Tahun 2026, pada Oktober atau November akan diadakan Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI). Menurut info akan diadakan di Semarang, Jawa Tengah. Kongres INI agenda utamanya adalah memilih Ketua Umum INI dan para anggota Dewan Kehormatan Pusat.Pemilihan kandidat bisa muncul atas dasar popularitasnya sebagai tokoh organisasi , pendidikan, atau kriteria lainnya, misalnya kritik membangun melalui media sosial.
Mereka ini dipilih dari kandidat atau bakal calon yang ada. Para bakal calon (balon) dipilih berdasarkan usulan dari bawah, yaitu dari daerah melalui rapat pengurus daerah.
Penjaringan nama-nama bakal calon Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia dan juga Dewan Kehormatan Pusat bisa terjadi begitu saja, dan itu dimulai dari rapat di daerah. Sebagai gambaran, dalam sebuah rapat anggota untuk memasukkan nama ke dalam bursa calon bisa diusulkan oleh hanya satu orang saja sudah cukup untuk menuliskan nama seorang bakal calon yang nantinya dikirim ke pengurus wilayah, dan dikirim ke pengurus pusat. Tanpa perlu ada perdebatan atau diskusi. Biasanya ini terjadi untuk nama yang sudah dikenal secara nasional, regional.

Namun untuk kali ini agaknya kemungkinan ada saringan yang diberlakukan, yaitu kandidat yang masuk mesti dari bakal calon yang tunduk pada keputusan Pemerintah melalui Kementerian Hukum pada 16 Januari 2025 yang mengakui Pengurus Pusat INI yang sekarang.
Pemilihan kandidat bisa muncul atas dasar popularitasnya sebagai tokoh organisasi , pendidikan, atau kriteria lainnya, misalnya kritik membangun melalui media sosial.
Notaris yang namanya memiliki peluang muncul sebagai Bakal Calon Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia (Balon INI) sekurangnya 15 orang sesuai urutan abjad adalah Dr. Al Halim, SH, MKn, MH, Amriyati Amin, SH, MH, Ashoya Ratam, SH, MSc, MKn, Dr. Dhody A.R. Widjajaatmadja, SH, SpN, Dr. Erny Kencanawati, SH, MH, Dr. Habib Adjie, SH, MHum, AII Arb, Dr. Hapendi Harahap, SH,SpN, MH, Dr. Irfan Ardiansyah, SH, LLM, SpN, Dr. Isy Karimah Syakir, SH, MH, AII Arb, Julius Purnawan, SH, MSi, Maferdy Yulius, SH, SPN, MKn, Dr. Ranti Fauza Mayana, SH, Rustianah, SH, MKn, Dr. KRA, M.J. Widijatmoko, SH, SpN, Prof. Dr. Widhi Handoko, SH, SpN, dan beberapa nama lainnya.
Namun diperkirakan dari nama-nama ini akan mengerucut jumlahnya menjadi sekitar lima atau enam nama, yaitu Al Halim, Amriyati Amin, Dhody A.R. Widjajaatmadja, Irfan Ardiansyah, Rustianah, dan si “kuda hitam” Hapendi Harahap.
Nama Al Halim diperkirakan menjadi populer karena dia adalah notaris yang berkedudukan di Semarang dan Ketua Wilayah Jawa Tengah, serta Kongresnya pun diselenggarakan di Semarang. Sementara Rustianah memiliki popularitas kuat karena adalah Ketua Wilayah Banten yang akhirnya belakangan tunduk pada keputusan Pemerintah pada 16 Januari 2025. Dia dikenal sangat dekat dengan Ketua Umum INI Yualita Widyadhari. Sedangkan Hapendi Harahap saat ini adalah Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT).
Sementara itu Dhody adalah Ketua Wilayah Jawa Barat yang dikenal sangat dekat dengan Irfan Ardiansyah. Yang terakhir dan berpeluang besar karena popularitasnya sebagai Sekretaris Umum INI, Amriyati Amin.







Tinggalkan komentar