Bank Tabungan Negara (BTN) cabang Tangerang menyelenggarakan sebuah acara unik, yaitu penandatangan akta secara massal dalam rangka realisasi kredit perumahan rakyat bersubsidi pada selasa, 29 September 2015.
Acara yang berlangsung di GOR Tangerang itu dihadiri Direktur Bank BTN Mansyur S. Nasution, MSc. dan jajarannya, Pengurus BTN Tangerang, Pejabat Pemda, Pengurus Asosiasi Pengembang Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia, dan lain-lain, termasuk para pembeli yang jumlahnya ribuan dengan membawa istri dan anak-anaknya.
Pemberian kredit untuk membeli rumah sederhana ini, menurut salah seorang pembeli yang tidak mau disebut namanya, sangat menggembirakan berarti dirinya telah memiliki rumah sendiri, dan tak perlu mengontrak lagi. Ia membeli rumah yang lokasinya kebetulan relatif dengan pabrik tempatnya bekerja. Untuk itulah walau rumahnya kecil, ia sangat berbahagia dan bersyukur.
Sebelumnya tidak terbayangkan bagaimana sekitar 8 orang notaris menangani akta-akta yang harus ditandatangani para pembeli rumah sebanyak 1.000 rumah itu dalam sehari. Namun ternyata segala sesuatunya sudah dipersiapkan oleh para notaris sehingga para pembeli itu tinggal mengecek identitas dirinya dan rumah yang dibelinya, dan … tandatangan, selesai.
Sebelum itu dua dari sejumlah notaris Tangerang itu, yaitu Rustianah D. Korawan, SH dan Herry Sosiawan, SH, sebelum acara penandatangan dimulai, menjelaskan pada seluruh calon pembeli mengenai apa yang akan terjadi, dan apa yang dilakukan para pembeli hari itu. Dengan penjelasan ini para pembeli sudah mendapatkan wawasan mengenai apa yang akan dilakukan dan apa akibat hukumnya.
Proses ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam waktu kurang dari 4 jam, seribu rumah itu sudah resmi terjual dengan fasilitas kredit oleh Bank BTN.
Dalam sambutannya, Direkur Bank BTN Mansyur S. Nasution, MSc berharap agar pengembang tidak henti-hentinya mengusahakan pembangunan rumah sederahana ini, selain mendapatkan dukungan dari Bank BTN, juga karena permintaan masyarakat makin tinggi. Mansyur menambahkan bahwa para pembeli rumah ini adalah orang-orang yang membutuhkan rumah untuk diri mereka, bukan untuk investasi. Ia juga menambahkan agar daerah lain mengikuti jejak Tangerang.