Berita Utama

Liputan

Galeri Bisnis

Problematika

Editorial

Agenda

Eksistensi Jabatan PPAT Tergerus Kemajuan Teknologi

Media Notaris

0 Comment

Link

Jawa Tengah Merebut Piala Bergilir Badminton IPPAT

Turnamen Badminton IPPAT 2025, Semarang.

medianotaris.com, Semarang – (K. Lukie Nugroho, SH)- Turnamen badminton nasional yang diselenggarakan Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang diselenggarakan bersama Pengurus Wilayah Jawa Tengah di Semarang pada 6-7 September 2025 berakhir dengan keberhasilan tuan rumah Jawa Tengah merebut piala bergilir Ketua Umum IPPAT. Sedangkan juara kedua adalah tim dari Pengurus Wilayah Jawa Barat.

Acara itu diikuti peserta-peserta yang berasal dari 6 Pengurus Wilayah IPPAT, yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan tuan rumah Jawa Tengah.

Wedy Asmara, SH dan Ehwan Zamrudi, SH, MKn  masing-masing selaku Ketua Pengwil dan Ketua Panitia Pelaksana acara berhadiah total Rp 80 juta itu tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas terselanggaranya acara tahunan organisasi IPPAT ini. Bagaimana tidak, sebelumnya panitia penyelenggara sempat khawatir sejak meletusnya demo besar-besaran di mana-mana yang memakan korban jiwa, perusakan fasilitas umum dan lainnya.

Ketua Umum IPPAT Hapendi Harahap beserta Sekretaris Umum dan jajaran didampingi para Ketua Pengurus Wilayah dan pengurus lainnya.

Namun mereka akhirnya berketetapan menyelenggarakan acara itu dengan sukses tanpa mengubah waktu pelaksanaannya.

Ketua Umum PP IPPAT Dr. Hapendi Harahap, SH, MH datang didampingi Sekretaris Umum Fessy Alwi, SH, MKn beserta pengurus lainnya.

Tim badminton Jawa Tengah memenangkan juara 1 dan juara 3, sekaligus menyabet piala bergilir Ketua Umum IPPAT 2025.

Dalam sambutannya, Hapendi mengingatkan bahwa era kemajuan teknologi yang makin pesat berkembang, berdampak pada  eksistensi jabatan PPAT yang terancam tergerus oleh era digitalisasi.Untuk itu para PPAT harus fokus dalam bekerja menjalankan tugas dan jabatannya.

Pernyataan notaris/ PPAT yang berdinas Kota Cilegon ini mengingatkan kita semua bahwa kemajuan teknologi yang dimaksudkan untuk menciptakan  manfaat dan kemudahan bagi umat manusia itu ternyata  terdapat dampak negatif dan justru menimbulkan kesulitan dan kerugian.

Momen pemberian piala bergilir Ketua Umum IPPAT pada tim Jawa Tengah.

Dalam digitalisasi akta setidaknya ada tiga jenis akta yang hilang dari wewenang PPAT, yaitu akta tukar-menukar, akta inbreng, akta pembagian harta bersama.

Juara kedua dimenangkan tim Jawa Barat.

Selain itu dalam digitalisasi ini proses pekerjaan  PPAT menjadi makin terbatas, contohnya dalam mengerjakan Akta SKMHT atau Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan. Para PPAT tidak bisa membuat Akta SKMHT di luar wilayahnya jika tanah yang akan ditransaksikan berada salah satunya di luar wilayah kerjanya PPAT.

 Menyinggung masalah piala bergilir kejuaran badminton IPPAT, Hapendi menyebutkan bahwa saat Menteri ATR/ Kepala Badan Pertanahan Hadi Tjahjanto saat itu sudah menyetujui diberikannya piala bergilir  Menteri ATR/ Kepala BPN untuk kejuaraan badminton IPPAT setiap tahun. Sayangnya sampai saat Menteri sudah berganti dua kali piala ini tidak kunjung  diwujudkan karena kurang sigapnya tim di Pengurus Pusat IPPAT untuk menindak-lanjuti momentum yang baik itu.

Ketua Umum IPPAT Hapendi Harahap saat memberikan sambutan.

Untuk itu ia memerintahkan tim pengurus untuk menindak-lanjuti agar untuk kegiatan pertandingan badminton IPPAT ini berhadiah utama Piala Bergilir Menteri ATR/ Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Dengan Piala Bergilir Menteri ATR/ Kepala BPN diharapkan semangat anggota untuk berolahraga badminton meningkat lagi, dan peserta dalam pertandingan bisa lebih luas pengikutnya. Dengan begitu sponsor makin semangat, dan juga akhirnya hadiahnya lebih besar lagi.

Serah terima piala bergilir antara Ketua Umum IPPAT Hapendi Harahap dan Ketua Pengurus Wilayah Jateng Wedy Asmara sebelum pertandingan.

Semula hadiah total yang disediakan panitia sebesar 40 Juta Rupiah, namun PP IPPAT menambah jumlah hadiah menjadi 80 Juta Rupiah.Hapendi menyampaikan hal ini disambut tepuk tangan meriah.

Tim DKI Jakarta

Namun dari pertandingan minggu lalu patut diacungi jempol anggota IPPAT yang ikut pertandingan yang menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya tidak sedikit. Mereka tahu bahwa hadiahnya sangat kecil bila dibandingkan dengan ongkos transportasi dan penginapan. Contohnya peserta dari Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan tentu mereka mengeluarkan biaya tidak sedikit. Walau begitu mereka pasti terhibur dengan silaturahmi antar teman seprofesi di Jawa. Sekali lagi, patut diacungi jempol karena memperkuat hubungan antar anggota.

Tim dari Banten.

Tak ketinggalan adalah peran Pengwil Jawa Barat, Pengwil DKI Jakarta dan Pengwil Banten yang masing-masing dipimpin Ketua Pengwilnya langsung yaitu Samsuri, SH, MKn, Vivi Novita Rido, SH, MKn dan Ellies Daini, SH, MH yang menyempatkan waktu dan tenaganya mendampingidan menyemangati timnya. Mereka telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya demi keutuhan dan kejayaan organisasi.

Tim Sulawesi Selatan.

Menurut Wedy selaku panitia pelaksana mengatakan bahwa acara ini membawa  inspirasi buat anggota yang tidak hanya mengajak pada kebiasaan sehat, juga menjaga kekompakan serta sportivitas yang akan berpengaruh pada bidang tugas dan jabatan masing-masing sehari-hari.

Tags:

Share:

Related Post

Tinggalkan komentar