Hiruk-pikuk yang mengiringi kisruh organisasi notaris kini agak mereda. Namun masalah belum juga selesai. Kondisinya stagnan pada posisi saling bertahan pada argumentasi masing-masing. Pihak yang satu menyatakan bahwa keputusannnya sudah benar dengan argumentasi sendiri. Sementara pihak lainnya juga sama. Bahkan keduanya saling mengeliminir argumentasi pihak lawan. Keadaan tampak tenang, para notaris yang ikut kongres sudah kembali pada aktivitas masing-masing. Kini setelah di kongres, pertarungan berpindah dan berubah wujud.
Tahukah Anda apa yang sedang terjadi pada para elit notaris yang terlibat dalam persaingan di kongres?
Rumor yang berkembang, para para elit ini melakukan usaha-usaha yang mendukung penguatan posisi mereka masing-masing dengan memanfaatkan koneksi yang dimiliki, memperkuat citra dengan segala cara untuk menarik simpati para notaris dan sebagainya. Bahkan masing-masing mencoba menjajal kekuatan pihak lawan untuk mengantongi kelemahan masing-masing melalui lobi-lobi rahasia.
Namun ada kabar menarik dari salah satu kubu yang agaknya akan mengubah seratus delapan puluh persen peta persaingan itu. Dari kubu Sri Rachma Chandrawati (SRC) yang mengklaim berhasil memenangkan pemilihan sesuai aturan muncul isu perpecahan dalam situasi yang masih stagnan ini. Perpecahan?
Medianotaris.com mendapatkan info A-1 soal ini dari salah seorang tulang punggung kubu SRC yang mengantarkan SRC dalam memenangkan perebutan kursi Ketua Umum INI. Menurut “seseorang” yang belum mau disebut namanya ini Ia tidak hadir di dalam rapat-rapat penting kubu SRC menjelang kongres di Balai Sudirman, Jakarta serta rapat-rapat penting “tim inti” kubu SRC usai melakukan pemilihan. Menurut pengakuannya, Ia tidak mendapatkan undangan, dan mengaku tidak tahu apa sebabnya mengapa tidak diundang dalam rapat-rapat tim inti SRC.
Sebetulnya ketidakkompakan tim SRC sudah terang tampak di mata beberapa wartawan yang akan mengikuti konperensi pers Seminar Nasional Pertanahan di Ancol 14 Juli lalu. Saat seminar dimulai tidak ada peserta yang tahu kalau di luar ruangan seminar terjadi “keributan” di mana yang bersangkutan mengumpat dan melontarkan kemarahannya karena merasa dilangkahi. Kepada beberapa wartawan Ia menyampaikan kemarahannya karena wewenangnya sebagai orang penting dan bertanggungjawab terhadap seminar itu dilangkahi begitu saja oleh teman-temannya sendiri dalam kepanitiaan, sambil menyebut beberapa nama. Ia sungguh tidak habis pikir kalau tiba-tiba pembicara atau moderator penting di dalam seminar bisa diubah tanpa sepengetahuannya sebagai salah seorang penanggungjawab.
Wartawan yang jeli yang hadir saat itu tentu akan merasakan adanya perpecahan di dalam kepanitiaan seminar itu. Mengapa? Sebab tim inti seminar yang menggagas dan para pendukung seminar itu adalah tim inti pemenangan SRC di dalam kongres itu sendiri.
Selain itu Ia juga geram sekali ketika mendapati bahwa sertifikat peserta seminar ternyata tidak sesuai dengan konsep, sehingga memberikan kesimpulan pada dirinya bahwa ada yang tidak senang dengan dirinya. Menurut pengamatan wartawan, sosok ini adalah orang boleh dibilang paling menonjol di kubu SRC belakangan ini dengan ide-ide dan gerakannya.
Keadaan ini terjadi menjelang kongres tanggal 16 Juli sehingga mengkhawatirkan beberapa pihak akan kesolidan tim SRC menghadapi pertarungan memperebutkan kursi INI 1. Namun ternyata ketika kongres berlangsung ternyata tim SRC cukup kuat menghadapi saingannya. Yang bersangkutan ternyata melakukan tugasnya memenangkan SRC secara profesional dengan “melupakan” peristiwa di seminar sebelumnya. Apakah sudah selesai? Tidak. Justru kami mendapatkan info ini sehari lalu tentang ini dari yang bersangkutan. Bahkan kami mendapatkan info tentang ide barunya mengenai penyelesaian kemandegan organisasi notaris sekarang, yang konon Menteri pun seperti tidak habis pikir, seperti tidak bisa berbuat sesuatu untuk memecahkan pecahnya organisasi notaris menjadi dua ini.
Saat Hapendi Harahap, Sekretaris Umum INI yang dipilih SRC, dihubungi melalui sms menyatakan bahwa kubu SRC tetap solid, dan tidak ada perpecahan. Sedangkan mengenai “yang bersangkutan” tersebut, menurutnya dalam setiap rapat-rapat tim utama SRC senantiasa diundang. Kalau pun ada suatu waktu “yang bersangkutan” tidak diundang adalah ketika tim inti SRC melakukan silaturahmi dengan pihak keamanan.
Betul atau tidaknya rumor ini sudah disampaikan dan dibantah. Namun rumor yang kelihatan “kecil” dan bersifat interen ini bisa berbahaya. Bahkan diduga bisa mempengaruhi dan memicu perubahan peta persaingan para pihak secara meluas, utamanya adalah persaingan antara kubu SRC dan Pimpinan Kolektif Kolegial INI yang sekarang sedang dalam keadaan stagnan. Kita nantikan saja.
