Agenda Utama Memlih Ketua Umum
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/z0kXcS4I8pI" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>
Kongres Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) ke 6 di Surabaya kemarin (9/4) dibuka dengan dihadiri sekitar 2.500 orang peserta dari berbagai penju,ru Indonesia.
Kongres IPPAT yang merupakanlanjutan Kongres persis setahun lalu di Bandung itu berjalan lancar tanpa kehadiran Menteri Agraria dan Tata Ruang yang kemarin diwakili salah seorang Dirjennya. Menurut kabar, hari ini Menteri Ferry Mursidan Baldan akan hadir berbicara di depan peserta Kongres yang sudah menunggu kedatangannya kemarin.
Kongres ini sesungguhnya memiliki agenda tunggal, yaitu memilih Ketua Umum IPPAT yang tertunda sejak setahun lalu yang menimbulkan perdebatan dan bahkan sesekali menjurus ke arah perdebatan negatif yang mengarah persaingan tidak sehat. Namun menurut seorang anggota PPAT yang tidak mau disebut namanya menyatakan bahwa hal ini merupakan kewajaran dalam berdemokrasi karena situasinya masih terkendali.
Kemarin tampak para peserta mengikuti acara sampai sore dengan tertib. Para Calon Ketua Umum IPPAT tampak menebar senyuman ketika acara pembukaan mulai dari Yualita Widyadari, Syafran Sofyan, Hapendi Harahap, Firdhonal, dan Reza Berawi. Menurut rumor, di antara para calon ketua ini akan ada yang menyatakan memilih menolak akan dicalonkan dan memberikan kesempatan pada calon lain.
Ketua Presidium yang memimpin acara Kongres ini Made Pria Dharsana berpesan kepada para calon dan para pendukungnya agar menjaga semangat untuk memajukan organisasi IPAT.
Selanjutnya Pria menyatakan bahwa masing-masing kandidat sudah memastikan memiliki pendukung masing-masing di daerah. Hal ini merupakan wujud peningkatan hak pilih anggota di dalam menentukan arah organisasi.
Walau Kongres ini dibayang-bayangi masalah keikutertaan anggota dalam pendaftaran karena terlambat mendaftar, dan juga masalah kepastian jumlah peserta yang berhak memilih, diperkirakan Kongres akan berhasil golkan tujuan utamanya, yaitu memilih Ketua Umum IPPAT baru.
Menurut seorang PPAT senior asal Semarang yang juga seorang dosen yang tidak mau disebut namanya, Kongres diperkirakan akan berhasil memilih ketua. Salah satu sebabnya, katanya, panitia akan berusaha sekat tenaga agar tidak deadlock, dengan membatasi interupsi.
Seperti kita ketahui pada Kongres IPPAT setahun lalu yang gagal memilih ketua, hujan interupsi bertubi-tubi selama berlangsungnya sidang sehingga menimbulkan rumor tidak sedap mengapa sampai gagal memilih ketua.
Informasi lain, dari seorang ketua umum, juga dinyatakan bahwa nantinya dalam acara pemilihan akan diadakan penyampaian visi-misi. Hanya saja ia menyatakan agak kecewa karena visi-misi dibatasi hanya 10 menit. Bahkan ia menyayangkan mengapa tidak ada acara debat antar-kandidat.
Sama juga dengan PPAT senior asal Bandung yang dihubungi medianotaris.com jam 10 malam di lobi hotel tempat Kongres berlangsung, menyatakan bahwa sampai detik malam tadi tidak ada kabar yang mengindikasani Kongres akan deadlock. Berarti sampai saat malam tadi bisa dikatakan bahwa Kongres siang ini akan berhasil memilih seorang ketua.
Siangnya, acara Kongres ini diisi dengan penyajian pidato Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Dr. Yuddi Chrisnandi, MM mengenai masalah PPAT dalam hubungannya dengan masalah good governance, dan juga masalah kenotariatan oleh Winanto Wiryomartani, SH, MH dan Miftachul Machsun, SH.