Rachma Soal Pencemaran Nama Baik sampai Ember

Mau kongres, mau nggak kongres juga bisa


Rachma Chandrawati seperti biasanya berbicara mengalir seperti air, tidak tampak ragu mengucapkan sesuatu, kini berbicara soal tuduhan pencemaran nama baik terhadap dirinya, soal KLB Ikatan Notaris Indonesia di Bali, dan … soal Kongres IPPAT. Berikut tanya jawabnya dengan medianotaris.com.

 


Medianotaris.com : tanggapan Anda soal pelaporan pencemaran nama baik ?

Sri Rachma Chandrawati : harusnya saya dong, yang tuntut balik karena saya dijelek-jelekan. Kita harusnya belajar menghadapi masalah dengan bijak. Untuk ini saya pun tidak mau komentar, kan?

Medianotaris.com : masalahnya sebetulnya apa, sih?

Sri Rachma Chandrawati : ya nggak tahu saya.

Medianotaris.com : apa karena ditinggalkan?

Sri Rachma Chandrawati : siapa yang meninggalkan? Siapa yang merasa meninggalkan? Yang mengundurkan diri siapa? Ingatlah kita kan, punya harga diri. Capek saya. Hari ini sebetulnya saya mau rapat rencana Rakernas Kadin. Rencananya Rakernas Kadin nanti ketuanya saya. Jadi hari ini jadwal saya penuh.

Medianotaris.com : Jadi Anda tidak merasa ada masalah dalam hal ini sehingga diperkarakan ke polisi?

Sri Rachma Chandrawati : banyak orang mendiskreditkan saya. Apa sih maunya? Yang penting saya menjalankan amanat, memberikan solusi buat anggota dan orang banyak, orang mau ngomong apa pun bodo amat. Yang penting saya sudah on the track, sesuai hukum. Saya juga ingatkan bahwa setiap orang memiliki kesabaran. Tapi kalau sudah menyinggung harga diri, sampai dunia mana pun ya, saya ladenin.
Sudahlah, tunjukkan bahwa diri kita masing-masing dewasa dalam menghadapi masalah. Jangan teriak sana-sini, nanti kan justru menjatuhkan harga dirinya sendiri. Terus kalau jatuh, nanti jangan menyalahkan orang lain.
Untuk itu anganlah mudah terbuai dengan hasutan dan ikut-ikutan orang lain. Ketika kongres di Yogyakarta, misalnya, saya kan tidak ikut-ikutan menyatakan mengundurkan diri. Saya hanya duduk manis. Saya tidak terbawa eforia orang banyak. Lagipula, saya kan tidak perlu menjelek-jelekkan orang lain. Mana…?, Buktikan kalau saya pernah menjelek-jelekan orang lain, apalagi secara terbuka.

Medianotaris.com : apa upaya Anda atas pelaporan ke polisi ini?

Sri Rachma Chandrawati : tenang aja, tunggu saja…

Medianotaris.com : komentar Anda mengenai Kongres Luar Biasa INI Mei mendatang di Bali?

Sri Rachma Chandrawati : coba sekarang kita analisa dengan nalar. Sembilan belas anggota Presidium itu, kan meninggalkan tempat sewaktu Kongres Lanjutan di Jakarta. Jadi keputusan 19 anggota Presidium untuk membentuk PKK itu dilakukan di luar arena kongres. Ingat, kongres adalah merupakan kekuasaan tertinggi dari organisasi yang suaranya berada di tangan anggota yang memiliki hak suara.

Medianotaris.com : sebetulnya kekuasaan Presidium itu bagaimana?

Sri Rachma Chandrawati : anggota Presidium punya hak suara yang sama dengan anggota yaitu, satu suara. Presidium bukan mewakili sekian banyak anggota. Tapi kalau sudah dibutakan matanya, ditutup telinganya, sudah dibungkam mulutnya. Apa pun yang terjadi, saya harus meluruskan. Saya tak takut apa pun yang terjadi.
Organisasi INI adalah untuk kepentingan anggota. Saya berharap agar bisa mencegah orang-orang yang hanya mementingkan dan mempertahankan kekuasaan serta jabatan yang seharusnya sudah diserahkan kepada yang berhak karena sudah berakhir. Semua ada tata krama dan aturannya.
Saya berharap seluruh rekan notaris, PPAT serta pejabat lelang kelas dua agar jangan terbawa arus eforia keributan di dalam organisasi INI. Sebab jika terbawa arus keributan maka dampaknya akan luas. Kalau ada masalah, selesaikan baik-baik. Jangan dibuka-buka ke publik. Kita kan punya harga diri yang harus dijaga. Soalnya yang kita “jual” dan kita pertaruhkan adalah harga diri kita. Saya berfikir harus menjalani hidup ini dengan bermanfaat buat orang lain, dengan menghindari tindakan yang tidak bermanfaat. Memberikan contoh yang baik bagi semua orang, tidak asal ucap.
Saya tidak sombong, kalau mau dengan kemampuan saya, saya bisa lakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Tapi saya tidak lakukan itu karena saya harus menata batin saya, memberi contoh pada yang lain, kepada anggota-anggota kita. Saya juga berusaha memahami bahwa kesuksesan itu karena banyak hal, termasuk karena kerjasama dengan orang lain. Janganlah kalau ada orang sukses terus diomong-omongkan (dan dicari kelemahannya). Ini kan, omongan ember…

Medianotaris.com : faktanya dalam situasi ketidak-akuran keluarga notaris ini ternyata sulit dipertemukan untuk memecahkan masalah duduk dalam satu meja.

Sri Rachma Chandrawati : jabatan yang kita dapat itu kan anugerah Tuhan. Mau dikejar-kejar bagaimana pun kalau itu bukan haknya, ya nggak bisa. Coba teman-teman yang muslim kalau habis shalat bacalah ayat kursi 3 atau 33 kali dan resapi maknanya bahwa kekuasaan tertinggi ada pada Tuhan. Jabatan, kedudukan dan rezeki tidak akan beralih ke orang lain. Tuhan berfirman “Jabatan akan aku berikan kepada siapa pun yang aku kehendaki dan akan aku cabut dari siapa pun yang aku kehendaki.”
Tentang rumor macam-macam janganlah diterima begitu saja. Saringlah, janganlah rumor yang dibicarakan orang banyak itu langsung dinilai benar. Karena yang banyak belum tentu benar. Apa yang saya lakukan dinilai tidak benar menurut mereka karena rumor macam-macam yang dipengaruhi pikiran tidak jernih.

Medianotaris.com : mungkinkah untuk menyelesaikan pertikaian di tubuh organisasi notaris ini dilakukan pertemuan bersama para petinggi notaris keseluruhan?

Sri Rachma Chandrawati : mungkin saja. Wong PSSI dan KPSI saja bisa, kok. Kalau Tuhan menghendaki, pasti jadi. Hanya niatannya saja yang tidak ada. Apa yang tidak bisa diselesaikan dan dicari jalan keluarnya di dunia, kecuali kematian. Yang penting janganlah cari salah orang lain. Carilah kesalahan masing-masing. Jangan membuka aib orang lain, nanti salah-salah aibnya sendiri akan terbuka.

Medianotaris.com : kalau dengan Adrian Djuaini hubungan Anda bagaimana?

Sri Rachma Chandrawati : hubungan sebagai teman dengan Adrian, baik-baik saja. Tetapi dalam hal tertentu saya berbeda. Siapa pun saya hormati. Dengan semua anggota yang saya kenal maupun tidak, saya membuka diri.

Medianotaris.com : hubungan dengan teman di daerah-daerah?

Sri Rachma Chandrawati : pernahkah saya minta fasilitas kalau mengadakan kunjungan ke daerah? Tidak. Saya ingin agar siapa pun yang jadi ketua organisasi tidak minta fasilitas kepada anggota bila ke daerah. Bahkan untuk pesawat, janganlah minta fasilitas, apalagi minta tiket pesawat Garuda kelas bisnis.
Kasihan nanti anggota di daerah. Saya kalau ke daerah-daerah tidak minta fasilitas alias dengan biaya saya sendiri agar tidak menyusahkan anggota di daerah. Jadi janganlah ngomong soal money politic dalam konteks fasilitas perjalanan ini.
Alhamdulillah setiap tahun saya diberikan Allah SWT untuk umrah. Saya bisa introspeksi sehingga mengantarkan saya untuk tegar menghadapi persoalan, gangguan, dimaki-maki dan sebagainya. Saya berpikir bahwa dalam organisasi, kita bertugas mengemban amanah anggota. Sehingga dalam situasi yang kisruh seperti ini kita harus berani mengatasi masalah. Untuk mengatasi masalah ini kita harus mengerti betul masalahnya. Termasuk masalah pemberian fasilitas yang dikait-kaitkan dengan money politic. Tidak ember (asal ngomong-red).

Medianotaris.com : apakah AD/ ART INI sudah mengakomodasi kepentingan anggota?

Sri Rachma Chandrawati : sudah. Tapi semuanya tergantung pada pribadi pengurusnya. Dalam prakteknya, demi kepentingan tertentu untuk menjegal orang tertentu yang tidak dikehendaki menjadi ketua umum, ketentuan organisasi yang sudah baik ini selalu diubah setiap mau diadakan Kongres.

Medianotaris.com : kira-kira kapan IPPAT akan mengadakan Kongres untuk memilih pengurus baru?

Sri Rachma Chandrawati : saya pikir September nanti akan Pra Kongres. Kongresnya akan dilaksanakan 6 bulan setelah itu.

Medianotaris.com : kapan kepengurusan PP IPPAT berakhir?

Sri Rachma Chandrawati : tahun ini. Tapi soal kapan mau kongres, dan kongres atau tidak ya tergantung kita. Mau kongres, mau nggak kongres juga bisa. Kita melihat kondisi…

Medianotaris.com : kalau sudah tiba tanggalnya, bukannya kepengurusan berakhir dan menjadi kosong?

Sri Rachma Chandrawati : memangnya kenapa? Nanti kan kelihatan siapa yang ambisi. Arep njumpuk? Jupuk kono yen kowe biso. (Mau ambil? Ambil saja kalau kamu bisa).

Medianotaris.com : Anda punya calon untuk Ketua Umum IPPAT mendatang?

Sri Rachma Chandrawati : ya ada dong. Tapi bagaimanapun juga yang menentukan nantinya adalah anggota mulai dari bawah.

Medianotaris.com :partisipasi anggota dari bawah dalam kegiatan IPPAT bagaimana?

Sri Rachma Chandrawati : bagus. Tapi untuk iuran, ini merupakan masalah karena pungutan iuran anggota tidak sampai menetes ke pusat. Pengurus daerah tidak mengirim iuran yang merupakan bagian pengurus pusat dengan alasan dipergunakan untuk kegiatan di daerah.

Medianotaris.com : jadi akhirnya Anda akhirnya memakai dana dari mana untuk kegiatan?

Sri Rachma Chandrawati : ya dari mana, kek… Tentu harus dicarikan dananya.

Medianotaris.com : Anda memakai dana pribadi?

Sri Rachma Chandrawati : masa sebagai ketua tidak punya duit? Nah, ketika anggota di daerah kesulitan ketika menyelenggarakan acara, masa kita diam saja? Kemudian kalau saya membantu anggota diasosiasikan dengan money politic, digoyang-goyang.

Medianotaris.com : katanya Anda berambisi menjadi orang nomor satu di BPN?

Sri Rachma Chandrawati : siapa yang ngomong begitu? Mana buktinya? Orang meributkan soal rumor ini untuk mendiskreditkan saya. Tapi walau bagaimana pun, siapa yang melarang kalau saya ingin menjadi Ketua BPN atau Menteri? Semua orang memiliki hak yang sama untuk menjadi pejabat publik sesuai kapasitasnya. Dengan rumor begini saja orang ribut seperti cemburu. Ingatlah bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan. Sedangkan pencapaian yang diperoleh seseorang hanya bisa didapat dari kerja keras.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rachma Soal Pencemaran Nama Baik sampai Ember

<!–[if gte mso 9]><xml>



</xml><![endif]–>Prakongres IPPAT September 2013?

Rachma Chandrawati seperti biasanya berbicara mengalir seperti air, tidak tampak ragu mengucapkan sesuatu, kini berbicara soal tuduhan pencemaran nama baik terhadap dirinya,  soal KLB Ikatan Notaris Indonesia di Bali, dan … soal Kongres IPPAT. Berikut tanya jawabnya dengan medianotaris.com.

Medianotaris.com : tanggapan Anda soal pelaporan pencemaran nama baik ?

Sri Rachma Chandrawati : harusnya saya dong, yang tuntut balik karena saya dijelek-jelekan. Kita harusnya belajar menghadapi masalah dengan bijak. Untuk ini saya pun tidak mau komentar, kan?

Medianotaris.com : masalahnya sebetulnya apa, sih?

Sri Rachma Chandrawati : ya nggak tahu saya.

Medianotaris.com : apa karena ditinggalkan?

Sri Rachma Chandrawati : siapa yang meninggalkan? Siapa yang merasa meninggalkan? Yang mengundurkan diri siapa? Ingatlah kita kan, punya harga diri.  Capek saya. Hari ini sebetulnya saya mau rapat rencana Rakernas Kadin. Rencananya Rakernas Kadin nanti ketuanya saya. Jadi hari ini jadwal saya penuh.

Medianotaris.com : Jadi Anda tidak merasa ada masalah dalam hal ini sehingga diperkarakan ke polisi?

Sri Rachma Chandrawati : banyak orang mendiskreditkan saya. Apa sih maunya? Yang penting saya menjalankan amanat, memberikan solusi buat anggota dan orang banyak, orang mau ngomong apa pun bodo amat. Yang penting saya sudah on the track, sesuai hukum. Saya juga ingatkan bahwa setiap orang memiliki kesabaran. Tapi kalau sudah menyinggung harga diri, sampai dunia mana pun ya, saya ladenin.

Sudahlah, tunjukkan bahwa diri kita masing-masing dewasa dalam menghadapi masalah. Jangan teriak sana-sini, nanti kan justru menjatuhkan harga dirinya sendiri. Terus kalau jatuh, nanti jangan menyalahkan orang diri.

Janganlah mudah terbuai dengan hasutan dan ikut-ikutan orang lain. Ketika kongres di Yogyakarta, misalnya, saya kan tidak ikut-ikutan menyatakan mengundurkan diri. Saya hanya duduk manis. Saya tidak terbawa eforia orang banyak. Lagipula, saya kan tidak perlu menjelek-jelekkan orang lain. Mana…?, Buktikan kalau saya pernah menjelek-jelekan orang lain, apalagi secara terbuka.

Medianotaris.com : apa upaya Anda atas pelaporan ke polisi ini?

Sri Rachma Chandrawati : tenang aja, tunggu saja…

Medianotaris.com : komentar Anda mengenai Kongres Luar Biasa INI Mei mendatang di Bali?

Sri Rachma Chandrawati : coba sekarang kita analisa dengan nalar. Sembilan belas anggota Presidium itu, kan meninggalkan tempat sewaktu Kongres Lanjutan di Jakarta. Jadi keputusan 19 anggota Presidium untuk membentuk PKK itu dilakukan di luar arena kongres. Ingat, kongres adalah merupakan kekuasaan tertinggi dari organisasi yang suaranya berada di tangan anggota yang memiliki hak suara.

Medianotaris.com : sebetulnya kekuasaan Presidium itu bagaimana?

Sri Rachma Chandrawati  : anggota Presidium punya hak suara yang sama dengan anggota yaitu, satu suara. Presidium bukan mewakili sekian banyak anggota. Tapi kalau sudah dibutakan matanya, ditutup telinganya, sudah dibungkam mulutnya. Apa pun yang terjadi, saya harus meluruskan. Saya tak takut apa pun yang terjadi.

Organisasi INI adalah  untuk kepentingan anggota. Saya berharap agar bisa mencegah orang-orang yang hanya mementingkan dan mempertahankan kekuasaan serta jabatan yang seharusnya sudah diserahkan kepada yang berhak karena sudah berakhir. Semua ada tata krama dan aturannya.

Saya berharap seluruh rekan notaris, PPAT serta pejabat lelang kelas dua agar jangan terbawa arus eforia keributan di dalam organisasi INI. Sebab jika terbawa arus keributan maka dampaknya akan luas. Kalau ada masalah, selesaikan baik-baik.  Jangan dibuka-buka ke publik. Kita kan punya harga diri yang harus dijaga. Soalnya yang kita “jual”  dan kita pertaruhkan adalah harga diri kita. Saya berfikir harus menjalani hidup ini dengan bermanfaat buat orang lain, dengan menghindari tindakan yang tidak bermanfaat. Memberikan contoh yang baik bagi semua orang, tidak asal ucap.

Saya tidak sombong, kalau mau dengan kemampuan saya, saya bisa lakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Tapi saya tidak lakukan itu karena saya harus menata batin saya, memberi contoh pada yang lain, kepada anggota-anggota kita. Saya juga berusaha memahami bahwa kesuksesan itu karena banyak hal, termasuk karena kerjasama dengan orang lain. Janganlah kalau ada orang sukses terus diomong-omongkan (dan dicari kelemahannya). Ini kan, omongan ember.

Medianotaris.com : faktanya dalam situasi  ketidak-akuran keluarga notaris ini ternyata sulit dipertemukan untuk memecahkan masalah duduk dalam satu meja.

Sri Rachma Chandrawati : jabatan yang kita dapat itu kan anugerah Tuhan. Mau dikejar-kejar bagaimana pun kalau itu bukan haknya, ya nggak bisa.  Coba teman-teman yang muslim kalau habis shalat bacalah ayat kursi 3 atau 33 kali dan resapi maknanya bahwa kekuasaan tertinggi ada pada Tuhan. Jabatan, kedudukan dan rezeki tidak akan beralih ke orang lain. Tuhan berfirman “Jabatan akan aku berikan kepada siapa pun yang aku kehendaki dan akan aku cabut dari siapa pun yang aku kehendaki.”

Tentang rumor macam-macam janganlah diterima begitu saja. Saringlah, janganlah rumor yang dibicarakan orang banyak itu langsung dinilai benar. Karena yang banyak belum tentu benar. Apa yang saya lakukan dinilai tidak benar menurut mereka karena rumor macam-macam yang dipengaruhi pikiran tidak jernih.

Medianotaris.com : mungkinkah untuk menyelesaikan pertikaian di tubuh organisasi notaris ini dilakukan pertemuan bersama para petinggi notaris keseluruhan?

Sri Rachma Chandrawati : mungkin saja. Wong PSSI dan KPSI saja bisa, kok. Kalau Tuhan menghendaki, pasti jadi. Hanya niatannya saja yang tidak ada. Apa yang tidak bisa diselesaikan dan dicari jalan keluarnya di dunia, kecuali kematian. Yang penting janganlah cari salah orang lain. Carilah kesalahan masing-masing. Jangan membuka aib orang lain, nanti salah-salah aibnya sendiri akan terbuka.

Medianotaris.com : kalau dengan Adrian Djuaini hubungan Anda bagaimana?

Sri Rachma Chandrawati : hubungan sebagai teman dengan Adrian, baik-baik saja. Tetapi dalam hal tertentu saya berbeda. Siapa pun saya hormati. Dengan semua anggota yang saya kenal maupun tidak,  saya membuka diri.

Medianotaris.com : hubungan dengan teman di daerah-daerah?

Sri Rachma Chandrawati : pernahkah saya minta fasilitas kalau mengadakan kunjungan ke daerah? Tidak. Saya ingin agar siapa pun yang jadi ketua organisasi tidak minta fasilitas kepada anggota bila ke daerah. Bahkan untuk pesawat, janganlah minta fasilitas, apalagi minta tiket pesawat Garuda kelas bisnis. Kasihan nanti anggota di daerah. Saya kalau ke daerah-daerah tidak minta fasilitas alias dengan biaya saya sendiri agar tidak menyusahkan anggota di daerah. Jadi janganlah ngomong soal money politic dalam konteks fasilitas perjalanan ini.

Alhamdulillah setiap tahun saya diberikan Allah SWT untuk umrah. Saya bisa introspeksi sehingga mengantarkan saya untuk tegar menghadapi persoalan, gangguan, dimaki-maki dan sebagainya. Saya berpikir bahwa dalam organisasi, kita bertugas mengemban amanah anggota.  Sehingga dalam situasi yang kisruh seperti ini kita harus berani mengatasi masalah. Untuk mengatasi masalah ini kita harus mengerti betul masalahnya. Termasuk masalah pemberian fasilitas yang dikait-kaitkan dengan money politic.  Tidak ember (asal ngomong-red).

Medianotaris.com : apakah AD/ ART INI sudah mengakomodasi kepentingan anggota?

Sri Rachma Chandrawati : sudah. Tapi semuanya tergantung pada pribadi pengurusnya. Namun dalam prakteknya, demi kepentingan tertentu untuk menjegal orang tertentu yang tidak dikehendaki menjadi ketua umum, ketentuan organisasi yang sudah baik ini selalu diubah setiap mau diadakan Kongres.

Medianotaris.com : kira-kira kapan IPPAT akan mengadakan Kongres untuk memilih pengurus baru?

Sri Rachma Chandrawati : saya pikir September nanti akan Pra Kongres IPPAT. Kongresnya akan dilaksanakan 6 bulan setelah itu.

Medianotaris.com : kapan kepengurusan PP IPPAT berakhir?

Sri Rachma Chandrawati : tahun ini. Tapi soal kapan mau kongres, dan kongres atau tidak ya tergantung kita. Mau kongres, mau nggak kongres juga bisa. Kita melihat kondisi…

Medianotaris.com : kalau sudah tiba tanggalnya, bukannya kepengurusan berakhir dan  menjadi kosong?

Sri Rachma Chandrawati : memangnya kenapa? Nanti kan kelihatan siapa yang ambisi. Arep njumpuk? Jupuk kono yen kowe biso. (Mau ambil? Ambil saja kalau kamu bisa).

Medianotaris.com : Anda punya calon untuk Ketua Umum IPPAT mendatang?

Sri Rachma Chandrawati : ya ada dong. Tapi bagaimanapun juga yang menentukan nantinya adalah anggota mulai dari bawah.

Medianotaris.com :partisipasi anggota dari bawah dalam kegiatan IPPAT bagaimana?

Sri Rachma Chandrawati : bagus. Tapi untuk iuran, ini merupakan masalah karena pungutan iuran anggota tidak sampai menetes ke pusat. Pengurus daerah tidak mengirim iuran yang merupakan bagian pengurus pusat dengan alasan dipergunakan untuk kegiatan di daerah.

Medianotaris.com : jadi akhirnya Anda akhirnya memakai dana dari mana untuk kegiatan?

Sri Rachma Chandrawati : ya dari mana, kek… Tentu harus dicarikan dananya.

Medianotaris.com : Anda memakai dana pribadi?

Sri Rachma Chandrawati : masa sebagai ketua tidak punya duit? Nah, ketika anggota di daerah kesulitan ketika menyelenggarakan acara, masa kita diam saja? Kemudian kalau saya membantu anggota diasosiasikan dengan money politic, digoyang-goyang.

Medianotaris.com : katanya Anda berambisi menjadi orang nomor satu di BPN?

Sri Rachma Chandrawati : siapa yang ngomong begitu? Mana buktinya? Orang meributkan soal  rumor ini untuk mendiskreditkan saya. Tapi walau bagaimana pun, siapa yang melarang kalau saya ingin menjadi Ketua BPN atau Menteri? Semua orang memiliki hak yang sama untuk menjadi pejabat publik sesuai kapasitasnya. Dengan rumor begini saja orang ribut seperti cemburu. Ingatlah bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan. Sedangkan pencapaian yang diperoleh seseorang hanya bisa didapat dari kerja keras.

<!–[if gte mso 9]><xml>

Normal
0




false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE
























</xml><![endif]–><!–[if gte mso 9]><xml>











































































































































</xml><![endif]–><!–[if gte mso 10]>
<style>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-language:EN-US;}
</style>

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top