Pengembangan kegiatan kenotariatan, untuk meningkatkan kualitas para notaris terus digalakan Salah satunya, menurut Ketua Forum Program Pendidikan (Prodi) Kenotariatan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Dr. Habib Adjie, SH, MH, salah satunya seperti lomba debat dan membuat akta yang digelar pada 21 Oktober lalu di Universitas Islam Bandung (Unisba). “Kegiatan serupa ini untuk mendukung penguatan kualitas bagi lulusan Magister Kenotariatan Swasta (MKS),” ujar Dr. Habib Adjie kepada Lukie Nugroho dari medianotaris.com.
Berikut ini wawancara Pemred medianotaris.com Lukie dengan Dr. Habib Adjie disela-sela kegiatan lomba debat dan membuat akta.
Seberapa banyak prodi MKS di seluruh Indonesia saat ini?
Ada 18 prodi MKS di lingkungan PTS seluruh Indonesia, sedangkan 2 prodi di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri. Jadi seluruhnya ada 20 prodi Magister Kenotariatan.
Setiap berapa lama Forum Prodi MKS ini mengadakan kegiatan?
Kegiatan pertemuan biasanya kami gelar 6 bulan atau setahun sekali, dan diselingi berbagai mam kegiatan. Seperti saat di Unisba Bandung, diselingi dengan lomba debat dan membuat akta.
Aspirasi dari masyarakat terkait notaris-notaris yang dilaporkan ke apparat hokum, dulu pernah ada suara agar MKS PTS perlu dikontrol agar tidak tidak menghasilkan lulusan-lulusan notaris yang tak berkualitas?
Kalo patokannya karena adanya laporan ke polisi siapa pun bisa terjadi, tak hanya dari notaris-notaris lulusan MKS. Bukan karena prodinya yang tak bermutu atau PTS nya tak bermutu. Karena yang menyangkut prodi dan PTS nya sampai sekarang tak masalah. Persoalan adanya kasus notaris yang dilaporkan itu lebih pada menyangkut persoalan pribadi-pribadinya.
Ada korelasinya tidak antara prodi kenotariatan di lingkungan suatu PTS dengan outputnya atau kualitas kelulusannya?
Prodi kenotariatan di MKS PTS maupun Magister Kenotariatan di PTN itu standardnya sama dan kurikulumnya pun sama. Tapi dalam prakteknya setelah para lulusannya bergaul di lingkungan umum, mereka bergaul dengan siapa saja. Jadi kualitas mereka sebagai notaris itu lebih terpengaruh karena lingkungannya. (Laporan Iwa Kuswara dan K.Lukie Nugroho, SH, Riza Sofyat, SH)