Passing Grade Diturunkan, Masih banyak Yang Tidak Mampu

 

medianogtaris.com – (K Lukie Nugroho,S.H – Diyan Srikandini) Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum, Dr. Widodo, SH, MH membuka pelaksanaan Ujian Kode Etik Notaris (UKEN) secara daring, hari Jumat (6/3) yang dipusatkan di wilayah Bumi Serpong Damai ,  Banten dan terselenggara secara serentak bersama 7 wilayah lainnya; Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Riau dan Sumatera Utara.

– Ritual acara pembukaan dengan pemukulan bedug bersama, dari kiri Anggota Dewan Kehormatan Hapendi Harahap, Direktur Perdata Henry Sulaiman, Ketua Umum INI Irfan Ardiansyah dan Ketua Pengwil Banten Rustianah. >>>> putar layar hp Anda melawan jarum jam untuk melihat foto lebih besar.

Dalam sambutannya, Widodo mengatakan, UKEN merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan seseorang menjadi notaris. UKEN menjadi persyaratan akhir dari organisasi profesi untuk menyatakan bahwa calon notaris yang tergabung menjadi anggota luar biasa (ALB) siap untuk diangkat menjadi seorang notaris. Melalui UKEN, yang menjadi fase penutup pembinaan untuk memastikan, bahwa seseorang sudah benar benar siap menjalankan jabatan notaris dengan penuh tanggung jawab dan  berintegritas.

– Peserta terbanyak UKEN kali ini adalah di Banten, yaitu 290 orang. Ada yang datang dari Palembang.

Dalam kesempatan tersebut, Widodo menyoroti standar kompetensi calon notaris, yang masih harus terus diperbaiki. Dalam pelaksanaan UKEN 2025 lalu, dalam kondisi passing grade diturunkan, masih banyak calon notaris yang belum mampu memenuhi standar kelulusan. Ia berharap, tingkat kelulusan tahun 2026 meningkat dan semua bisa lulus UKEN.

“Rendahnya tingkat kelulusan di masa lalu, tidak boleh diabaikan. Ini menjadi peringatan penting bahwa kualitas pendidikan seorang notaris, proses pembinaan profesi dan persiapan calon notaris perlu terus diperkuat secara menyeluruh. Karena pada akhirnya, setiap kelemahan kompentesi seorang notaris akan berdampak langsung pada kualitas layanan hukum dan kepercayaan publik terhadap notaris dan negara,” ujar Widodo.

– Ketua Umum INI Irfan Ardiansyah didampingi Sekretaris Umum Amriyati Amin, dan Bendahara Umum Erny Kencanawati.

Dalam beberapa tahun terakhir, menurut Widodo, Ditjen AHU telah menemukan peningkatan pelanggaran jabatan notaris di berbagai wilayah. Jenis pelanggaran yang ditemukan antara lain;  terjadinya penyalahgunaan akun online oleh pihak lain tanpa pengawasan langsung notaris, pembuatan akta otentik tanpa kehadiran para pihak yang berakibat pada cacat hukum, prosedural dan pelanggaran kode etik notaris, tidak melaksanakan kewajiban untuk melaporkan akta-akta yang telah dibentuknya, termasuk akta berbentuk jaminan fidusia, pemalsuan tanda tangan atau penggunaan identitas tanpa dilakukan verifikasi secara cermat, dan terlibat dalam praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) atau gratifikasi atau konflik kepentingan dalam pembuatan akta, yang tidak hanya melanggar kode etik, namun juga berpotensi menimbulkan sanksi administratif perdata bahkan pidana. “Karena itu, pembekalan etika dan integritas dalam UKEN ini menjadi sangat penting bagi calon notaris agar memiliki pondasi moral yang kokoh dalam menjalankan amanah jabatannya,” tegas Widodo.

– Para calon penguji dari Pengwil Banten

Ketua Umum PP INI Irfan Ardiansyah mengakui, bahwa INI menurunkan passing grade tahun 2025 sebanyak dua kali, tapi ia mengaku tidak berharap adanya penurunan tingkat kelulusan atau passing grade. “Kami berharap notaris, yang berkualitas dan benar benar sanggup, benar-benar mampu dengan mentalitas yang kuat dan benar-benar siap menjalankan jabatan notaris,” tandas Irfan. Irfan juga berpesan agar para calon notaris, yang mengikuti UKEN untuk tidak sekedar lulus, namun dapat menjaga integritas sebagai notaris.

Henry Sulaiman
Hapendi Harahap

UKEN yang berlangsung di delapan wilayah ini diikuti 921 peserta calon notaris atau Anggota Luar Biasa (ALB); dengan rincian 290 peserta di Banten, 193 di Jawa Tengah, 100 di Bali, 84 Sulawesi Selatan, 73 Jawa Timur dan 64 di Jawa Barat. Sementara ada 62 peserta calon notaris dari Riau dan 59 orang dari Sumatera Utara.

– Rustianah : UKEN bukan hanya sekedar ujian formalitas administratif, tapi gerbang moral

Ketua Pengurus Wilayah INI Banten, Rustianah S.H MKn menyampaikan, terima kasih atas kepercayaan PP INI terhadap pengwil Banten dan 7 pengwil lainnya untuk melaksanakan UKEN dan pembukaan UKEN yang dipusatkan di Banten. “ Ini mejadi kebanggaan sekaligus amanah yang akan dijaga penuh tanggung jawab, profesional dan integritas,”kata Rustianah. Rustianah pun berpesan pada calon notaris peserta UKEN, untuk mengikuti ujian dengan kesungguhan, kejujuran dan rasa tanggung jawab, bukan hanya sekedar lulus, tapi menjadikan UKEN sebagai momentum dalam menentukan komitmen pribadi terhadap nilai luhur notaris. “Uken bukan hanya sekedar ujian formalitas administratif, tapi gerbang moral, karena disinilah integritas, pemahaman dan komitmen terhadap kode etik, diuji sebelum seseorang benar-benar melaksanakan jabatan notaris sebagai jabatan umum yang terhormat.”

 

Acara pembekalan di Banten diisi oleh Direktur Perdata Henry Sulaiman, SH, ME, Anggota Dewan Kehormatan Dr. Hapendi Harahap, SH, MH dan Pengurus Pusat INI Syarifudin, SH,

Acara pembekalan terakhir hari ini dibawakan Hapendi Harahap yang saat ini menjabat Ketua Umum Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Hapendi mendapat aplaus meriah dari peserta yang terlihat antusias mengikuti pemaparan kode etik INI baru.

Banyak hal baru dalam aturan kode etik sekarang seiring kompleksnya permasalahan dalam menjalankan jabatan notaris