Ketua Umum IPPAT Berkarakter Jokowi

Ketua Umum Sebaiknya dari Golongan Muda


Bambang Irawan, S.H., M.Kn.

Ketua Umum Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) mendatang sudah dipastikan akan diduduki oleh pejabat baru. Sebab pejabat sekarang, yaitu Sri Rachma Chandrawati, sudah menjabat dua kali dan tidak bisa lagi menjabat untuk yang ketiga kalinya sesuai aturan organisasi. Siapakah yang nanti akan menduduki jabatan itu? Pentingkah orangnya, atau apakah yang lebih penting kriterianya, dibandingkan dengan siapa yang menjabatnya kelak? Faktanya sekarang sudah banyak nama-nama muncul di kalangan sosialita notaris yang juga PPAT.

Menurut anggota IPPAT Bambang Irawan, S.H.,M. Kn. siapa pun yang nantinya menjabat Ketua Umum IPPAT tidak masalah, yang terpilih harus kita hormati. Juga tidak perlu ada rasa kecewa bila calonnya tidak terpilih. Dalam pemilihan, jika terjadi perbedaan adalah sebuah kewajaran dan tak perlu membuat sesama menjadi bermusuhan. Perbedaan itu rahmat dari Tuhan yang harus disikapi dengan bijaksana, apa pun pilihan masing-masing.
Namun yang penting menurutnya adalah kriteria pejabat yang menduduki kursi Ketua Umum IPPAT tersebut. Kriteria ini penting karena akan menyangkut kinerjanya nanti dan akan menentukan keberhasilannya membawa anggota kepada jalan yang terbaik. Siapa pun nanti yang terpilih menurut Bambang adalah sudah ditakdirkan Allah SWT atau sudah kehendak Allah SWT.
Bambang menyampaikan bahwa semua ketua-ketua umum IPPAT ataupun Ikatan Notaris Indonesia (INI) adalah orang-orang hebat sehingga mereka bisa mencapai kedudukan yang tertinggi. Untuk itu Bambang mengaku sangat menghomati mereka.

Bambang juga menginginkan agar pemimpin IPPAT mendatang adalah dari golongan usia muda karena bisa diharapkan kreativitasnya membangun kekuatan organisasi dan sekaligus profesi PPAT. Dengan pimpinan IPPAT dari kalangan usia muda diharapkan IPPAT akan bisa keluar dari situasi dan budaya kaum senior yang cenderung mempertahankan kemapanan dan mempertahankan golongannnya, dan cenderung tidak mudah membuka diri terhadap perubahan atau pendapat pihak lain yang berbeda.
Lantas bagaimanakah kriteria pimpinan IPPAT yang dibutuhkan sekarang ini agar kedudukan PPAT makin kokoh dan membantu pemerintah dalam melayani masyarakat untuk pendaftaran tanah dan pelayanan pada umumnya mengenai tanah? Bambang yang di organisasi lebih suka menjadi “Jamesbon” (Jaga mesjid dan kebon) ini berharap bahwa Ketua Umum mendatang adalah orang yang berkarakter “Jokowi”.
Seperti yang kita ketahui, tambah Bambang yang lama bekerja di bidang perbankan ini, karakter Gubernur DKI Jakarta Jokowi saat ini adalah karakter pimpinan yang ideal, yaitu dekat dengan rakyat, pengorganisasian jabatannya sangat transparan, membuka diri untuk siapa pun tanpa memandang siapa pun dia, melakukan kontrol bawahan secara efektif, tidak mementingkan diri sendiri atau tidak memperkaya diri dengan memanfaatkan jabatannya, dan sederhana.


Jadwal Kongres Harus Dipatuhi

Untuk mencapai ini semua, menurut Bambang, nantinya Kongres IPPAT harus direncanakan dengan baik, jujur dan sesuai kesepakatan bersama. Apa maksudnya? Menurut Bambang nantinya agenda Kongres atau jadwal yang sudah disepakati harus dijalankan dengan jujur dan konsekuen, mulai dari pendaftaran pendaftaran peserta sampai dengan pemilihan Ketua Umum.
Bambang mengingatkan agar di dalam kongres jangan sampai ada pihak yang ketika melihat para pendukungnya kalah banyak di bandingkan jumlahnya pendukung saingannya, lantas berusaha membuat pemilihan menjadi tertunda-tunda, dan bahkan deadlock. “Inilah yang harus diantatisipasi, dan seluruh peserta harus paham soal ini sehingga akan bisa dilihat siapa yang berusaha melakukan perbuatan tidak terpuji. Untuk itu saya menginginkan pemilihan segera dilaksanakan bila peserta sudah mendaftar dan diteliti persyaratannya, “ katanya menutup pembicaraan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top