Bimbingan Teknis Parsiapan Ujian PPAT
Sungguh beruntung peserta Bimbingan Teknis Persiapan Ujian PPAT di Malang yang diselenggarakan Pengurus Daerah Kabupaten Malang, Senin (20/7/26). Pasalnya sesi terakhir acara ini dibawakan Dr. Alwesius Ola, SH, MKn sungguh menarik karena berisi daging semua dan hampir-hampir dia jarang melihat lap topnya.

Dua belas hari menjelang Ujian PPAT yang diselenggarakan Pemerintah melalui Kementerian ATR/ Kepala BPN Pengurus Daerah Kebupaten Malang, Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) menyelenggarakan acara bertajuk Bimbingan Teknis Persiapan Ujian PPAT di Malang (20/7/26) dengan peserta sebanyak 55 orang yang berasal dari luar kota selain Malang, misalnya dari Surabaya atau Banyuwangi, bahkan dari Banjarmasin. Ini adalah acara yang ketiga yang dilaksanakan di Malang sejak diumumkannya rencana Ujian PPAT oleh Kementerian ATR/ BPN. Bimbingan teknis ini untuk meningkatkan kompetensi, agar siap menghadapi ujian PPAT profesional , berintegritas dan berstandar tinggi.
Hadir dalam acara pembukaan Ketua Pengurus Wilayah Jawa Timur, IPPAT Dr. Sri Wahyu Jatmikowati, SH, MKn, Ketua Pengurus Daerah Kabupaten Malang, IPPAT Shepta Priyambodo, SH, MKn. Juga hadir perwakilan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Malang Giono, SH yang merupakan Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Giono juga menjadi narasumber untuk materi organisasi dan kelembagaan Kementerian .

Selain Ketua Panitia Indra Rukmono, SH, MKn, Ketua Pengurus Daerah Kabupaten Malang Shepta Priyambodo, SH, MKn, juga memberikan sambutan dalam acara ini Ketua Pengurus Wilayah Jawa Timur, IPPAT Dr. Sri Wahyu Jatmikowati, SH, MH, AII Arb.
Mamiek, panggilan Sri Wahyu Jatmikowati, menyampaikan beberapa pesan pada adik-adiknya calon PPAT. Menurutnya, ada satu hal yang selalu diyakininya. Setiap profesi besar selalu diawali oleh sebuah ujian. Bukan untuk mempersulit seseorang, melainkan untuk memastikan bahwa amanah itu kelak berada di tangan orang yang tepat.
Dua bulan yang lalu ketika ada pengumuman para peserta langsung tancap gas untuk memulai perjalanan ini. Kita belajar bersama, berdiskusi bersama, memecahkan soal bersama, bahkan terkadang sama-sama merasa bahwa materi yang dipelajari begitu banyak dan terus berkembang.

Mamiek mengingatkan, memasuki dua belas hari terakhir ini agar membaca kembali pokok-pokok yang paling penting. Memahami filosofi setiap ketentuan, bukan sekadar menghafal bunyi pasalnya. Melatih kemampuan menganalisis soal.
Karena mereka yang memahami konsep akan lebih siap menghadapi soal yang sulit dibanding yang hanya mengandalkan hafalan.
Kualitas itu dimulai dari kesungguhan peserta hari ini. Oleh sebab itu, manfaatkan dua belas hari ke depan dengan sebaik-baiknya…
Perbanyak latihan soal. Perbanyak membaca peraturan.
Ketika nanti memasuki ruang ujian, lepaskan semua keraguan dan kekhawatiran..
Masuk ke ruang ujian dengan percaya diri. Ketenangan akan mempermudah kita mengingat yang telah kita baca. Kerjakan setiap soal dengan tenang. Percayalah pada kemampuan yang telah dibangun selama ini, katanya.
Mamiek atas nama Pengwil Jatim IPPAT dan segenap anggota siap menyambut saat rekan-rekan bukan lagi sebagai peserta bimbingan teknis. . Namun sebagai rekan sejawat, sebagai PPAT yang profesional, berintegritas, berstandar tinggi dan membanggakan.

Sementara itu Dr. Arini Jauharoh, SH, MKn yang menjadi salah satu narasumber banyak memberikan trik-trik dalam mengerjakan soal-soal ujian PPAT. Arini adalah mantan Ketua Pengurus Daerah IPPAT dan sejumah jabatan di organisasi daerah dan juga di wilayah atau pusat. Di Ikatan Notaris Indonesia, Arini adalah Ketua Pengurus Daerah Malang Raya.
Arini yang pernah menjadi pengawas ujian PPAT ini mengingatkan peserta agar tidak meremehkan ukuran kertas untuk akta PPAT yang kelihatannya masalah kecil. Termasuk juga jenis huruf yang dipakai untuk membuat akta. Menurutnya, ini salah satu contoh kecil yang pernah keluar dalam ujian yang lalu.
Arini juga menyarankan agar calon peserta melakukan kegiatan belajar bersama dengan calon peserta lainnya dengan cara tebak-tebakan. Dengan cara tebak-tebakan ini menurutnya, mempermudahkan mengingat dan memahami soal-soal.
Usai memberikan materi pembelajaran, Arini mengajak peserta untuk latihan mengerjakan puluhan soal-soal ujian PPAT. Jawabannya langsung di bahas pada akhir sesi.
Narasumber ke tiga adalah adalah anggota Majelis Pengawas dan Pembinaan PPAT Kabupaten Malang Dr. R. Imam Rahmat Sjafii, SH yang juga mengemban berbagai jabatan di INI ataupun IPPAT.

Imam menyampaikan prinsip-prinsip dan aturan kode etik PPAT.
Seperti saat sesi Arini, Imam menjawab pertanyaan peserta secara langsung.
Imam juga menerangkan soal tarif jasa PPAT yang nantinya diatur secara tegas agar anggota IPPAT mendapatkan kepastian.

Tibalah pada akhir sesi oleh narasumber Dr. Alwesius, SH, MKn yang membahas hal-hal berkaitan dengan cara belajar untuk menghadapi Ujian PPAT berdasarkan pengalaman Alwesius memberikan pembelajaran buat calon PPAT yang akan ujian PPAT. Melalui lembaga kursus yang didirikan Alwesius telah lahir ribuan PPAT/ notaris yang bertebaran di seluruh Indonesia.
Proses penjelasan Alwesis begitu menarik karena Alwesius menyampaikan materi aturan pertanahan di luar kepala dengan lancar seperti kaset diputar di tape recorder. Peserta pun menikmati sajian pembahasan Alwesius tentang hukum pertanahan dengan tertib karena terpukau oleh penampilan Alwesis yang hampir sama sekali tidak membaca lap topnya. Sekitar 30 menit awal alumni Universitas Indonesia membawakan materinya tanpa melihat lap topnya.








Tinggalkan komentar