Selanjutnya Rustianah menyampaikan, berdasarkan keputusan rapat Pengwil Banten akan memberikan dana pembinaan anggota sebesar 10 juta rupiah kepada Pengda-pengda yang telah melaksanakan Konferda, menghasilkan ketua terpilih.
Konferda Notaris Kabupaten Tangerang
medianotaris.com – Kabupaten Tangerang (Kustyo Lukie Nugroho, SH-Diyan Srikandini) – Konferensi Daerah Kabupaten Tangerang, Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Kabupaten Tangerang, Rabu (15/10/25) menghasilkan 62 suara keunggulan Dyah Dwiyanti Prihatiningtyas, SH, MKn sebagai ketua baru atas rivalnya, Al Faraby Angkat, SH, MKn yang mendapatkan 34 suara.

Dyah Dwiyanti Prihatiningtyas yang biasa dipanggil Mbak Tyas itu meraup suara hampir dua kali lipat dari Bang Al (panggilan Al Faraby) bukanlah hal yang mengherankan karena keduanya selalu seiring-sejalan dalam kegiatan. Keduanya, Tyas dan Al masing-masing adalah sebagai Ketua IPPAT dan Ketua INI Kabupaten Tangerang. Biasanya, Tyas sebagai Ketua IPPAT dan Al sebagai Ketua INI Kabupaten Tangerang, menyelenggarakan acara buka puasa selalu bersama-sama. Anggotanya pun juga orang-orang yang kurang lebih sama.
Tapi saat Konferda ini Al bersaing dengan Tyas sebagai penantang. Dan tyas pun akhirnya memenangkan persaingan dalam voting. Kini Tyas selain sebagai Ketua INI, juga merupakan Ketua IPPAT atau Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Kabupaten Tangerang.

Keunggulan Tyas terlihat saat sebelum diadakan pemilihan yang diketahui dari peserta yang hadir. Sisi bagusnya adalah proses pemilihan berjalan dengan lancar sampai selesai sekitar jam 8 malam.
Selain itu dalam acara ini Dewan Kehormatan Daerah yang terpilih adalah Michael Wisnu Barata, SH, MKn, Mohammad Abror, SH, MKn dan Silvia Abbas Sudrajat, SH, SpN.
Sesaat setelah terpilih Tyas selaku Ketua Pengurus Daerah yang baru, langsung dilantik oleh Ketua Pengurus Wilayah Banten, INI Rustianah, SH, MKn didampingi jajaran Pengwil yang hadir.

Sementara para anggota Dewan Kehormatan terpilih dilantik oleh Lieke Tikilie, SH selaku ketua Dewan Kehormatan Wilayah Banten beserta sekretaris dan anggota lainnya.
Al Faraby Angkat dalam sambutan pembukaan Konferda menyampaikan bahwa kelambatan pelaksanaan Konferda ini adalah akibat dinamika organisasi INI yang bermula dari pusat sehingga ke daerah.
Seperti kita ketahui dalam kurun waktu sejak tahun 2022 organisasi INI terjadi konflik berkepanjangan yang berimbas ke daerah-daerah. Akhirnya terjadi kekacauan jadwal kegiatan-kegiatan organisasi di daerah.

Kalau secara normal Al Faraby masa jabatannya adalah dari 2019 sampai 2022. Namun karena terjadi gonjang-ganjing di pusat dan merembet dan keributan ini membuat susah anggota di daerah-daerah maka Konferda itu dilakukan sekarang. Kekuasaan pengurus terpilih yang diraih Tyas sendiri hanya akan sampai setelah Konferda setelah Konferl dan Kongres yang diperkirakan berlangsung pada penghujung tahun 2026.
Dalam acara itu hadir tamu undangan dari Majelis Pengawas Daerah dari unsur notaris dan pemerintah, anggota pengurus Wilayah Banten INI, Ketua Pengurus Daerah Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Kota Tangerang.

Dalam sambutannya Ketua Pengwil Rustianah Konferda Kabupaten Tangerang merupakan konferda urutan ke enam setelah Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang.
Selanjutnya Rustianah menyampaikan, berdasarkan keputusan rapat Pengwil Banten akan memberikan dana pembinaan anggota sebesar 10 juta rupiah kepada Pengda-pengda yang telah melaksanakan Konferda, menghasilkan ketua terpilih.
Atas penyampaian kabar baik ini peserta sidang Konferda menyambut dengan tepuk tangan.

Menurutnya Konferda bukan hanya merupakan agenda pemilihan, tetapi juga merupakan sarana memperkuat tali persaudaraan, menyatukan tekad, meneguhkan komitmen dalam membangun INI yang lebih maju dan bermartabat.
Terkadang menjelang Konferda seringkali diwarnai dinamika, katanya. Hal ini wajar dan menandakan bahwa organisasi itu hidup. Dari sini memunculkan perbedaan pendapat. Menurutnya, perbedaan adalah suatu rahmat, asal kita mengelolanya dengan dewasa dan bijaksana, dan siapapun yang terpilih nanti adalah yang terbaik dan harus kita dukung bersama, tambahnya.
Sebelum acara Konferda, pagi harinya diadakan diskusi setengah hari yang menyajikan tema menarik, yaitu masalah “PELAKSANAAN CESSIE, NOVASI, SUBROGASI DALAM PRAKTIK KENOTARIATAN” yang dibawakan Dr. Fully Handayani Ridwan, S.H., M.Kn., AIIArb. Peserta seminar pagi sebanyak 195 orang, yang menurut ketua pelaksananya M. Abror, sebetulnya target panitia hanya 150 orang.

Seminar yang sebagian besar pengikutnya adalah calon notaris yang merupakan Anggota Luar Biasa (ALB) INI dan notaris muda ini berkembang menjadi diskusi menarik karena di sini berkaitan dengan pekerjaan notaris yang berhubungan dengan perbankan.
Konferda INI Kabupaten Tangerang dipimpin oleh Ketua Presidium Asep Heryanto, SH, MKn yang didampingi oleh M. Abror, Putri Paramitha dan Amini. Dalam rapat anggota (konferda) hari ini, hadir 94 orang, jauh lebih sedikit dari jumlah notaris di wilayah kabupaten tangerang sebanyak 455 orang atau tidak memenuhi kuorum sebesar 50 persen. Karena itu, Asep menyekors sidang selama 30 menit.
Selama rehat menunggu Sidang kembali dibuka, dilakukan pembekalan dari Majelis Pengawas Daerah (MPD) Kabupaten Tangerang 2024-2027, tentang mekanisme pemeriksaan notaris, dan akibat hukum dari akta notaris. Acara ini dipimpin oleh Ketua Majelis Pengawas Derah Kabupaten Tangerang Zulfanovriyendi, SH, Mkn
Selain itu juga dilanjutkan dengan penjelasan Dewan Kehormatan Daerah Silvia Abbas, SH.







Tinggalkan komentar