Maferdy Yulius

Maferdy-Otty Mundur

Tidak Lagi Sejalan dengan Visi SRC

Akhirnya Maferdy Yulius dan Otty Hari Chandra Ubayani mundur dari organisasi di bawah pimpinan Sri Rachma Chandrawati, yaitu Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dan Ikatan Notaris Indonesia (INI) hasil pemilihan di Kongres Balai Sudirman, Jakarta. Keputusan untuk mengundurkan diri dari kepengurusan ini dilakukan dengan menyampaikan surat resmi yang diajukan pada 10 Oktober 2010 yang diterima oleh staf Sri Rachma Chandrawati (SRC).
Menurut Maferdy dan Otty, pengunduran diri dilakukannya setelah mengambil pertimbangan masak-masak setelah melihat beberapa hal yang mendasar. Alasannya adalah, mereka kini tidak lagi sejalan dengan visi SRC yang dinilai melenceng dari cita-cita notaris untuk menjaga profesi dan jabatannya secara bermartabat dan terhormat. Selain itu mereka berdua ingin memperjuangkan cita-cita notaris dengan cara baik, elegan, bersaing dengan sehat dan bermartabat.

Siapakah Maferdy dan Otty, sebagian notaris mungkin tidak tahu, dan mungkin tidak begitu peduli.  Namun para notaris yang banyak mengamati masalah kongres INI tentu tahu karena keduanya aktif dalam organisasi di bawah SRC. Sebelumnya keduanya dikenal sebagai bagian Pengurus Pusat IPPAT di bawah SRC, termasuk juga bagian dari tim sukses SRC untuk memperebutkan kursi INI-1. Sehingga bila sekarang mereka mengundurkuan diri maka masyarakat notaris akan paham.
Pengunduran diri Ferdy dan Otty ini mengingatkan kita saat Kongres Lanjutan INI pertengahan Juli ketika Syafran Sofyan mengundurkan diri dari kepengurusan PP IPPAT dan Ikatan Pejabat Lelang Kelas 2. Waktu itu Syafran mundur karena alasan yang sama, yaitu masalah prinsip berorganisasi, sehingga Ia keluar dari kelompok SRC. Kini Syafran pun bergabung ke dalam kepengurusan INI Kolektif Kolegial menangani bidang advokasi.

Sri Rachma Chandrawati (SRC) menanggapi dingin pengunduran diri Maferdy dan Otty dengan mengatakan bahwa di organisasi ini siapa pun bisa memiliki pendirian sendiri-sendiri. Sehingga untuk bergabung atau tidak, Ia tidak begitu khawatir karena akan ada penggantinya. Dengan keluarnya seseorang atau lebih, organisasi yang Ia pimpin tidak akan goyah karena semuanya sudah tersistematis. Artinya, kalau ada yang keluar maka nanti akan ada yang menggantikannya.
Ditemui medianotaris.com di markasnya di Jalan Hang Tuah, SRC pun menambahkan bahwa program-program INI dan IPPAT yang Ia pimpin tetap pada track mengikuti program yang sudah dibuat. Sehingga Ia tidak khawatir sedikit pun akan keluarnya pengurus dari timnya.
Ia juga meminta agar permasalahan ini tidak dibesar-besarkan, apalagi sampai berbicara masalah keutuhan organisasi INI, IPPAT atau Ikatan Pejabat Lelang. Menurutnya, masalah ini adalah masalah biasa dalam berorganisasi. Jika ada persaingan antara anggota atau pengurus maka itu adalah hal yang wajar.
Sedangkan Hapendi Harahap selaku Sekretaris Umum INI yang diketuai SRC menyatakan hal yang sama, dan meminta hal ini tak perlu dijadikan polemik. Menurutnya, dengan keluarnya Ferdy dan Otty, INI di bawah kepemimpinan SRC tidak akan terpengaruh. “Nggak ngaruh,” katanya berbicara lewat telepon.

Komitmen Mengantar SRC

Menurut Ferdy, sejak kongres pertama di Yogyakarta Ia sudah berkomitmen mengantar SRC untuk meraih kursi INI-1, apa pun yang terjadi. Komitmen ini diwujudkan Ferdy untuk “mengantar” SRC yang diperlihatkannya selama 6 bulan sejak kongres di Yogyakarta sampai kongres di Balai Sudirman. Para hadirin peserta kongres amat jelas melihat aktivitas Ferdy dalam kongres yang sempat tegang karena ditunda-tunda atau “dibuat ditunda-tunda” dalam jangka waktu lama sekali sehingga meresahkan peserta.

Maferdy Yulius
Maferdy Yulius

Di dalam kongres Balai Sudirman Ferdy menyatakan telah menjalankan komitmen untuk meredam aksi tim sukses lain yang mungkin akan menggagalkan kongres seperti kongres di Yogyakarta, dan juga yang mungkin akan menghalangi SRC memenangkan persaingan itu. Ferdy juga berkomitmen kepada SRC untuk tidak berkhianat dan menyeberang ke pihak lain. Namun akhirnya Ia kecewa karena merasa ditinggalkan setelah kongres, walaupun Ia sudah diberikan jabatan sebagai ketua bidang di INI pimpinan SRC, termasuk jabatan-jabatan lainnya di IPPAT sebagai Ketua Tim Penyuluhan, Ketua Tim Advokasi, Ketua Tim RUU Pertanahan, Ketua Tim RUU JN Revisi. Sedangkan Otty juga berada di bidang sekretariat, usaha dan pendanaan.
Hal ini tampak ketika setelah kongres di Balai Sudirman, mereka berdua sering tidak diundang atau tidak diberitahu rapat-rapat pengurus.
Kasus ini serupa tapi tak sama dengan kasus Widijatmoko yang memilih tidak bergabung dengan Pengurus Kolektif PP INI (PKK) yang merupakan “tandingan” kepengurusan SRC. Moko, panggilan Widijatmoko, memilih tidak mau ikut kepengurusan PKK karena tidak seprinsip dengan sebagian ketuanya yang mementingkan kepetingannya sendiri. Ia kecewa karena kepentingan notaris seluruhnya dinomorsekiankan. Untuk itulah dari awal Ia menolak ikut dalam kepemimpinan PKK.
Kemunduran Ferdy dan Moko ini memunculkan spekulasi beragam dalam situasi organisasi INI yang stagnan sekarang ini dengan adanya dua kepengurusan, yaitu INI di bawah SRC dan INI di bawah PKK. Situasinya stagnan dan cenderung tidak sehat karena berakibat terhambatnya kepentingan notaris secara keseluruhan. Contohnya adalah ketika notaris atau calon notaris memerlukan tandatangan untuk rekomendasi atau surat-surat yang berasal dari organisasi, mereka gagal karena sang penandatangan takut digugat pihak lawan atau diperkarakan yang merasa memiliki legitimasi. Sebaliknya juga begitu. Pihak yang satunya juga terhambat melakukan sesuatu karena akan digugat.
Salah satu spekulasi yang ada ialah akan muncul kelompok baru yang sama sekali tidak berkaitan dengan elit yang bertikai itu dan berkomitmen mengantar notaris kembali ke kursi martabatnya semula. Kelompok ini berkomitmen untuk tidak memperebutkan kursi INI-1 walau dicalonkan, tetapi mereka hanya ingin membawa INI ke arah sejahtera sesuai martabatnya, dan bebas kepentingan pribadi dan kepentingan golongan para pengurusnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top