Perpecahan organisasi Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang terbagi antara Kubu INI SRC dan PKK INI, berdampak pada para calon notaris yang hingga kini masih bertanya-tanya tentang kejelasan pelaksanaan SABH 2012. Sejak Kongres INI mengalami deadlock dalam menentukan Ketua Umum Baru di Yogyakarta, Januari lalu hingga pada Kongres Lanjutan di Jakarta, penantian calon notaris tak kunjung usai.
Sejumlah calon notaris mengaku, tidak mempermasalahkan dari kubu mana yang akan dipilih Kementerian Hukum dan HAM untuk mengadakan pelatihan SABH 2012. “Bahkan, akademisi pun bisa digandeng untuk menyelenggarakan SABH 2012. Kami pun siap dijadikan panitia apabila Kemenkumham menghendaki,” ujar seorang calon notaris, Yulistya Adi Nugraha.
Ketidakjelasan tentang kapan pelaksanaan SABH 2012, membuat beberapa calon notaris berniat datang ke Kemenkumham, untuk berdialog dengan pejabat Kemenkumham/Dirjen AHU untuk menanyakan Kapan Pelaksanaan SABH 2012.
Para calon notaris ini, telah berupaya menanyakan ke berbagai pihak, termasuk ke twitter Denny Indrayana (Wakil Menteri Hukum dan HAM), atau Organisasi, baik ke kubu INI SRC maupun PKK INI. Namun, mereka belum mendapatkan jawaban pasti.
Setidaknya, ada 1.500 calon notaris yang saat ini tengah menunggu kejelasan kapan SABH 2012 akan dilaksanakan. Mereka mengaku tidak bisa tinggal diam menunggu kepengurusan untuk menindaklanjuti masalah pelaksanaan SABH ini kepada Kemenkumham, mengingat perpecahan di tubuh organisasi yang seharusnya menaungi mereka, Ikatan Notaris Indonesia (INI). Hingga kini, baik Pengurus INI SRC maupun PKK INI, dianggap tidak bisa memfasilitasi para calon notaris untuk segera mendapatkan pelatihan SABH 2012 tersebut.
Tidak ingin terpengaruh dengan kisruh kedua orang tua, yang seharusnya membimbing mereka, para calon ini pun membuat Forum Anggota Luar Biasa (ALB) INI. Pada pelaksanaan ujian PPAT di Jogja, 13 November lalu, Forum Anggota Luar Biasa INI tersebut, berupaya mengumpulkan tanda tangan sebanyak-banyaknya dari ALB yang belum ikut SABH, untuk mendukung agar SABH 2012 segera dilaksanakan. Setidaknya, lebih dari 100 tanda tangan ALB berhasil dikumpulkan. Tanda tangan para ALB ini, rencananya akan dibawa ke Kemenkumham untuk mendesak agar SABH segera dilaksanakan, paling lambat Desember 2012.
Dukungan dari para ALB yang peduli nasib mereka sendiri, sangat diperlukan, untuk disampaikan kepada Kemenkumham secara elegan. Para ALB ini mengaku ingin datang ke Kemenkumham, tidak untuk berdemo atau menentang kebijakan, namun hanya semata-mata ingin berdialog secara elegan untuk mendapat kepastian, kapan SABH 2012 akan dilaksanakan.