Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ferry Mursyidan Baldan, mengingatkan para pegawai di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN untuk tidak lupa tersenyum saat beraktivitas, terlebih untukpara pegawai yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini tentu penting agar masyarakat merasa nyaman saat memanfaatkan layanan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN mengatakan hal tersebut saat memberikan pengarahan pada acara Silaturahmi Awal Tahun 2015 di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN di Aula Prona Lantai 7, Gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Senin (5/1).
Pertemuan tersebut dibagi menjadi dua sesi. Sesi I diadakan pukul 10.00 WIB – 11.30 WIB, diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Utama, Kedeputian Bidang Hak Tanah, Pendaftaran Tanah dan Pemberdayaan Masyarakat, Kedeputian Bidang Pengaturan dan Pengendalian Pertanahan, Kedeputian Bidang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum, serta Kedeputian Bidang Penanganan Sengketa dan Perkara Pertanahan. Sedangkan Sesi II diadakan pukul 13.00 WIB – 14.30 WIB diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kedeputian Bidang Survei, Pengukuran, dan Pemetaan dan Inspektorat Utama.
Dalam pertemuan tersebut, Ferry beberapa kebijakan strategis, antara lain: Pelayanan Sabtu-Minggu, affirmative bagi karyawati berkebutuhan khusus, dan kebijakan terkait pakaian seragam. Berkaitan dengan kebijakan pakaian seragam, Ferry menyampaikan bahwa seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN setiap hari Senin mengenakan seragam PDH, dan hari Jumat mengenakan batik. Sedangkan hari Selasa sampai dengan Kamis mengenakan atasan berwarna putih. Untuk pegawai yang bertugas hari Sabtu-Minggu mengenakan pakaian bebas rapi.
Ferry mengatakan bahwa acara silaturahmi di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional ini sebaiknya menjadi tradisi di awal tahun. “Tujuannya agar masing-masing dari kita dapat bertemu serta memahami arahan-arahan secara kolektif,” ujar Ferry.
Pada Kesempatan yang sama, Ferry juga berpesan agar jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dapat membantu keluarga, kerabat maupun masyarakat sekitar yang memiliki kesulitan dalam mengurus tanah. “Saya ingin memberikan nilai sosial atas hadirnya Kementerian ini melalui bapak dan ibu untuk membantu menyelesaikan masalah yang ditemui dalam pengurusan sertipikat tanah,” jelasnya.
Ferry juga mengatakan bahwa pada tahun 2015 ini ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan. “Kita akan melakukan perubahan Peraturan Pemerintah berkaitan dengan regionalisasi PPAT, melakukan sertipikasi pulau-pulau terluar, sertipikasi tanah-tanah rumah ibadah, serta peningkatan proses Prona,” katanya.
Untuk Prona, Ferry berpesan agar tidak menggunakan pendekatan orang per orang tapi pada wilayah administrasinya. “Hal ini bertujuan agar tidak timbul rasa iri antar masyarakat,” jelasnya. (sumber berita : Humas BPN RI/ Risdianto Prabowo)