu (tempat duduk – red) presidium yang sah diambil alih oleh beberapa orang peserta pendukung Caketum Sri Rachma. Mereka secara paksa serta inkonstitusional dan dengan cara ke preman-premanan dan brutal secara fisik serta dengan sangat memalukan menduduki mimbar presidium yang sah dan merebut serta menduduki kursi-kursi presidium yang sah serta dengan memakan buah-buahan yang disiapkan oleh panitia untuk presidium yang sah.
Pengambil alihan secara inkonstitusional tersebut dilakukan oleh peserta yang digerakkan secara terkomando oleh tim sukses Caketum Sri Rachma, dengan memberi kode syal batik yang semula dililitkan di leher kemudian diturunkan ke pergelangan tangan. Jadi nampak sekali pengambil alihan presidium ini sudah direncanakan. Dalam kondisi kongres yang chaos seperti itu presidium yang sah memutuskan pengurus INI kolektif kolegial.

medianotaris.com : apakah kemudian panitia memanggil aparat keamanan untuk evakuasi anggota presidium?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : sebagai ketua panitia pelaksana kongres saya tidak pernah menginstruksikan secara langsung karena ada bidang keamanan yang menangani. Namun tampaknya aparat keamanan juga sudah dikuasai oleh orang-orang timses Sri Rachma.

medianotaris.com : siapakah yang membacakan putusan (membacakan putusan dari ruangan lain, bukan dari ruangan kongres – red) bahwa kongres ditutup dan INI dipimpin secara kolektif kolegial melalui pengeras suara?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : yang membacakan putusan kolektif kolegial adalah Ketua Pengwil Kaltim, Bambang K. Riyadi.

medianotaris.com : berapa biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan kongres di Balai Sudirman itu?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : biaya kongres yang pasti wajar dan terukur.

medianotaris.com : ada yang komplain karena finger print tidak berfungsi dan akibatnya mengecewakan anggota tertentu. Pendapat Anda?

Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo : menurut pengamatan saya finger print berfungsi cukup baik. Hanya terkadang jika seseorang dalam Kongres XXI INI di Yogyakarta memakai jempol kiri tapi waktu kongres di Jakarta memakai jempol kanan atau telunjuk, jelas saja kalau di Jakarta pakai jempol maka Ia tidak lolos. Tapi hal tersebut sudah diantisipasi sehingga bagi yang tidak lolos karena alasan teknis akan dibantu panitia dan Tim Verifikasi untuk pengecekan manual. Secara keseluruhan finger print berfungsi sangat baik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top